Sejumlah Kalangan Mendesak Aparat Penegak Hukum Bongkar Dugaan Setoran Fee Proyek Revitalisasi Sekolah SDN-SMP Negeri 2026 di Aceh Tenggara

Nasional detik.com

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 19:25 WIB

50228 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane| Aparat Penegak Hukum (APH), Kejaksaan maupun Kepolisian wilayah Aceh Tenggara Provinsi Aceh, saat ini tengah didesak oleh berbagai elemen masyarakat untuk membongkar secara tuntas praktik setoran fee proyek revitalisasi sekolah tingkat SD dan SMP Negeri tahun anggaran dana 2026. Isu pemotongan anggaran pendidikan ini mencuat menyusul adanya laporan keluhan dari pihak sekolah yang tidak mau disebutkan namanya, merasa merasa ditekan oleh oknum pejabat dinas terkait harus memberikan setoran tunai atau komitmen fee setelah uang tersebut masuk ke rekening sekolah. Padahal pengerjaan proyek revitalisasi sekolah tersebut dikerjakan lewat panitia pelaksana swakelola. Namun sayanya mereka tetap harus memberikan setoran tunai hingga mencapai puluhan juta rupiah per sekolah dan tergantung besaran anggaran dana proyek tersebut.

“Ini adalah merupakan sebuah perbuatan melawan hukum atau gratifikasi karena setoran gelap. Praktik culas terkait Dana Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2026 dan kita berharap kepada pihak penegak hukum Kepolisian maupun Kejaksaan Kutacane untuk secepatnya bisa turun ke seluruh sekolah yang mendapat proyek revitalisasi. Kemudian memanggil seluruh oknum kepsek SD Negeri dan SMP Negeri guna untuk memberikan keterangan. Jika hal ini memang betul-betul terjadi. Maka pihak penegak hukum harus memberikan hukum yang sesuai dan setimpal dengan perbuatannya dan juga menyeret seluruh oknum pejabat yang terlibat yang menerima uang fee proyek tersebut. Ungkap salah seorang warga Aceh Tenggara kepada awak media Kamis (24/9/26)

Sedangkan modus operandi dan besaran persentase fee proyek revitalisasi tersebut bervariasi. Dengan menggunakan sistem orang kepercayaan oknum Kadis uang diberikan secara tunai

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya Muncul desakan kuat dari masyarakat kepada aparat penegak hukum untuk mengusut rumor kewajiban setoran dana proyek pasca-pencairan tahap pertama dan tahap kedua. Dugaan Fee: Oknum Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri maupun swasta dikabarkan diminta menyetor fee berkisar 10 persen hingga 15 persen dari nilai pagu anggaran yang dialokasikan untuk jatah oknum pimpinan dinas pendidikan setempat. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat dilaporkan sempat membantah tudingan ini.

Dugaan Fee: Para kepala sekolah dipaksa menyetorkan fee sebesar 15 persen. Di wilayah ini, masyarakat juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut turun tangan karena uang yang diduga mengalir ke oknum pejabat dinas pendidikan setempat dan oknum penguasa daerah.

Padahal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) serta tokoh politik nasional menegaskan bahwa anggaran revitalisasi sekolah nasional yang bernilai triliunan rupiah ini harus bebas dari intervensi, potongan dana, maupun pungutan liar dalam bentuk apa pun.Tindakan meminta atau memotong dana proyek sekolah tersebut.

Jika hal ini terbukti memenuhi unsur tindak pidana korupsi (pemerasan dalam jabatan atau gratifikasi) sebagaimana diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang memuat ancaman hukuman penjara serius bagi oknum pejabat yang terlibat.

Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi, media ini tetap menunggu untuk menerima klarifikasi dari pihak dinas Pendidikan kabupaten Aceh Tenggara. Dan kita tetap menggunakan azas praduga tak bersalah dalam mengedepankan pemberitaan.(Tim)

Berita Terkait

Musibah Dijadikan Ladang Cuan, Oknum Diduga Kuras Material Sungai di Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Saat Warga Masih Terendam Banjir
Ada Apa dengan Nasib Buron Lapas Kutacane yang Baru Sehari Diamankan Lalu Tewas, Prosedur Perawatan Lapas Dipertanyakan
Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
SMK PP Negeri Kutacane Gandeng Forum Kakao Aceh, Perkuat Kompetensi Siswa dan Hilirisasi Kakao
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 21:12 WIB

Wujudkan Infrastruktur yang Bermanfaat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818 Rampungkan 100 Persen Pembangunan Dinding Penahan Tanah di Desa Taji

Minggu, 8 November 2026 - 20:57 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818 Siapkan Timbunan Dasar Jalan Sebelum Pengecoran di Desa Taji

Minggu, 8 November 2026 - 20:51 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818 Gelar Sosialisasi Gerakan Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas

Minggu, 8 November 2026 - 20:45 WIB

Antusiasme Warga Desa Taji Warnai Sosialisasi Pencegahan Stunting dalam Program TMMD ke-130 Kodim 0818

Minggu, 8 November 2026 - 20:37 WIB

TAK KENAL LELAH, ANGGOTA SATGAS TMMD KE-130 KODIM 0818/MALANG ANGKAT BATU KORAL DEMI PERCEPAT PENGECORAN JALAN USAHA TANI

Minggu, 8 November 2026 - 20:31 WIB

WUJUDKAN KENANGAN DAN PENGABDIAN, SATGAS TMMD KE-130 KODIM 0818 LANJUTKAN PEMBANGUNAN TUGU PRASASTI DI DESA TAJI

Minggu, 8 November 2026 - 20:29 WIB

TMMD KE-130 KODIM 0818 MALANG HADIRKAN HARAPAN BARU, PEMBANGUNAN DINDING PENAHAN TANAH DI DESA TAJI TERUS DIKEBUT

Minggu, 8 November 2026 - 20:07 WIB

TMMD KE-130 KODIM 0818 MALANG BATU HADIRKAN PEMBANGUNAN PENAHAN TANAH DI DUSUN UMBUT LEGI, DESA TAJI

Berita Terbaru