Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Pengawasan BWS Sumatera I Disorot

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:56 WIB

5039 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Aceh Tenggara Nasionaldetik.com

— 24 Agustus 2026. Pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Aceh Tenggara menjadi sorotan setelah muncul dugaan sejumlah pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar kualitas konstruksi.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), dengan pelaksanaan di wilayah kerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang beredar dan hasil penelusuran sejumlah media, terdapat 247 paket kegiatan P3-TGAI di Kabupaten Aceh Tenggara dengan nilai anggaran sekitar Rp195 juta per paket, sehingga total anggaran mencapai lebih dari Rp48 miliar.

Sejumlah temuan di lapangan menimbulkan dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis. Dugaan tersebut meliputi penggunaan material yang dipersoalkan kualitasnya, bangunan saluran yang diduga tidak memiliki pondasi dasar yang memadai, konstruksi yang mengalami keretakan saat pekerjaan masih berlangsung, serta sejumlah saluran yang terputus dan dinilai berpotensi tidak berfungsi secara maksimal.

Selain itu, ditemukan pula dugaan pekerjaan pembangunan saluran irigasi yang dibangun di atas atau berdekatan dengan konstruksi lama. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait metode pelaksanaan dan kesesuaian pekerjaan dengan standar teknis yang seharusnya diterapkan.

Sorotan terhadap proyek ini juga mengarah kepada sistem pengawasan. Dalam pelaksanaan P3-TGAI, terdapat unsur pendampingan dan pengawasan, termasuk Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dan Konsultan Manajemen Balai (KMB), yang bertugas mengawal pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai ketentuan dan spesifikasi teknis.

Masyarakat pun meminta pihak BWS Sumatera I dan instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung terhadap titik-titik pekerjaan yang menjadi sorotan. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan kualitas bangunan, kesesuaian volume pekerjaan, penggunaan material, serta pelaksanaan kegiatan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Proyek ini menggunakan anggaran negara dan diperuntukkan bagi kepentingan petani. Karena itu, kualitas bangunan harus benar-benar diperhatikan agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” demikian salah satu aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada media.

Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah pihak terkait disebut belum memberikan penjelasan resmi mengenai seluruh dugaan yang berkembang di lapangan. Namun, berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan, pihak pengawas di salah satu lokasi menyatakan bahwa pekerjaan yang ditemukan mengalami keretakan masih berada dalam masa pelaksanaan dan telah diarahkan untuk dilakukan perbaikan.

Masyarakat berharap BWS Sumatera I Aceh, Direktorat Jenderal SDA, serta pihak berwenang dapat melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh kegiatan yang menggunakan anggaran negara benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.

Tim

Berita Terkait

*Tak Sampai 1 Jam, Polresta Malang Kota Tangkap Pelaku Penusukan Mahasiswa*
Polresta Malang Kota Tetapkan MMS Tersangka Pencabulan, Lima Korban Laki-Laki
Ngaku Motornya Dirampas, Remaja di Jati Agung Malah Jadi Tersangka, Mobil Stiker Labubu Terungkap
KSKP Bakauheni Amankan 98 Ekor Burung Tanpa Dokumen di Dalam Hiace
Korban dan Pelaku Bertetangga, Polisi Ungkap Komplotan Kejahatan di Delapan TKP
Kurang Dari Sepekan, Resmob Satreskrim Polresta Malang Kota Tangkap Pelaku Curanmor, Korban Pelajar Asal Sumenep
Pelaku Jambret Mahasiswi di Jalinsum Katibung Ditangkap, Polisi Amankan Dua Ponsel dan Uang Tunai
Kurang dari 24 Jam, Polisi Ungkap Kasus Curas Disertai Penusukan Perempuan di Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Ketua Umum LSM Macan Lampung Apresiasi Kepada Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Terkait Program Seragam Siswa Gratis 2026 Tetap Berjalan.,Masyarakat pun senang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Sekjen ATR/BPN Jelaskan Tiga Transformasi untuk Percepat Layanan Pertanahan kepada Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Kementerian ATR/BPN Kejar Sertipikasi 11 Juta Rumah MBR hingga 2029

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Satu Tahun Kepemimpinan Nanda-Anton, Perkuat Fondasi Pembangunan Pesawaran

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Capaian kinerja Pemerintahan Bupati Lucky Hakim dan Saefudin Kuartal Januari – Juli 2026 Menuju Indramayu REANG

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:01 WIB

HARI BERBAGI DI POSKO RAMAH MUKTAMIRIN

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:58 WIB

DANDIM 0210/TU LETKOL ARM KIKY HARDIAN, S.Sos.: PERTAHANKAN KOORDINASI DAN KOMUNIKASI YANG SUDAH BAIK SELAMA INI DAN TINGKATKAN UNTUK MASA MENDATANG

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:37 WIB

CEGAH KEBAKARAN PARA BABINSA DI JAJARAN KODIM 0210/TU MONITOR WILAYAH DAN MENGHIMBAU WARGA AGAR JANGAN MEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN SEMBARANGAN.

Berita Terbaru