BEM Pesantren Seluruh Indonesia Serukan Klarifikasi dan Edukasi Publik Demi Menjaga Kerukunan Umat

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:13 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com,Jakarta, 16 April — BEM Pesantren Seluruh Indonesia menyampaikan sikap tegas dalam menyikapi pernyataan Jusuf Kalla yang menyinggung ajaran agama Islam dan Kristen dalam konteks konflik. Pernyataan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik serta memicu sentimen negatif antarumat beragama jika tidak diluruskan secara proporsional dan kontekstual.

BEM Pesantren Seluruh Indonesia menegaskan bahwa ajaran Islam tidak pernah membenarkan tindakan kekerasan tanpa dasar yang sah. Sebagai agama yang membawa misi rahmatan lil ‘alamin, Islam menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian, kasih sayang, serta penghormatan terhadap kehidupan manusia. Oleh karena itu, setiap narasi yang mengaitkan agama dengan legitimasi kekerasan secara umum merupakan penyederhanaan yang keliru dan berbahaya.

Dalam pandangan BEM Pesantren melalui Koordinator Pusatnya Ahmad Tomy Wijaya, konteks dalil-dalil yang sering disalahpahami terkait peperangan dalam Islam harus dipahami secara utuh dan historis. Ajaran tersebut muncul dalam situasi konflik yang bersifat defensif, bukan sebagai pembenaran untuk melakukan tindakan agresi atau permusuhan terhadap pihak lain dalam kondisi damai. Pemahaman parsial terhadap teks keagamaan justru berisiko menyesatkan dan merusak harmoni sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, BEM Pesantren mengingatkan bahwa tokoh publik memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pernyataan yang bijak, akurat, dan tidak memicu polemik di tengah masyarakat yang majemuk. Mengaitkan ajaran agama dengan tragedi kemanusiaan tanpa penjelasan yang komprehensif dapat memperkeruh suasana dan mengganggu stabilitas sosial yang telah terbangun.

“Sebagai landasan teologis, BEM Pesantren merujuk pada ajaran Islam yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai prinsip utama, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an bahwa menghilangkan satu nyawa tanpa alasan yang benar sama dengan menghilangkan seluruh umat manusia.” Ujar Tomy.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi kehidupan dan menolak segala bentuk kekerasan yang tidak berkeadilan. BEM Pesantren Seluruh Indonesia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah persatuan. Dialog yang sehat, pemahaman lintas agama yang mendalam, serta sikap saling menghormati harus terus dikedepankan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai langkah konstruktif, BEM Pesantren mendorong adanya klarifikasi terbuka dan edukasi publik yang berimbang agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh terkait ajaran agama. Upaya ini penting untuk menjaga ruang publik tetap sehat, inklusif, dan terbebas dari disinformasi yang dapat merusak kerukunan antarumat beragama.

BEM Pesantren menegaskan bahwa menjaga persatuan adalah tanggung jawab bersama. Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi alasan untuk saling mencurigai, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan harmonis.

Berita Terkait

Tim Penyidik Tetapkan Tersangka AW Perkara TPPU Berkaitan dengan Terpidana Zarof Ricar
Rapim Akhir Kuartal I 2026, Menteri Nusron Instruksikan Jajaran Tuntaskan Berkas Layanan Pertanahan
Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah
Antisipasi Penumpukan Berkas, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Pengukuran Terjadwal di 38 Kantor Pertanahan
Gotong Royong Penuh Semangat, Korem 051/Wkt dan Warga Bersatu Renovasi Panti Asuhan di Sawangan
Tolak Gerakan BEM SI Jawabarat, Kasus Andri Yunus Jangan Dijadikan Alibi untuk Aksi Provokatif dan Cederai Simbol Negara
Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat danKetentuannya
Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:44 WIB

Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

Senin, 13 April 2026 - 16:55 WIB

Aksi Nyata PAC Pemuda Pancasila Pancur Batu, Perbaiki Jalan Berlubang Demi Keselamatan Warga

Senin, 13 April 2026 - 14:21 WIB

Fitnahan Tipu Gelap Terhadap GS ; Berita Tidak Mendasar dan Melanggar Kode Etik

Senin, 13 April 2026 - 13:56 WIB

Dinilai Tidak Objektif Dan Profesional, Para Penggugat Perkara Gugatan Kewarisan Akan Melaporkan Oknum Hakim Ke KY

Sabtu, 11 April 2026 - 20:12 WIB

Pasca Lebaran, Penumpang KA Siantar Ekspres Naik 17 Persen

Jumat, 10 April 2026 - 11:05 WIB

Pria 47 Tahun Ditemukan Tewas di Pajak Baru Sergai, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan.

Jumat, 10 April 2026 - 11:02 WIB

Senjata Api Polres Sergai Diperiksa Propam Polda Sumut, Gudang Senpi Disorot.

Jumat, 10 April 2026 - 10:59 WIB

POLSEK PANCUR BATU, BERGERAK CEPAT,EVAKUASI TERHADAP BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA SEMBAHE.

Berita Terbaru