UJIAN BAGI PEMERINTAH! MAUNG Desak Prabowo Buktikan Keseriusan Usut Kasus Rp40 Miliar di Mempawah

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:43 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com,Pontianak,Kalbar —05 Mei 2026

Kabar yang mengejutkan kembali bergulir di dunia hukum Kalimantan Barat. Beredar informasi yang menyebutkan bahwa proses hukum terhadap Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, terkait kasus dugaan korupsi proyek jalan di Kabupaten Mempawah tahun 2015 dikabarkan telah kandas.

Menurut sumber internal, keputusan ini diambil setelah hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyimpulkan adanya temuan krusial yang dinilai “nihil kerugian negara”. Hal ini kemudian dijadikan dasar oleh tim penyidik untuk menyatakan tidak ada landasan hukum yang cukup untuk menetapkan Ria Norsan sebagai tersangka, meskipun sebelumnya kasus ini sempat mengguncang publik dengan dugaan kerugian mencapai Rp40 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi ini langsung menjadi sorotan tajam dan memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin kasus yang begitu besar, yang pernah melibatkan penggeledahan di beberapa lokasi dan pemeriksaan mendalam, tiba-tiba berakhir tanpa kepastian hukum yang jelas terhadap tokoh sentral dalam perkara ini?

SOROTAN LSM MAUNG: JANGAN BIARKAN KEADILAN TERTIMPA KABUT!

Merespons perkembangan tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (LSM MAUNG) tidak tinggal diam. Organisasi ini kembali mengeluarkan suara keras, menuntut transparansi penuh dan kepastian hukum yang tidak bisa diganggu gugat.

“Kami menolak segala bentuk spekulasi dan kebingungan yang kini melanda publik. Jika benar kasus ini telah berakhir atau status hukum Ria Norsan telah lepas, maka KPK wajib menjelaskannya secara terbuka, rinci, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Syarief Achmad Ketua Dewan Pembina DPP MAUNG dengan nada tegas.

“Masyarakat berhak tahu, apa sebenarnya yang terjadi di balik layar penyidikan. Bagaimana bisa temuan ‘nihil kerugian’ tiba-tiba muncul padahal sebelumnya kasus ini digulirkan dengan dugaan kerugian yang sangat besar? Apakah ada perubahan data, atau justru ada upaya untuk ‘menghaluskan’ kasus ini?” tanyanya menyindir.

PERINGATAN KERAS: KONTROL SOSIAL BUKAN PENJILAT!

Dalam kesempatan yang sama, MAUNG juga memberikan peringatan keras kepada seluruh elemen masyarakat dan penggiat kontrol sosial. Ditegaskan, fungsi pengawasan bukanlah ajang untuk mencari muka atau menjadi penjilat kekuasaan.

“Ingatlah! Sosial kontrol itu harus bersikap tegas, berani berkata benar, dan tidak tunduk pada intimidasi atau iming-iming kekuasaan. Jangan sampai kita menjadi anjing yang hanya menggonggong saat disuruh, atau malah menjadi penjilat yang membenarkan kesalahan demi kepentingan pribadi,” seru aktivis tersebut dengan emosi yang membara.

“LSM dan kontrol sosial hadir untuk mewakili suara rakyat, bukan menjadi corong penguasa. Jika melihat ketidakadilan, wajib bicara! Jika melihat hukum yang bengkok, wajib lawan! Jangan pernah berani menjadi alat untuk menutupi kebusukan, karena itu pengkhianatan terhadap rakyat,” tegasnya.

Lebih jauh, MAUNG menyoroti komitmen pemerintah pusat.

“Kami juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera turun tangan dan memastikan janji kampanye serta visi pemerintahannya dalam memberantas korupsi tidak hanya menjadi wacana. Presiden berjanji akan membasmi korupsi hingga ke akar-akarnya, maka kasus besar di Kalbar ini harus menjadi bukti nyata keseriusan beliau,” seru aktivis tersebut.

