Dugaan Penyelewengan Dana BOS di 44 SD Negeri Kualuh Selatan Mencuat, Sejumlah Wartawan Layangkan Surat Klarifikasi ke Disdik Labura

NUR KENNAN BR TARIGAN

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 15:53 WIB

50236 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHANBATU UTARA –Nasionaldetik.com

– Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada puluhan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) kini tengah menjadi sorotan tajam. Sejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari kalangan wartawan resmi melayangkan surat permohonan klarifikasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara terkait indikasi penyimpangan anggaran yang mencapai nilai fantastis. Jumat (19/12/2025).

​Surat dengan nomor 083/Masyarakat/LBU/XII/2025 tersebut ditujukan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Labura c/q Manajemen BOS. Berdasarkan hasil investigasi dan rekapitulasi data publikasi dari lembaga negara, ditemukan adanya anomali penggunaan dana BOS periode Tahun Anggaran (TA) 2020 hingga 2024 yang telah terealisasi sepenuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Perwakilan masyarakat mengungkapkan bahwa ada tiga kategori kegiatan utama yang diduga kuat menjadi ladang praktik maladministrasi:
​Pertama: Pembayaran Honor
Ditemukan adanya alokasi pembayaran honor yang sangat besar dalam laporan pertanggungjawaban sekolah. Padahal, hasil pantauan di lapangan menunjukkan mayoritas tenaga pengajar berstatus ASN (PNS/PPPK) atau Honor Daerah (TK II) yang secara regulasi sudah digaji melalui APBD. Hal ini diduga kuat melanggar Juknis BOS dan berpotensi terjadi tumpang tindih anggaran (double funding).

​Kedua: Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
Meski anggaran pemeliharaan terserap secara maksimal, kondisi fisik banyak bangunan sekolah di Kualuh Selatan dilaporkan masih mengalami kerusakan ringan hingga sedang serta tampak tidak terawat. Kondisi kontras antara serapan anggaran dan realita bangunan ini memicu dugaan adanya laporan pekerjaan fiktif atau penggelembungan biaya.

Ketiga: Pengembangan Perpustakaan
Alokasi dana untuk pengembangan perpustakaan dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, di banyak sekolah masih ditemukan praktik berbagi pakai buku paket antar siswa. Rasio ideal “Satu Siswa Satu Buku” hingga kini dinilai belum tercapai meski anggaran untuk pengadaan buku terus mengalir setiap tahunnya.

​”Kami menyampaikan permohonan klarifikasi ini sebagai bentuk tanggung jawab pengawasan akuntabilitas publik. Kami menemukan indikasi kuat adanya penyimpangan yang merugikan keuangan negara,” ujar para pelapor dalam keterangan tertulisnya.

​Dalam surat tersebut, mereka menuntut Kepala Dinas Pendidikan Labura untuk segera memberikan klarifikasi tertulis secara menyeluruh, membuka Salinan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana BOS pada 44 SD Negeri tersebut, serta menunjukkan bukti fisik kuitansi, foto dokumentasi pekerjaan pemeliharaan, hingga data inventaris buku secara transparan.

​Langkah ini diambil berdasarkan payung hukum UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara belum memberikan keterangan resmi terkait surat klarifikasi dan data temuan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut. Masyarakat berharap pihak terkait menjunjung tinggi prinsip Good Governance guna menyelamatkan kualitas pendidikan di Labuhanbatu Utara.

​(SarijalNaibaho/tim)

Berita Terkait

Jeritan Hati Warga Lumban Hariara: Diabaikan Kepala Desa, Menaruh Asa pada Ketegasan Bupati Labura
Tuding Camat ‘Sutradara’ Pelantikan Kadus, Kades Sialang Taji Diduga Tabrak UU Desa dan Manipulasi Seleksi.
Dugaan Penyelewengan Dana BOS di SMPN 2 Kualuh Hulu: Anggaran Mengucur, Sarpras Hancur.
Misteri Aliran Dana BOS di SDN 114344 Suka Rame Terbongkar.
Diduga Lamban, Humas Kejari Labuhanbatu Tak Kunjung Jawab Surat Laporan Dugaan Korupsi Selama 3 Bulan
Ironi di Balik Kaca Mata Birokrasi: Menagih Hak, Melupakan Kewajiban
Ironi Sekolah Unggulan: Tumpukan Sampah Busuk Kepung Gerbang MAN 2 Labura, DLH Membisu
Menelusuri Anomali Dana Desa di Labura: Jurnalis Temukan Selisih SiLPA, Dinas PMD Diminta Buka Data

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:21 WIB

OBJEK PBB P2 DIDUGA KUAT MASUK KAWASAN HUTAN, BAPENDA LAMBAR : “KAMI TIDAK TAHU!”

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:14 WIB

JIKA INDONESIA INGIN MAJU, BELAJARLAH DARI NEGARA YANG SUDAH MAJU, PESAN KIAI IMAM JAZULI MELEPAS 300 SANTRI KE CHINA

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:10 WIB

Pemuda dan Mahasiswa Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Program MBG Melalui Diskusi Publik di Banten

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:06 WIB

Kemenduk Bangga/BKKBN Banten Peringati Satu Tahun Program TAMASYA

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WIB

Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:51 WIB

Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:46 WIB

Kodim 0206/Dairi Rampungkan Rehabilitasi Jembatan Gantung di Pakpak Bharat

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Bantu Pascapanen Jagung Milik Petani di Pakpak Bharat

Berita Terbaru