Lirboyo, “Pabrik” Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:38 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com – Oleh : KH. Imam Jazuli, Lc. MA

10 Mei 2026

KALAU Anda mencari tempat yang paling “keras” dalam mencetak pengasuh pesantren, jawabannya satu: Lirboyo. Kediri, Jawa Timur. Jangan bayangkan gedung tinggi pencakar langit. Bayangkan ribuan santri, bersarung, berdesakan mengaji kitab kuning, tidur berhimpitan, tapi dari sanalah—dari kesederhanaan yang ekstrem itu—lahir raksasa-raksasa keilmuan yang mengasuh ribuan pesantren di seluruh pelosok Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lirboyo bukan sekadar pesantren biasa, ini adalah “pabrik” pencetak ulama, terutama ulama pengasuh pesantren. Bagaimana Lirboyo bekerja? Mbah Manab (KH Abdul Karim), sang pendiri, menanamkan fondasi kuat: istikomah dan takzim (hormat) pada guru. Santri Lirboyo tidak diajarkan untuk sekadar pintar, tapi alim. Pintar bisa dicari pada AI atau Google, namun alim? Hanya bisa didapat dari barokah guru.

Kurikulumnya? Alfiah, Jauhar Maknun, Juman, Fathul Qarib, Fathul Mu’in, Mahalli, Jamul jawami, Ihya Ulumuddin dst. Namun, di tangan KH. Mahrus Aly dan KH. Idris Marzuki, serta pengasuh setelahnya, santri dididik mandiri. Tidak manja. Lirboyo mendidik santrinya untuk berani terjun ke masyarakat, memimpin, dan mendirikan pesantren. Itulah mengapa alumni Lirboyo identik dengan “pengasuh pesantren”.

Menurut data dari organisasi Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Ada 5.002 pendiri dan pengasuh pondok pesantren yang alumni Lirboyo, diantaranya (sekedar menyebut contoh): Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Pengasuh: KH. Maimoen Zubair. Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin Leteh, Rembang yang diasuh KH Ahmad Musthafa Bisri. Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang Pengasuh: KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

Kemudian Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo. Penerusnya seperti KH Huda Djazuli Usman pernah nyantri di Lirboyo. Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Pengasuh KH Abdul Ghofur. Pondok Pesantren Al-Falah, Banjarbaru. Pengasuh: KH Moh. Ramli dan KH Nur Halimi. Lalu, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo. Pengasuh: KH R Achmad Azaim. Pondok Pesanren Atsaqofah Jakarta, Pengasuh: KH Muhammad Said Aqil Siraj. Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Pengasuh: KH Mustafa Aqil Siraj. Pondok Pesantren Al-Falah, Demangan, Bangkalan, Pengasuh: KH Ahmad Fatah. Kemudian Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Pengasuh: KH Achmad Asrori Al-Ishaqi. Pondok Pesantren Miftahul Huda, Pesawahan, Semarang, Pengasuh: KH Ahmad Said. Pondok Pesantren Sirojul Huda, Bogor Pengasuh: KH Abdul Wahid. Pondok Pesantren Darussalam, Pasuruan. Pengasuh: KH Abdul Hamid dan ribuan pesantren lainnya.

Pesantren-pesantren di atas dikenal mengikuti kurikulum salaf (kitab kuning) yang sehaluan dengan metode keilmuan yang diajarkan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Ribuan lagi kiai-kiai sepuh di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga luar Jawa yang merupakan “alumni emas” Lirboyo. Mereka menjadi pengasuh, membimbing ribuan santri, dan menjaga stabilitas moral masyarakat di tingkat akar rumput.

Mungkin ada pertanyaan: Mengapa Lirboyo belum tergantikan saat ini? Ada sebagian berpendapat “Lirboyo itu manajemennya unik. Manajemen pasrah”, tapi disiplin. Tidak ada AC, tapi santrinya ngaji tidak ngantuk. Sementara yang lain, mungkin akan menekankan: “Ini soal manhaj. Lirboyo merawat tradisi tafaquh fiddin (dalam ilmu agama) di tengah arus modernisasi.”

