Ketegasan Kepala Desa Dipertanyakan: Muatan Batu Kapur Tumpah Tutup Jalan Provinsi di Malang, Sopir Tambang Kabur Lepas Tanggung Jawab

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:04 WIB

50139 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Ketegasan Kepala Desa Argotirto, Ahmad Soleh, kembali menjadi sorotan tajam warga. Di tengah kekesalan masyarakat yang kian memuncak terhadap maraknya aktivitas tambang batu kapur di wilayahnya, sebuah insiden berbahaya kembali terjadi dan mempertegas lemahnya pengawasan serta penertiban di lapangan.

Sebuah truk pengangkut batu kapur diduga melebihi kapasitas dan tanpa pengaman yang layak menumpahkan material batu hingga berserakan menutupi sebagian permukaan jalan umum provinsi pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 13.10 WIB. Bukannya berhenti dan membereskan tumpahan yang mengancam keselamatan pengguna jalan, pengemudi truk tersebut justru melaju pergi meninggalkan lokasi seolah tanpa dosa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Truk tambang batu kapur menumpahkan material batu hingga menutup sebagian ruas jalan umum provinsi. Batu-batu berukuran besar berserakan di badan jalan dan membahayakan keselamatan pengendara maupun pejalan kaki.

Sopir Truk Tambang: Pelaku kelalaian yang melarikan diri tanpa mengindahkan keselamatan umum.

Pihak Manajemen Pertambangan: Penanggung jawab utama atas armada, muatan, dan perilaku pengemudi.

Warga (Siswanto & Masyarakat): Pihak yang dirugikan sekaligus secara sukarela turun ke jalan membersihkan material demi mencegah kecelakaan.

Ahmad Soleh (Kepala Desa Argotirto): Pemimpin lokal yang dinilai kurang tegas menertibkan operasi tambang di wilayahnya.

Jalan Umum Provinsi, wilayah Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 13.10 WIB—saat arus lalu lintas sedang padat.

Muatan batu tidak ditutup atau diikat sesuai standar keselamatan angkutan material heavy-duty. Lemahnya pengawasan dari manajemen perusahaan tambang serta ketiadaan sanksi tegas dari pemerintah desa setempat membuat para pengemudi beroperasi secara ugal-ugalan.

Material yang menumpuk memaksa warga sekitar, dipelopori oleh Siswanto, bergotong-royong membersihkan jalan secara mandiri agar tidak jatuh korban jiwa.

“Apakah Jalan Provinsi Ini Milik Korporasi Tambang?”

Warga menyesalkan sikap pembiaran yang selama ini berlangsung. Jalan publik yang dibangun menggunakan uang rakyat seolah dijadikan jalur pribadi angkutan tambang tanpa mengindahkan aspek keselamatan.

Masyarakat mendesak beberapa tindakan nyata:

Kepala Desa Ahmad Soleh didesak untuk mengambil sikap tegas, bukan sekadar menjadi penonton saat keselamatan warga Argotirto dipertaruhkan oleh lalu lalang armada tambang.

Usut Tuntas dan Sanksi Perusahaan Tambang: Manajemen pertambangan harus bertanggung jawab penuh melacak sopir yang melarikan diri, mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) pengangkutan material, serta memberikan ganti rugi atas potensi kerugian publik.

Penegakan Hukum Angkutan Jalan: Pihak berwenang dan dinas perhubungan didesak melakukan razia rutin terhadap truk-truk over-capacity yang melintas di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Warga menegaskan bahwa keselamatan nyawa manusia tidak bisa ditukar dengan keuntungan segelintir pengusaha tambang. Jangan biarkan masyarakat menjadi korban kecelakaan sekaligus dijadikan “petugas kebersihan gratisan” akibat kelalaian korporasi.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan kepada Masyarakat
RUU Perampasan Aset Berpotensi Jadi Sarang KKN Baru, Rieke Diah Pitaloka Soal Pentingnya Reformasi Tata Kelola
Bupati Serang Ratu Zakiyah Harap Kerukunan Antarumat Beragama Terus Dijaga dan Dipelihara
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin
Wakili Komandan Koramil 1202/Indihiang,Danpos Bungursari Serma Asep S,hadiri Kajian Keadilan dan Ketaqwaan
Soroti Persoalan Agraria, Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, SH: Masyarakat Jangan Dipersulit Mengurus Hak Milik Tanah
PB HMI MPO Sorot Proyek TK Islam Embun Pagi Senilai Rp 504,1Juta Disorot,Desak Kejati Sultra & Polda Sultra Periksa PPK Dan Ketua Yayasan
Babinsa Hadir di Musdes Batu Gungun, Aspirasi Warga Jadi Bahan Penyusunan RKP Desa 2027

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 23:23 WIB

Warga Belukur Jadi Tumbal Konflik Lahan? Mukim Pertanyakan Kesepakatan Pemko dan CV Lae Saga

Senin, 21 September 2026 - 23:39 WIB

Revitalisasi SMP Negeri 2 Sultan Daulat Dipertanyakan, Spesifikasi Atap dan Pengawasan Disorot

Selasa, 15 September 2026 - 05:55 WIB

Bibit Produktif Sidorejo 2 Disalurkan, Dari Penghijauan Menuju Penguatan Ekonomi Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 11:28 WIB

SMKN 1 Simpang Kiri Perkuat Program Sekolah dan Persiapan PKL 2026/2027, Orang Tua Didorong Aktif Mendukung Pendidikan Siswa

Kamis, 10 September 2026 - 12:34 WIB

Program MBG: Wacana Pelibatan Kantin Sekolah Dinilai Hanya Menambah Persoalan Baru, SPPG Perlu Dievaluasi

Rabu, 9 September 2026 - 18:20 WIB

Dua Pimpinan Asosiasi Media Desak Polres Aceh Singkil Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan Wartawan

Senin, 7 September 2026 - 21:09 WIB

Tiga Tahun Konflik PT BSM dan Warga Cepu, Mengapa Batas Lahan Tak Kunjung Terang?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Sejumlah Warga Lae Saga Minta Penyidik Waspadai Upaya Pengaburan Fakta Sengketa Lahan

Berita Terbaru