Wahyudi El Panggabean Imbau Insan Pers Nasional Segera Adaptasi AI dan Perkuat Kompetensi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:28 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com,PEKANBARU — Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa gelombang perubahan besar pada lanskap media global. Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., MT.BNSP., CPCT., mengeluarkan imbauan keras kepada segenap insan pers di tanah air untuk segera melipatgandakan semangat belajar dan beradaptasi agar eksistensi profesi tidak tergilas zaman.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Wahyudi saat menerima kunjungan sejumlah pemimpin redaksi media di kediamannya, Pekanbaru, Rabu (1/7/2026).

Wahyudi, yang telah lebih dari 40 tahun menekuni dunia jurnalistik sekaligus menjabat sebagai Anggota Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru, menilai bahwa teknik jurnalistik dalam lima tahun terakhir telah mengalami lompatan eksponensial yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Kehadiran generative AI kini menuntut standardisasi keahlian baru bagi seorang jurnalis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sedang menghadapi titik balik sejarah pers. Saat ini telah terjadi pergeseran metodologi kerja yang sangat masif. Pilihan kita hanya dua: beradaptasi dengan belajar lebih giat untuk menguasai teknologi ini, atau menolak berubah lalu perlahan-lahan tergilas dan hilang dari industri,” ujar tokoh yang juga dikenal produktif sebagai penulis belasan buku jurnalistik tersebut di hadapan para pemred.

Wahyudi menjabarkan bahwa aspek mendesak yang harus segera dikuasai oleh para jurnalis saat ini meliputi literasi perangkat AI (prompt engineering), metode verifikasi tingkat lanjut (advanced fact-checking), serta pemahaman komprehensif terhadap regulasi pers digital. Kendati demikian, ia mengingatkan agar adopsi teknologi ini tidak melanggar rambu-rambu etis.

“AI mutlak diposisikan sebagai instrumen akselerasi riset, seperti merangkum dokumen hukum yang tebal atau memetakan big data. Namun, jurnalis tidak boleh malas. Hasil olahan mesin wajib diuji akurasinya karena AI rawan mengalami halusinasi informasi. Jangan sampai proses penyuntingan kehilangan prinsip human oversight atau pengawasan manusia,” tegas praktisi senior yang telah melatih ribuan jurnalis lewat PJC selama dua dekade terakhir ini.

Lebih lanjut, berbekal pengalamannya yang matang di dunia pers dan hukum, Wahyudi menggarisbawahi bahwa secanggih apa pun algoritma AI, ada batas-batas humanis dalam profesi pers yang tidak akan pernah bisa direplikasi oleh baris kode komputer.

“Mesin tidak dibekali nurani, tidak memiliki kode etik, dan tidak mempunyai hunting instinct atau naluri berburu berita di lapangan. AI tidak akan pernah bisa membangun hubungan emosional yang intim dengan narasumber saat wawancara mendalam (in-depth interview). Keunggulan otentik manusia itulah yang harus kita pertajam,” tambahnya.

Mengakhiri pertemuan tersebut, Wahyudi mendesak seluruh perusahaan pers dan lembaga pelatihan untuk segera merevitalisasi kurikulum pendidikan jurnalistik mereka agar selaras dengan kebutuhan era disrupsi. Sinergi antara kecakapan teknologi dan integritas moral dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Berita Terkait

SP2HP Terbit, Dugaan Mafia BBM Singkawang Disorot Kapolda Kalbar Diminta Bongkar Oknum
*HUT ke-81 TNI, Kasad Saksikan Peresmian Enam Kodam Baru*
Antusiasme Pendukung Menggema di Pengundian Pilkades Wantilan, A Ramli Sidik Dapat Nomor Urut 3
PNIB Apresiasi Kapolri Baru dengan Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Dukung Polri Totalitas Mengayomi Melayani Melindungi Rakyat
Dualisme Tarif WiFi di Pamenang Merangin: Resmi Rp 200 Ribu, Warga Diminta Bayar Rp 210 Ribu ke Reseller
PERSONEL BABINSA KORAMIL 07/JUHAR KODIM 0205/TK BERSAMA WARGA, GOTONG ROYONG MEMBANGUN JEMBATAN GARUDA
Keluarga Besar Kejari Karo Sampaikan Penghormatan Khusus kepada Guru di Tanah Karo dalam Rangka World Teachers’ Day 2026
Kejari Karo Ucapkan Selamat HUT ke-81 TNI: Perkuat Sinergitas Kawal Kedaulatan Negara

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:59 WIB

SP2HP Terbit, Dugaan Mafia BBM Singkawang Disorot Kapolda Kalbar Diminta Bongkar Oknum

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:39 WIB

*HUT ke-81 TNI, Kasad Saksikan Peresmian Enam Kodam Baru*

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Antusiasme Pendukung Menggema di Pengundian Pilkades Wantilan, A Ramli Sidik Dapat Nomor Urut 3

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:44 WIB

PNIB Apresiasi Kapolri Baru dengan Slogan Polisi Bersama Masyarakat, Dukung Polri Totalitas Mengayomi Melayani Melindungi Rakyat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Dualisme Tarif WiFi di Pamenang Merangin: Resmi Rp 200 Ribu, Warga Diminta Bayar Rp 210 Ribu ke Reseller

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Keluarga Besar Kejari Karo Sampaikan Penghormatan Khusus kepada Guru di Tanah Karo dalam Rangka World Teachers’ Day 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:59 WIB

Kejari Karo Ucapkan Selamat HUT ke-81 TNI: Perkuat Sinergitas Kawal Kedaulatan Negara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Awali Pekan, Jajaran Kejari Karo Gelar Apel Pagi untuk Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

NASIONAL

*HUT ke-81 TNI, Kasad Saksikan Peresmian Enam Kodam Baru*

Selasa, 6 Okt 2026 - 13:39 WIB