Oknum PM Diduga Mengamuk di Lahan Sengketa, Keluarga Br. Purba Berikan Klarifikasi

NUR KENNAN BR TARIGAN

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:32 WIB

50149 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABURA, Nasionaldetik.com.

Kisah pilu yang dialami Rosmidawati Br. Purba mencapai puncaknya setelah seorang oknum PM diduga mengamuk di lahan milik ayahnya. Oknum tersebut bahkan melontarkan ancaman akan memenjarakan pihak keluarga. Kasus ini kini memasuki tahap krusial, menyusul munculnya pemberitaan dari salah satu media online yang menyebutkan bahwa kedatangan oknum PM tersebut justru untuk menyelamatkan ayahnya yang diintimidasi(Labura 18 Desember 2025).

​Menanggapi hal itu, Rosmidawati memberikan penjelasan secara rinci untuk meluruskan fakta yang sebenarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rosmidawati menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah kali pertama mereka diancam akan dipenjarakan jika memanen hasil kebun di lahan ayahnya sendiri. Konflik ini diketahui telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.
​”Jika kami disebut mengintimidasi ayahnya, mengapa justru kami yang tidak bisa masuk ke lahan kami sendiri? Selama ini, ayahnya (pihak lawan) yang selalu mengancam kami dan para pekerja pemanen. Bagaimana mungkin kami mengintimidasi mereka? Di sini jelas kami yang dirugikan, bukan ayahnya PM tersebut,” tegas Br. Purba.

Peristiwa oknum PM mengamuk di lahan sengketa tersebut terjadi pada 13 September 2025, sekitar pukul 11:17 WIB. Lahan tersebut berlokasi di Desa Ujung Padang, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

​Kejadian bermula saat Rosmidawati membawa pekerja pemanen ke lahan ayahnya yang telah dikuasai selama hampir 20 tahun. Setibanya di lokasi, terlihat seorang pria berinisial SS (yang akrab disapa warga sebagai Arek-arek) sedang melakukan penyemprotan.

​SS kemudian menjumpai awak media dan mengeklaim bahwa dirinya merupakan pihak ketiga yang diberikan kuasa oleh Br. Juntak. Ia menyarankan agar Rosmidawati tidak melakukan pemanenan sebelum Br. Juntak tiba di lokasi. Namun, Rosmidawati yang yakin akan haknya tetap memerintahkan pekerja untuk mulai memanen.
​Hal itu membuat SS kesal dan langsung menghubungi anaknya melalui telepon seluler:
​”O yak, di mana kau? Ini orang-orang ini datang memanen. Sudah kusuruh jangan dipanen menunggu datang Nurminah, tapi mereka tidak mau. Cepat kau datang Yak, biar ditangkap orang ini! Suruh Nurminah buat laporan!” pungkas SS yang tidak rela lahan tersebut dipanen.

Sekitar pukul 11:30 WIB, suara deru motor terdengar tiba di lokasi dan seketika mengubah suasana menjadi tegang. Pengendara tersebut adalah RS, anak dari SS, yang langsung mengamuk dan melarang pekerja memanen lahan tersebut sembari melontarkan ancaman.

​”Hei, mengapa kalian? Kenapa kalian memanen lahan? Ini lahan tante Br. Juntak (Nurminah). Awas kalian, kulaporkan kalian! Sudah banyak jatuh ya buahnya? Hitung ya, biar tahu orang ini!” tandas pemuda tersebut sembari menyuruh ayahnya menghitung buah yang sudah dipanen.

​Mendengar hal itu, Rosmidawati langsung membalas, “Apa kau? Lahanmu ini? Ini lahan bapakku, bukan kau yang menanam di sini! Sebagai apa kau di sini? Lanjut memanen!”
​Rosmidawati menjelaskan bahwa sosok RS adalah oknum PM yang selama ini menjadi sandaran kekuatan (beking) ayahnya. “Namanya RS, PM itu Bang. Semua orang di kampung takut dengan dia. Ayahnya selalu mengancam kami jika ingin memanen. Begitu saya memanen, anaknya datang mengusir kami,” tambahnya.