Lirboyo mencetak “bapak pesantren”, bukan sekadar “pengajar” pesantren. Maaf, Lirboyo mungkin tidak pernah bercita-cita mencetak pegawai negeri. Sebab fokusnya satu: mencetak ulama. Maka jangan kaget, kurikulumnya sangat ortodoks, sangat kiai, dan sangat kitab kuning. Di sana, santri digembleng bukan hanya hafal teks, tapi menghirup tradisi ketawaduan para pengasuhnya.

Lirboyo adalah simbol tashfiyah (pemurnian) dan tarbiyah (pendidikan) jiwa. Santri Lirboyo itu punya kekhasan: militansinya tinggi, penguasaan fikihnya tajam, dan pengabdiannya mutlak. Itulah mengapa, ketika mereka pulang ke kampung halaman, pilihannya cuma dua: meneruskan pesantren yang sudah ada atau babat alas mendirikan pesantren baru.

Di Lirboyo, ilmu itu bukan sekadar pengetahuan, tapi amaliyah. Santri tidak belajar tentang dunia, tapi menguasai dunia dengan ilmu akhirat. Itulah Lirboyo, pabrik ulama yang tak pernah berhenti mengirim cahaya ke seluruh jagad Nusantara dan mengubahnya. Penulis, tentu saja sangat bersyukur pernah nyantri di Lirboyo, dan sejujurnya, inilah salah satu modal besarnya untuk mendirikan Pesantren Bina Insan Mulia, selain modal pendidikan dari pesantren Tegal Koneng, Kempek, Caringin dan Universitas al-Azhar Mesir. Wallahu’alam bishawab.

Editor : Admin

Berita Terkait

SKANDAL MIRAS BANYUWANGI: Toko Berkedok Minimarket Jual Alkohol Kadar Tinggi ke Pelajar, Di Mana Aparat?
Musim Giling 2026 Dimulai, PG Modjopanggoong Targetkan Produksi Puluhan Ribu Ton Gula
Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga, Pemasangan Hebel RTLH di Kauman Dikebut
Pangdivif 2 Kostrad Buka Kejuaraan Renang 2026
Babinsa Koramil 14 Jatisrono Bersama Linmas Sisir Obyek Vital Demi Jaga Keamanan Warga
PNIB Berharap Polres Pamekasan dan Polda Jatim Cekal Rizieq Shihab demi Jawa Timur dan Indonesia Aman Damai
MENCORENG INSTITUSI POLRI : Salah Satu Oknum Polisi Polres Maros Kab. Maros, Berpangkat Aipda, atas nama Himawan, Pemerkosaan dan Aborsi
Danrem 083/Baladhika Jaya Apresiasi Jembatan Garuda Merah Putih di Songgon, Bukti Nyata Pembangunan yang Menjawab Kebutuhan Rakyat

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:25 WIB

Sinergis TNI-Polri Sukseskan Pelaksanaan TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:00 WIB

Mempererat Kebersamaan Dengan Masyarakat di Perbatasan

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:54 WIB

Tanpa Lelah TNI dan warga Kauman Kebut Rabat Beton

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:49 WIB

Seandainya 321 WNA Tak Ditangkap, Negara Kita Jadi Surga Judol

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:26 WIB

Haru Warga Mamasa, Jembatan Gantung Garuda Akhiri Isolasi Dusun Betteng

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:20 WIB

Jembatan Gantung Garuda di Mamasa, Bukti Negara Menjangkau Pelosok Negeri

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:02 WIB

Jembatan Gantung Garuda Resmi Berdiri, Asa Baru Warga Pelosok Mamasa

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:44 WIB

Semangat Tanpo Sambat”, Satgas TMMD dan Warga Kejar Penyelesaian Pengecoran Jalan Jelang Penutupan TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen

Berita Terbaru

NASIONAL

Mempererat Kebersamaan Dengan Masyarakat di Perbatasan

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:00 WIB

NASIONAL

Tanpa Lelah TNI dan warga Kauman Kebut Rabat Beton

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:54 WIB

NASIONAL

Seandainya 321 WNA Tak Ditangkap, Negara Kita Jadi Surga Judol

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:49 WIB