DAIRI, Nasionaldetik.com
– Semangat kebersamaan menyambut HUT ke-68 Korem 023/Kawal Samudra dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 diwujudkan melalui aksi pembersihan massal di Pasar Induk Sidikalang, Kabupaten Dairi, Kamis (6/8/2026). Mengusung tema “TNI AD Hadir Bersama Rakyat untuk Rakyat”, kegiatan ini memperlihatkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman.
Aksi gotong royong dipimpin Danramil 02/Sidikalang Kapten Inf. T. Aritonang dan dihadiri Camat Sidikalang Mawardi Tumangger. Turut terlibat 10 personel Babinsa Koramil 02/Sidikalang, 6 personel Bhabinkamtibmas Polsek Sidikalang, 5 personel Dinas Pasar, 10 personel Dinas Lingkungan Hidup, serta 10 personel Kecamatan Sidikalang. Seluruh peserta bahu-membahu menyapu area pasar, mengangkat sampah, membersihkan saluran drainase, serta menata lingkungan agar aktivitas perdagangan berlangsung lebih nyaman.
Kapten Inf. T. Aritonang mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, menjaga kebersihan fasilitas umum bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat melalui budaya gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.
Camat Sidikalang Mawardi Tumangger mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan TNI, Polri, perangkat daerah, dan masyarakat menjadi contoh positif dalam membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan. Pasar yang bersih, katanya, akan memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung serta mencerminkan wajah Kota Sidikalang yang tertib dan sehat.
Melalui kegiatan ini, tema “TNI AD Hadir Bersama Rakyat untuk Rakyat” tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semangat gotong royong yang tercipta di Pasar Induk Sidikalang diharapkan terus tumbuh sebagai budaya bersama dalam mengisi kemerdekaan dengan kepedulian, persatuan, dan pengabdian demi kemajuan Kabupaten Dairi.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena


























