Nasional detik.com, Pesawaran Lampung, 7 April 2026 – Pengelolaan anggaran belanja pemeliharaan gedung dan bangunan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pesawaran tahun anggaran 2024-2025 kini tengah berada di bawah radar pengawasan publik. Pasalnya, dana fantastis senilai Rp 535 juta tersebut diduga tidak direalisasikan secara fisik di lapangan.
Berdasarkan hasil investigasi tim media, ditemukan disparitas tajam antara besaran alokasi dana dengan kondisi faktual infrastruktur sekolah. Tidak terlihat adanya aktivitas renovasi maupun perbaikan signifikan yang mencerminkan penyerapan anggaran ratusan juta rupiah tersebut.

Kejanggalan di Lapangan,
Tim investigasi melakukan observasi langsung untuk memverifikasi penggunaan anggaran. Hasilnya, sarana dan prasarana sekolah dinilai tidak mengalami perubahan atau peningkatan fasilitas yang berarti dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
“Secara logika anggaran, dana sebesar Rp 535 juta seharusnya memberikan dampak visual yang jelas pada pemeliharaan gedung. Namun, pantauan kami menunjukkan kondisi yang kontras; minim perbaikan, bahkan terkesan stagnan,” ungkap salah satu anggota tim investigasi di lokasi.

Desakan Audit dan Jalur Hukum,
Munculnya dugaan penyimpangan ini memicu reaksi keras dari pemerhati kebijakan publik. Pihak-pihak terkait mendesak agar :
Inspektorat Jenderal Kemenag,
segera melakukan audit investigatif terhadap laporan pertanggungjawaban (LPJ) MTsN 2 Pesawaran.
Aparat Penegak Hukum (APH),
proaktif melakukan penyelidikan awal guna mengantisipasi adanya potensi kerugian negara.

Transparansi Publik,
dikedepankan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral terhadap dana pendidikan.
Konfirmasi Pihak Sekolah,
Hingga berita ini diturunkan, tim media telah berupaya melakukan konfirmasi melalui pesan singkat ke nomor *08137979XXXX*, namun tidak mendapatkan respons. Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui nomor *085203XXXX*, pihak yang dihubungi menyatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Madrasah (Komad).
“Oke bang, nanti saya koordinasikan dulu ke pak Komad-nya terkait temuan tersebut,” tulisnya singkat dalam pesan WhatsApp.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik, redaksi tetap berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi pihak manajemen MTsN 2 Pesawaran untuk memberikan hak jawab maupun klarifikasi resmi agar pemberitaan ini berjalan secara berimbang dan objektif bagi masyarakat,dan Penelusuran tim investigasi akan terus dilanjutkan untuk mengungkap fakta penggunaan uang negara di sektor pendidikan ini.
Red.







































