Nasionaldetik.com,— 04 September 2026 Penanganan medis terhadap sejumlah pasien yang mengalami gejala mual dan sakit perut diduga akibat keracunan makanan terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, sebagian besar pasien telah diperbolehkan pulang dan tersisa tiga orang yang masih menjalani perawatan intensif di puskesmas.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak camat kabuh Pak Satriya, lonjakan pasien terjadi sejak Kamis malam. Sebanyak 10 pasien sempat dirawat inap dan mendapat tindakan medis berupa pemasangan infus.
“Kemarin sudah ditangani, ada yang rawat jalan dan beberapa rawat inap. Malam harinya ada 10 pasien yang dirivas infus. Setelah kondisi membaik, tadi malam tujuh pasien sudah diperbolehkan pulang, sehingga tersisa tiga orang yang masih dirawat,” ujar Satriya.
Kronologi Kejadian
Gejala dirasakan para korban diduga berawal dari konsumsi makanan pada hari Rabu. Efek seperti mual dan sakit perut baru mulai dirasakan warga pada Kamis pagi sebelum mengonsumsi makanan lain.
Melihat banyaknya warga dan anak-anak sekolah yang mengeluhkan gejala serupa secara bersamaan, pihak keluarga dan warga setempat langsung membawa para korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Respon Cepat Pemerintah Daerah
Kejadian ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten setempat. Jajaran pejabat daerah, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda) hingga Kapolres, telah turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memantau penanganan pasien.
Mengenai pemicu pasti terjadinya gejala massal ini, pihak medis menyatakan masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.
“Untuk kepastian penyebabnya, kami masih menunggu hasil uji sampel laboratorium dalam beberapa hari ke depan,” tambah Satriya.
Saat ini pihak puskesmas bersama dinas terkait terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten guna memastikan seluruh pasien mendapat penanganan hingga pulih sepenuhnya.
Kasus dugaan keracunan makanan yang menyebabkan puluhan warga/siswa mengalami gejala mual dan sakit perut.
Warga/siswa sekolah yang menjadi korban, Pak Satriya (narasumber medis/lokal), serta Sekda dan Kapolres yang meninjau lokasi Puskesmas Kabuh setempat.
Makanan dikonsumsi Rabu, timbul gejala Kamis pagi, puncak perawatan Kamis malam hingga Jumat.
Diduga akibat mengonsumsi makanan tertentu (masih dalam tahap uji laboratorium).
Korban langsung ditangani dengan rawat jalan dan rawat inap (infus). Sebanyak 7 pasien sudah pulih/pulang, dan sisa 3 pasien masih dalam pemulihan di puskesmas.
Tim Redaksi





