“Jangan sampai ada celah hukum yang dimanfaatkan untuk melepaskan tersangka besar hanya karena kedudukan atau kekuasaan. Kami ingin melihat Presiden Prabowo benar-benar tegas, tidak pandang bulu, dan memastikan hukum berjalan tegak lurus tanpa kompromi dengan para perampok uang negara,” tambahnya.

MAUNG akan terus mengawal kasus ini. Kebenaran harus terungkap, dan tanggung jawab hukum harus dijalankan sesuai fakta, bukan berdasarkan kepentingan sesaat,” pungkasnya.

Kasus korupsi jalan Mempawah kini kembali berada di titik kritis. Di satu sisi ada informasi yang menyebutkan proses hukum telah berakhir, namun di sisi lain masyarakat masih menuntut penjelasan yang utuh.

Kewajiban KPK bukan hanya menyelesaikan administrasi hukum, tetapi juga menjaga kepercayaan rakyat. Transparansi adalah kunci. Tanpa keterbukaan, keadilan akan selalu terasa setengah hati.

Dan di atas segalanya, mata rakyat kini tertuju pada Presiden Prabowo Subianto. Apakah komitmen memerangi korupsi akan ditegakkan, atau justru memudar di tengah jalan?

MAUNG terus berdiri tegak, menjadi mata dan telinga rakyat, memastikan bahwa tidak ada kebenaran yang terkubur dan tidak ada pelaku yang lepas begitu saja dari jerat hukum yang adil.

 

Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM MAUNG

Berita Terkait

Polda Banten Ringkus 7 Tersangka Kasus Tambang Ilegal Periode 2026
Dugaan Lemahnya Pengawasan Bina Marga, Proyek Beton Jalan Masigit–Terumbu Disorot: Retak Dini Picu Desakan Evaluasi Total
Dugaan Lemahnya Pengawasan Bina Marga, Proyek Beton Jalan Masigit–Terumbu Disorot: Retak Dini Picu Desakan Evaluasi Total
Sikat Narkoba, Polda Riau Sita 213,5 Kg Narkotika Sampai akhir April 2026
SKANDAL “TUNJANGAN HANTU”: Ratusan Juta Rupiah APBD Disdik Tangerang Bocor, RAMBO DAN GPN Desak Segera di Proses Secara Hukum Berlaku!!!
SUBANDRIO BUKA PINTU LEBAR! Sambut Kedatangan Ketua Umum LSM MAUNG di Sekadau
Misteri Garis Polisi Kebumen: Siti Muhajiroh Gugat Hilangnya Aset di Bawah Pengawasan Aparat, Siap Lapor ke Mabes Polri hingga Presiden
Sinergi TNI-Polri Jaga Kondusifitas Malam di Klego Lewat Patroli Humanis

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:38 WIB

MOBIL OPERASIONAL DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BATANGHARI TANPA NOMOR POLISI

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:29 WIB

Kehadiran SPPG Tanjung Kerta, Diharapkan Bermanfaat untuk Pendidikan dan Gizi Anak

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:45 WIB

Penyambutan Kemendagri yang Hangat Untuk Pelaksanaan Puncak Peringatan HKPS dan MUNAS SwI Mendatang.

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:58 WIB

Mafia Kayu Merajalela di Desa Simonis Labura: Alat Berat dan BBM Subsidi Digunakan, KPH V Terkesan “Lepas Tangan”

Senin, 4 Mei 2026 - 21:18 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Psikotropika di Kendal, Ratusan Pil Disita

Senin, 4 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polres Kendal Bongkar Penipuan Ritual Penggandaan Uang, Kerugian Rp122 Juta

Senin, 4 Mei 2026 - 16:07 WIB

“Dari Tegal Mengguncang Panggung Hacker Dunia”: Avan Tampil di DEF CON. Konferensi Hacker Terbesar di Dunia

Senin, 4 Mei 2026 - 10:45 WIB

Ironi di Bumi Basimpul Kuat: Bandar Narkoba Diduga ‘Tangkap Lepas’, Warga Siamporik Kehilangan Harapan

Berita Terbaru