Labura-Nasionaldetik.com.
“Dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS kembali mencuat dan menghebohkan publik di Labuhanbatu Utara. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada SDN 114344 Suka Rame. Ketidaksesuaian antara data laporan resmi dengan pengakuan Kepala Sekolah memicu indikasi adanya kerugian negara yang disamarkan. Bagaimana modus operandi ini berjalan( Labura 05 Januari 2026)
Keresahan menyelimuti dunia pendidikan di Labura. Dana BOS yang seharusnya menjadi nyawa bagi operasional sekolah dan kesejahteraan siswa, diduga kuat menjadi ladang korupsi bagi oknum yang tidak bertanggung jawab. Di SDN 114344 Suka Rame, aroma penyimpangan ini tercium setelah tim investigasi melakukan konfirmasi langsung kepada pihak sekolah.
Kepala Sekolah berinisial HS, saat ditemui awak media pada Senin, 5 Januari 2026, memberikan pernyataan yang mengejutkan sekaligus kontradiktif. HS menyebutkan bahwa alokasi gaji untuk dua orang tenaga honorer dan satu penjaga sekolah hanya menghabiskan anggaran sekitar 30 juta rupiah per tahun.
Namun, pepatah mengatakan sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Kegugupan HS seolah menjadi sinyal adanya sesuatu yang disembunyikan. Benar saja, saat tim menelusuri data resmi yang dipublikasikan oleh Kementerian Keuangan melalui laman Kemendikbud, ditemukan selisih angka yang sangat mencolok.
Pertanyaan besar pun muncul: ke mana mengalirnya sisa anggaran belasan juta rupiah tersebut? Saat didesak mengenai transparansi sisa dana, Kepala Sekolah SDN 114344 langsung berdalih bahwa pihaknya telah melewati proses pemeriksaan oleh Inspektorat. Sebuah jawaban klasik yang sering digunakan untuk membentengi diri dari jangkauan publik.
Tak hanya soal gaji, pengelolaan buku paket Kurikulum Merdeka pun kini masuk dalam radar pemantauan. Meski Kasek mengklaim distribusi satu buku per siswa telah dilakukan, namun kepercayaan publik sudah terlanjur luntur akibat ketidaksinkronan data keuangan yang ditemukan.
“Publik kini menunggu keberanian pihak terkait, baik Dinas Pendidikan maupun Aparat Penegak Hukum, untuk membongkar kotak pandora di SDN 114344 Suka Rame. Jika dibiarkan, praktik manipulasi anggaran seperti ini akan terus menggerogoti kualitas pendidikan anak bangsa, khususnya di wilayah Labuhanbatu Utara. Dari Labura, Tim Liputan melaporkan.”
(Rijal Naibaho)







