Setelah insiden tersebut, Rosmidawati membawa buah sawit yang sudah dipanen ke pengepul (toke) sawit untuk dijual. Namun ironisnya, tidak ada satu pun tengkulak di kampung tersebut yang bersedia membeli buah mereka.
​Salah seorang tengkulak mengungkapkan bahwa oknum RS sebelumnya telah mendatangi mereka dan memberikan larangan.

“Bang, mohon maaf ya, bukan aku tidak mau membeli. Tadi dia (RS) datang ke sini saat orang Abang masih di sana. Katanya jangan dibeli buah kalian. Saya tidak berani membayarnya,” ungkap tengkulak tersebut saat dimintai keterangan.

Rosmeri, anak bungsu dari Hasan Basri Purba, sangat menyesalkan dan mengutuk tindakan oknum yang mengintimidasi keluarganya. Ia pun memaparkan bukti legalitas yang sah, mulai dari surat pembelian awal hingga surat pembagian harta antara ayahnya dan Nurminah Br. Juntak.

​”Jika Nurminah mengeklaim lahan ini miliknya, mengapa oknum PM itu dan ayahnya yang sibuk mengancam kami dengan alasan surat kuasa? Ini masalah saya dengan Nurminah. Akibat perbuatan mereka, kami mengalami kerugian lebih dari Rp300 juta. Saya akan melaporkan kejadian ini. Semoga Tuhan membuka kebenaran dan memberikan hukuman yang setimpal bagi mereka yang telah membuat saya dan ayah saya menderita,” tegas Rosmeri.

​Seorang warga sekitar yang dikonfirmasi mengenai kepemilikan lahan juga membenarkan bahwa lahan tersebut adalah milik Pak Purba. “Setahu kami itu memang milik Pak Purba, karena kami tahu semua pemanennya. Kabarnya pun pihak lawan memang berkuasa di sana, bahkan pemanen berinisial N pun takut karena sering diancam,” tutupnya.

Rijal/Tim

Berita Terkait

Jeritan Hati Warga Lumban Hariara: Diabaikan Kepala Desa, Menaruh Asa pada Ketegasan Bupati Labura
Tuding Camat ‘Sutradara’ Pelantikan Kadus, Kades Sialang Taji Diduga Tabrak UU Desa dan Manipulasi Seleksi.
Dugaan Penyelewengan Dana BOS di SMPN 2 Kualuh Hulu: Anggaran Mengucur, Sarpras Hancur.
Misteri Aliran Dana BOS di SDN 114344 Suka Rame Terbongkar.
Diduga Lamban, Humas Kejari Labuhanbatu Tak Kunjung Jawab Surat Laporan Dugaan Korupsi Selama 3 Bulan
Ironi di Balik Kaca Mata Birokrasi: Menagih Hak, Melupakan Kewajiban
Ironi Sekolah Unggulan: Tumpukan Sampah Busuk Kepung Gerbang MAN 2 Labura, DLH Membisu
Dugaan Penyelewengan Dana BOS di 44 SD Negeri Kualuh Selatan Mencuat, Sejumlah Wartawan Layangkan Surat Klarifikasi ke Disdik Labura

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:44 WIB

Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

Senin, 13 April 2026 - 16:55 WIB

Aksi Nyata PAC Pemuda Pancasila Pancur Batu, Perbaiki Jalan Berlubang Demi Keselamatan Warga

Senin, 13 April 2026 - 14:21 WIB

Fitnahan Tipu Gelap Terhadap GS ; Berita Tidak Mendasar dan Melanggar Kode Etik

Senin, 13 April 2026 - 13:56 WIB

Dinilai Tidak Objektif Dan Profesional, Para Penggugat Perkara Gugatan Kewarisan Akan Melaporkan Oknum Hakim Ke KY

Sabtu, 11 April 2026 - 20:12 WIB

Pasca Lebaran, Penumpang KA Siantar Ekspres Naik 17 Persen

Jumat, 10 April 2026 - 11:05 WIB

Pria 47 Tahun Ditemukan Tewas di Pajak Baru Sergai, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan.

Jumat, 10 April 2026 - 11:02 WIB

Senjata Api Polres Sergai Diperiksa Propam Polda Sumut, Gudang Senpi Disorot.

Jumat, 10 April 2026 - 10:59 WIB

POLSEK PANCUR BATU, BERGERAK CEPAT,EVAKUASI TERHADAP BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA SEMBAHE.

Berita Terbaru