Ironi di Balik Kaca Mata Birokrasi: Menagih Hak, Melupakan Kewajiban

NUR KENNAN BR TARIGAN

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 14:55 WIB

50200 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABURA –Nasionaldetik.com

– Peribahasa “Gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan tampak” bukan sekadar hiasan kata dalam karut-marut birokrasi di Labuhanbatu Utara (Labura). Ia adalah cermin retak dari sebuah potret kebijakan yang timpang. Di satu sisi, surat edaran Bupati Labura yang mengimbau masyarakat taat pajak adalah langkah administratif yang secara hukum memang benar. Namun, kebijakan ini mendadak “mandul secara moral” ketika kendaraan dinas—aset yang dibeli, diberi bensin, dan dirawat menggunakan keringat rakyat—justru tertangkap basah menunggak pajak( Labura 21 Desember 2025).

Kepemimpinan sejatinya adalah soal teladan, bukan sekadar instruksi di atas kertas bermaterai. Jika kendaraan dinas berplat merah yang setiap hari hilir mudik di aspal Labura kedapatan mati pajak, maka pemerintah secara otomatis kehilangan legitimasi moral untuk menekan rakyatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muncul gugatan logis dari akar rumput: “Mengapa rakyat kecil dikejar-kejar untuk patuh, sementara mesin kekuasaan sendiri dibiarkan abai?” Fenomena ini mempertegas persepsi pahit bahwa aturan di Labura seolah hanya “tajam ke bawah, namun tumpul dan berkarat ke dalam lingkaran kekuasaan.”

Tedy, selaku Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Labura, berdalih bahwa Operasi Razia Gabungan yang digelar pada November 2025 bertujuan mengoptimalkan realisasi pendapatan daerah dan ketertiban lalu lintas. Sasarannya mencakup semua plat—hitam, kuning, hingga merah. Ia juga menekankan adanya program pemutihan dan diskon pajak hingga akhir Desember 2025.

​Namun, pernyataan Tedy yang menyebutkan bahwa pengutipan pajak kendaraan dinas dilakukan dengan cara “menghimbau” masing-masing pemegang kendaraan, dinilai publik sebagai bentuk eskapisme birokrasi. Dengan hanya mengandalkan “surat sakti” bertanda tangan Bupati, Bapenda terkesan sedang melakukan upaya “cuci tangan” alias buang badan dari tanggung jawab pengawasan yang nyata.

​”Mengeluarkan surat imbauan itu mudah, tapi memastikan mesin birokrasi patuh adalah ujian nyali yang sesungguhnya. Jika tidak dibayar, kemana anggaran pemeliharaan kendaraan itu mengalir? Ini bukan sekadar lupa, ini potensi korupsi anggaran rutin,” cetus seorang warga dengan nada sinis.

Ketidakpatuhan oknum pejabat dalam membayar pajak kendaraan dinas bukan hanya soal angka di kas daerah, melainkan tamparan keras bagi kredibilitas Bupati Labura. Masyarakat mendesak adanya tindakan tegas, bukan sekadar retorika administratif.

​Jika bawahan tidak mengindahkan instruksi pimpinan dalam hal yang paling mendasar—yakni ketaatan pada hukum—maka wajar jika publik mencurigai adanya pembangkangan halus atau ketidakmampuan pimpinan dalam mendisiplinkan barisannya.

Rakyat Labura tidak butuh surat edaran yang berapi-api jika di halaman kantor dinas masih berjejer kendaraan mewah yang “mati suri” pajaknya. Sebelum menagih kewajiban rakyat, bersihkan dulu debu di plat merah sendiri. Karena pada akhirnya, ketaatan rakyat adalah pantulan dari kejujuran pemerintahnya.

RizalFransNaibaho.

Berita Terkait

Jeritan Hati Warga Lumban Hariara: Diabaikan Kepala Desa, Menaruh Asa pada Ketegasan Bupati Labura
Tuding Camat ‘Sutradara’ Pelantikan Kadus, Kades Sialang Taji Diduga Tabrak UU Desa dan Manipulasi Seleksi.
Dugaan Penyelewengan Dana BOS di SMPN 2 Kualuh Hulu: Anggaran Mengucur, Sarpras Hancur.
Misteri Aliran Dana BOS di SDN 114344 Suka Rame Terbongkar.
Diduga Lamban, Humas Kejari Labuhanbatu Tak Kunjung Jawab Surat Laporan Dugaan Korupsi Selama 3 Bulan
Ironi Sekolah Unggulan: Tumpukan Sampah Busuk Kepung Gerbang MAN 2 Labura, DLH Membisu
Dugaan Penyelewengan Dana BOS di 44 SD Negeri Kualuh Selatan Mencuat, Sejumlah Wartawan Layangkan Surat Klarifikasi ke Disdik Labura
Menelusuri Anomali Dana Desa di Labura: Jurnalis Temukan Selisih SiLPA, Dinas PMD Diminta Buka Data

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:21 WIB

OBJEK PBB P2 DIDUGA KUAT MASUK KAWASAN HUTAN, BAPENDA LAMBAR : “KAMI TIDAK TAHU!”

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:14 WIB

JIKA INDONESIA INGIN MAJU, BELAJARLAH DARI NEGARA YANG SUDAH MAJU, PESAN KIAI IMAM JAZULI MELEPAS 300 SANTRI KE CHINA

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:10 WIB

Pemuda dan Mahasiswa Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Program MBG Melalui Diskusi Publik di Banten

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:06 WIB

Kemenduk Bangga/BKKBN Banten Peringati Satu Tahun Program TAMASYA

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WIB

Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:51 WIB

Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:46 WIB

Kodim 0206/Dairi Rampungkan Rehabilitasi Jembatan Gantung di Pakpak Bharat

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Bantu Pascapanen Jagung Milik Petani di Pakpak Bharat

Berita Terbaru