Nasionaldetik.com,— 28 Mei 2026. Karena tak mau ada korban lagi, warga BTN Gambir Indah RT 20, Kelurahan Pasar Atas, Kecamatan Bangko, Merangin, kompak gotong royong memperbaiki jalan poros yang rusak parah, Kamis (28/5/2026). Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan dana sukarela warga.
Jalan yang diperbaiki adalah jalan poros di samping Alfamart sebelum SPBU arah BTN Gambir. Tepat di tanjakan, kondisi jalan sudah berlubang besar dan membahayakan pengendara.
“Sudah banyak warga BTN Gambir yang jatuh di sini. Terutama ibu-ibu yang mau ke kantor, anak sekolah, bahkan tukang galon pernah jatuh saat mengelak lubang. Karena tidak mau ada korban lagi, kami sepakat gotong royong,” ujar salah satu warga.
Gotong royong dilaksanakan sejak pagi hingga sore hari. Warga bahu-membahu mengecor lubang dengan semen yang dibeli dari hasil sumbangan sukarela.
Ketua RT 20 BTN Gambir Indah, Hadi Ismanto, mengatakan perbaikan ini murni inisiatif warga. “Hari ini saja ada sekitar 30 sak semen yang kita gunakan. Semuanya sumbangan sukarela dari warga. Kalau bukan kita yang memperbaiki, siapa lagi? Sudah lama jalan kita rusak seperti ini, makin lama makin hancur. Apakah ini kita biarkan? Tidak. Tentulah kita yang bergerak,” tegas Hadi.
Hadi juga mengajak warga menjaga jalan setelah diperbaiki. “Kalau sudah bagus, mari kita jaga bersama. Saya mohon, mobil yang muatannya besar tolong dikurangi. Jangan dipaksa lewat. Kalau jalan hancur, kami juga yang susah,” pintanya.
Karena proses pengecoran, jalan tersebut ditutup sementara selama beberapa hari hingga semen kering. “Saya meminta maaf kepada warga, baik warga BTN Gambir maupun warga di luar BTN Gambir. Untuk beberapa hari jalan ini kami tutup sementara menjelang coran semen kering. Paling beberapa hari lah,” ujar Hadi Ismanto.
Warga lainnya, Garnadi, menyebut sebenarnya jalan poros utama menuju BTN Gambir adalah jalan lama di dekat SPBU. “Jalan lama, dari pom bensin maju dikit ada pos kamling sebelah kiri kalau kita dari Bangko. Masuk ke lorong itu, itu jalan utama masuk ke BTN Gambir,” jelasnya.
Senada, warga bernama Robi juga mendukung pembatasan kendaraan berat. “Saya sangat setuju jika ada mobil yang membawa angkutan berat agar lewat jalan lama. Kalau jalan ini untuk beban ringan saja. Nanti hancur, kita gotong royong lagi. Hancur, gotong royong lagi,” katanya.
Warga berharap setelah diperbaiki, tidak ada lagi korban jatuh akibat jalan berlubang dan meminta pemerintah daerah juga ikut memperhatikan kondisi jalan lingkungan.
Reporter: Gondo Irawan







































