Musim Giling 2026 Dimulai, PG Modjopanggoong Targetkan Produksi Puluhan Ribu Ton Gula

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:39 WIB

5045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, Nasionaldetik.com – Suasana penuh semangat dan nuansa tradisi mewarnai dimulainya musim giling tebu tahun 2026 di PG Modjopanggoong, Sabtu (9/5/2026). Tradisi “Manten Tebu” yang digelar di area pabrik menjadi simbol dimulainya pengolahan tebu sekaligus harapan baru bagi ribuan petani tebu di Tulungagung dan wilayah sekitarnya.

Musim giling tahun ini dinilai menjadi momentum penting dalam mendukung target swasembada gula nasional yang dicanangkan pemerintah pusat pada 2028. Kehadiran Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama jajaran Forkopimda serta manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menandai komitmen bersama memperkuat sektor pergulaan daerah.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa sektor pertanian tebu memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi Kabupaten Tulungagung. Ia menyebut kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah mencapai 18,66 persen pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertanian, khususnya tebu, bukan hanya sumber penghasilan masyarakat, tetapi juga kekuatan ekonomi daerah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PG Modjopanggoong, Sugiyanto, menyampaikan optimisme terhadap capaian produksi tahun ini. PG Modjopanggoong menargetkan tebu giling mencapai 446.123 ton dengan produksi gula sebesar 33.705 ton selama sekitar 161 hari masa giling.
Untuk mendukung target tersebut, pasokan tebu berasal dari total lahan seluas 6.783 hektare yang tersebar di wilayah Tulungagung, Blitar, Trenggalek, hingga Malang.

“Kami telah melakukan berbagai persiapan baik dari sisi mesin, kesiapan SDM, maupun koordinasi dengan petani agar musim giling berjalan lancar dan produktif,” kata Sugiyanto.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai menjalankan program peningkatan produktivitas melalui peremajaan tanaman tebu atau bongkar ratoon seluas 1.055 hektare serta perluasan areal tanam baru seluas 176 hektare.
Menurut Ahmad Baharudin, langkah tersebut penting dilakukan karena banyak tanaman tebu yang sudah mengalami penurunan kualitas akibat usia tanam yang terlalu lama.

“Produktivitas harus terus ditingkatkan melalui penggunaan bibit unggul, mekanisasi pertanian, dan tata kelola distribusi yang efisien,” tegasnya.

Senior Executive Vice President Pengembangan PT SGN, Putu Sukarmen, mengungkapkan bahwa tantangan cuaca ekstrem pada tahun sebelumnya menjadi evaluasi penting bagi perusahaan. Curah hujan tinggi pada 2025 sempat berdampak terhadap hasil panen dan rendemen gula.
Namun demikian, pihaknya optimistis musim giling 2026 akan berjalan lebih baik dengan strategi antisipasi yang telah disiapkan sejak awal tahun.

“PT SGN diproyeksikan menyumbang sekitar 1,1 juta ton gula atau 34 persen dari total produksi gula nasional tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, para petani tebu melalui Ketua DPD APTRI Tulungagung, Santoso, berharap pemerintah segera menaikkan Harga Pokok Produksi (HPP) gula demi menjaga kesejahteraan petani.
APTRI mengusulkan kenaikan HPP gula dari Rp14.500 menjadi Rp16.875 per kilogram seiring meningkatnya biaya pupuk, tenaga kerja, dan operasional pertanian.

Pembukaan musim giling PG Modjopanggoong tahun 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membawa optimisme baru bagi ribuan petani tebu di Tulungagung dan sekitarnya.

Reporter : Eva

Editor : Admin

Berita Terkait

SKANDAL MIRAS BANYUWANGI: Toko Berkedok Minimarket Jual Alkohol Kadar Tinggi ke Pelajar, Di Mana Aparat?
Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga, Pemasangan Hebel RTLH di Kauman Dikebut
Pangdivif 2 Kostrad Buka Kejuaraan Renang 2026
Babinsa Koramil 14 Jatisrono Bersama Linmas Sisir Obyek Vital Demi Jaga Keamanan Warga
PNIB Berharap Polres Pamekasan dan Polda Jatim Cekal Rizieq Shihab demi Jawa Timur dan Indonesia Aman Damai
MENCORENG INSTITUSI POLRI : Salah Satu Oknum Polisi Polres Maros Kab. Maros, Berpangkat Aipda, atas nama Himawan, Pemerkosaan dan Aborsi
Danrem 083/Baladhika Jaya Apresiasi Jembatan Garuda Merah Putih di Songgon, Bukti Nyata Pembangunan yang Menjawab Kebutuhan Rakyat
Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kompak Hadiri Rapat APBDes Sukaramai Demi Stabilitas dan Kemajuan Desa

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:06 WIB

Karya Bakti Skala Besar Kodam I/BB Dimulai, Jembatan Perintis Garuda di Sungai Hou Nias Dibangun

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:57 WIB

Aktivitas Nelayan Lumpuh Akibat BBM Mahal, DPC Maung Kubu Raya Desak Pemda Tangani Serius

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:31 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Pimpin Miyajgema Tokoh Lintas Sektoral Papua Barat : Perkuat Persatuan dan Sinergi Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:13 WIB

Koleksi Almira ADS Bersinar di Catwalk Persit Bisa II Jadi Magnet Antrian Penjulan Fashion Wastra

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:00 WIB

*Sentuhan Harapan di Rumah Sederhana, Brigjen TNI Joni Pardede Tinjau RTLH Milik Janda Pencari Pasir dalam TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen*

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:48 WIB

Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 410/ALG Pos Teluk Arguni Laksanakan Kegiatan Yankes Di Kampung Bofuwer

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:25 WIB

BUNGKIR: Kadis LHK Sumut “Bungkam Seribu Bahasa”, Perambahan Hutan Poldung Labura Semakin Menjadi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:12 WIB

Patahkan Isu “Kabur” ke Malaysia, Kades Sinama Nenek Kembali Ngantor dan Bongkar Fakta Sebenarnya

Berita Terbaru