Nasionaldetik.com,– 31 Maret 2026 Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Komang, memastikan bahwa seluruh unsur terkait mulai dari ASDP, BPTD, hingga kepolisian terus bekerja maksimal untuk mengurai antrean kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang menuju Gilimanuk.
Dinas Perhubungan, ASDP, BPTD, dan para pengemudi kendaraan (truk logistik, bus, kendaraan kecil, dan roda dua).
Penanganan lonjakan volume kendaraan dan antrean di pelabuhan penyeberangan.
Pelabuhan Penyeberangan Ketapang (Banyuwangi) menuju Gilimanuk (Bali), serta titik-titik pengaturan lalu lintas di Pertigaan Farly dan Jalan Lingkar Ketapang.
Pasca libur lebaran (setelah 2 minggu pembatasan operasional kendaraan besar).
Terjadi lonjakan volume kendaraan yang sangat tinggi secara bersamaan, ibarat “bendungan yang jebol”, karena kendaraan besar (golongan III ke atas) mulai beroperasi kembali secara serentak setelah dilarang selama masa lebaran.
Mengerahkan 55 kapal (dari kondisi normal 28 kapal, kini dioptimalkan hingga 38 kapal yang beroperasi).
Menerapkan skenario TBB (Tiba, Bongkar, Berangkat): Kapal dari Ketapang membongkar muatan di Gilimanuk dan langsung kembali tanpa memuat penumpang untuk efisiensi waktu sekitar 30 menit.
Menyiapkan kapal bantuan berkapasitas besar (seperti Jembatan Nusantara) yang mampu mengangkut 500-700 motor sekaligus.
Menerapkan skala prioritas: Roda dua dan bus penumpang diutamakan, disusul kendaraan kecil, dan kendaraan logistik.
“Ini bukan kemacetan, tapi antrean karena arus terus mengalir. Kami sudah memaksimalkan layanan TBB untuk mempercepat proses ‘penyedotan’ kendaraan dari Ketapang ke Gilimanuk agar tidak terjadi penumpukan yang lebih panjang.” Tegas Komang, Kadishub.
Saat ini, kondisi di Jalan Lingkar Ketapang dilaporkan sudah mulai lancar dan antrean dari arah Utara (Watu Dodol) terus menurun.
Tim Redaksi







































