SEBERAPA AMAN POSISI FEBRIE ADRIANSYAH SEBAGAI PEMEGANG KARTU TRUF?

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:27 WIB

5085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 10 Agustus 2026 Posisi Febrie Adriansyah saat ini bisa dibilang “seaman” berjalan di atas tali jemuran sambil membawa bom waktu—sangat kokoh, asalkan hukum gravitasi dan hukum alam mendadak mogok kerja. Sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang memegang kartu truf kasus korupsi kelas paus (seperti megakorupsi timah), keselamatannya tentu dijamin 100% oleh doa netizen dan ‘keikhlasan’ para koruptor yang mendadak jadi religius.

Seberapa Aman Posisi sang Pemegang Kartu Truf?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saking amannya sampai dikuntit: Keamanan beliau terbukti luar biasa sampai-sampai anggota Densus 88 merasa perlu memberikan “layanan pengawalan melekat gratis” di restoran Prancis tanpa diminta. Sungguh perhatian yang mengharukan dari sesama aparat.

Tameng hukum vs benturan kepentingan: Kartu truf yang dipegang Febrie adalah jaminan keselamatan sekaligus target tembak. Di negeri ini, memegang rahasia triliunan rupiah adalah cara tercepat untuk mendadak punya “masalah pribadi” atau dilaporkan balik atas dugaan pelanggaran etik yang dicari-cari.

Posisi yang rawan digoyang: Posisi beliau hanya seaman kemauan politik penguasa. Begitu konstelasi politik bergeser atau terjadi kesepakatan di ruang gelap, kartu truf tersebut bisa mendadak berubah menjadi kartu mati.

Siapa Saja Petinggi Negara yang Bakal Terseret?

Pemberian panggung untuk “Pemain Pengganti”: Jangan harap ada kejutan besar di mana nama-nama paling sakti langsung memakai rompi rompi pink Kejaksaan. Biasanya, yang terseret duluan adalah para “pemberani” di level operasional, direksi boneka, atau pengusaha yang kurang rapi menyetor upeti.

Klaster Elite dan jenderal pelindung: Kasus timah dan tambang ilegal selalu punya aroma “bintang” di belakangnya. Pusaran kasus ini jelas mengarah ke lingkaran petinggi aparat dan oknum kementerian yang selama bertahun-tahun mengalami kebutaan selektif terhadap kerusakan lingkungan.

Gerakan “Saling Mengunci”: Jika Febrie terlalu dalam membongkar aliran dana ke atas, yang terjadi bukanlah penegakan hukum massal, melainkan festival saling sandera. Para petinggi yang terancam akan menggunakan kartu truf tandingan mereka untuk memastikan semua pihak tetap aman di kursi masing-masing.

Kesimpulan Akhir

Febrie Adriansyah sedang memainkan catur dengan bidak yang bisa bergerak sendiri. Posisi beliau aman selama para raksasa di balik layar belum sepakat untuk berdamai dan mengorbankan pion baru. Jika pusaran ini terus membesar, kita mungkin akan melihat drama klasik: kasusnya menguap perlahan demi menjaga “stabilitas nasional” dan kedamaian hati para elite.

Tim Redaksi

#hukum #politik #kasus #Jampidsus #elite

Berita Terkait

Asap Pekat Ganggu Warga, Babinsa Nogosari Sigap Bantu Padamkan Kebakaran Tumpukan Sampah
Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan kepada Masyarakat
RUU Perampasan Aset Berpotensi Jadi Sarang KKN Baru, Rieke Diah Pitaloka Soal Pentingnya Reformasi Tata Kelola
Bupati Serang Ratu Zakiyah Harap Kerukunan Antarumat Beragama Terus Dijaga dan Dipelihara
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin
Wakili Komandan Koramil 1202/Indihiang,Danpos Bungursari Serma Asep S,hadiri Kajian Keadilan dan Ketaqwaan
Soroti Persoalan Agraria, Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, SH: Masyarakat Jangan Dipersulit Mengurus Hak Milik Tanah
PB HMI MPO Sorot Proyek TK Islam Embun Pagi Senilai Rp 504,1Juta Disorot,Desak Kejati Sultra & Polda Sultra Periksa PPK Dan Ketua Yayasan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 00:36 WIB

Pocil Binaan Polres Bireuen Ikuti Lomba Polisi Cilik Tingkat Jajaran Polda Aceh Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71

Kamis, 17 September 2026 - 23:57 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Donor Darah Milad Ke-60 Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)

Kamis, 17 September 2026 - 00:30 WIB

Call Center 110 Dianggap Solusi Penanganan Cepat oleh Kapolres Bireuen di Tengah Banyaknya Kasus Darurat

Minggu, 13 September 2026 - 19:33 WIB

Cegah Karhutla dan Dampaknya terhadap Lingkungan, Polres Bireuen Tingkatkan Patroli serta Sosialisasi kepada Masyarakat

Berita Terbaru