Terindikasi Judol, 12.800 Penerima Bansos Di Kabupaten Serang Diblacklist

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:23 WIB

50282 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG – NasionalDetik.Com – Di Kabupaten Serang terdapat 12.800 penerima Bantuan Sosial (Bansos), terindikasi bermain Judi Online (Judol) tetapi belum dapat disimpulkan apakah seluruh penerima ini benar-benar terlibat Judol atau hanya beberapa orang saja.

Meski begitu 12.800 penerima Bansos ini sudah diblacklist, berdasarkan arahan langsung dari Kementerian Sosial (Kemensos), dan digantikan dengan data baru dari Desil satu sampai empat yang sama sekali belum pernah dapat Bansos.

Kepala Dinsos Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian mengatakan, penerima Bansos yang masuk dalam data terindikasi Judol, berasal dari program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang anggarannya bersumber dari APBN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ribuan penerima Bansos sudah diblacklist sesuai arahan dari Kemensos, dan digantikan dengan data baru dari Desil satu sampai Desil empat yang belum pernah mendapatkan bantuan.

“Belum bisa dipastikan apakah semuanya terlibat Judol atau tidak, yang pasti ada indikasi bermain Judol, karena terdeteksi dari sistem ketika si penerima menerima Bansos itu ketahuan alur uangnya kemana. Kita akan melawan Judol, sebab sangat berdampak terhadap keberlanjutan penerimaan bantuan sosial,” katanya saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Jumat 28 Agustus 2026.

Karena belum tentu semuanya terindikasi Judol, kata Yadi, kepada penerima Bansos yang merasa dirinya tidak pernah melakukan aktivitas Judol, bisa untuk mengajukan sanggah supaya bisa kembali dapat Bansos.

Pihaknya bersama pendamping PKH sudah juga melakukan sosialisasi, dan sampai sekarang ada sekitar 400 penerima Bansos telah mengajukan sanggah.

“Sanggah ini untuk menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki aktivitas dengan Judol, sudah ada 400 orang yang melakukan sanggah,” ujarnya.

Dikatakan Yadi, penggunaan Bansos ini diawasi dengan ketat, karena terdapat sistem yang terhubung dengan data perbankan pada Bansos yang diterima.

Sehingga bisa ketahuan Bansos ini digunakan untuk apa, karena ini sebagai langkah untuk kehati-hatian, supaya Bansos yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Pemberantasan Judol saat ini menjadi salah satu perhatian pemerintah, karena itu penerima Bansos jangan pernah terlibat dalam aktivitas tersebut. Karena sangat merugikan dan berbahaya,” ucapnya.

Kata Yadi, bagi penerima Bansos yang merasa tidak pernah bermain Judol dan ingin mengajukan sanggah, terdapat sejumlah dokumen yang harus dilengkapi.

Di antaranya berita acara dari pemerintah desa, serta surat pernyataan yang menyatakan bahwa penerima tidak lagi melakukan aktivitas Judol.

Apabila seluruh dokumen dinyatakan lengkap akan dilakukan persetujuan, dan mengajukan kembali data penerima untuk diproses, apabila proses persetujuan belum dapat dilakukan, penerima harus menunggu pada tahapan atau antrean berikutnya.

“Mereka harus membuat berita acara dengan desa, dan membuat surat pernyataan bahwa mereka stop Judol, dan berita acara serta surat pernyataan sudah disiapkan dari desa dan kami juga ada. Supaya mereka bisa kembali menerima Bansos lagi,” tuturnya.

(Suprani)

Berita Terkait

FAPL Sultra Desak Kejati dan Polda Sultra Tindak Tegas Dugaan Pertambangan Ilegal PT Pandu Urane Perkasa
Polres Tulungagung Bongkar Lokasi Perjudian Sabung Ayam Dan Dadu di Desa Bono
Alamak…!!! Lima Ekor Lembu Milik Warga Ditemukan Mati Diduga Diracun Di Perkebunan Serbalawan
Polres Karo Ungkap Kasus Curas Sebabkan Korban MD, Dua Tersangka Diamankan
Polisi Ungkap Kasus Kekerasan Seksual di Lowokwaru, Pelaku Kenal Korban dan Sempat Curhat Lewat WhatsApp
Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Pengawasan BWS Sumatera I Disorot
*Tak Sampai 1 Jam, Polresta Malang Kota Tangkap Pelaku Penusukan Mahasiswa*
Polresta Malang Kota Tetapkan MMS Tersangka Pencabulan, Lima Korban Laki-Laki

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:10 WIB

Kodam I/BB : Progres Pembangunan Jembatan Gantung di Sipenggeng Capai 27,5 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:04 WIB

Kodim 0205/TK Bangun Jembatan Beton di Juhar Ginting, Progres Capai 11 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:57 WIB

Kodim 0205/TK Progres Pembangunan Jembatan Beton Tahap VII A dan VII B di Desa Pernantin Capai 20 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:34 WIB

Usai Pembukaan TMMD ke-130, Dansatgas Kodim 0206/Dairi Langsung Turun ke Sasaran Bersama Forkopimda

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:18 WIB

Membangun dari Pelosok, TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Perkuat Semangat Kebersamaan di Pakpak Bharat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:09 WIB

Kodim 0206/Dairi dan Pemkab Pakpak Bharat Bersinergi Percepat Pembangunan Pedesaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Kodim 0206/Dairi Bergerak, Bangun Desa Sibongkaras Lewat TMMD ke-130

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:55 WIB

Dari Desa Untuk Masa Depan: TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Resmi Dimulai

Berita Terbaru