PNIB Apresiasi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sulteng, Waspada Khilafah Terorisme Massive di Sekitar Kita

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:47 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, 07 Mei 2026,Nasionaldetik.com – Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Kebhinekaan Lintas Agama Suku, Budaya dan Tradisi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) , mengapresiasi langkah cepat dan tegas Densus 88 Anti teror Polri yang berhasil menangkap delapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan ISIS di wilayah Poso dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Menurutnya, penindakan tersebut menjadi bukti bahwa ancaman radikalisme dan terorisme itu nyata serta terus bergerak dengan pola baru yang semakin masif dan sulit dideteksi masyarakat awam.

Gus Wal menegaskan bahwa jaringan terorisme saat ini tidak lagi bergerak secara konvensional melalui pertemuan tertutup semata, melainkan memanfaatkan media sosial, ruang digital, forum daring, game online, hingga kajian-kajian eksklusif yang dikemas seolah sebagai gerakan dakwah atau hijrah. Menurutnya, pola penyebaran ideologi khilafah, radikalisme, terorisme dan ekstremisme kini jauh lebih halus, sistematis, dan menyasar generasi muda yang aktif di dunia digital.

“PNIB mengapresiasi Densus 88 yang terus menjaga Indonesia dari ancaman laten terorisme. Jangan sampai masyarakat lengah. Paham khilafah dan ekstremisme hari ini bergerak massive di sekitar kita, masuk melalui media sosial, game online, grup Telegram, forum digital, bahkan kajian-kajian tertutup yang perlahan mencuci otak generasi muda,” tegas Gus Wal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, propaganda kelompok khilafah radikalisme terorisme berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Algoritma media sosial, konten video pendek, propaganda visual, hingga narasi victimhood sering dipakai untuk menarik simpati anak muda yang sedang mengalami krisis identitas atau kekecewaan sosial. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan propaganda ekstremisme terorisme di media sosial dapat menyebar layaknya “contagion” atau penularan sosial melalui jaringan digital.

Gus Wal juga menyoroti meningkatnya ancaman infiltrasi ideologi kekerasan terhadap anak muda melalui ruang digital dan game online. Ia mengingatkan bahwa proses radikalisasi tidak selalu dimulai dengan ajakan perang atau kekerasan, tetapi sering diawali dengan doktrin kebencian, eksklusivisme, anti-NKRI, anti-Pancasila, hingga glorifikasi sistem khilafah yang dibungkus narasi agama.

“Yang berbahaya bukan hanya aksi bomnya, tetapi proses pembentukan pola pikirnya. Ketika anak-anak muda mulai diajarkan membenci keberagaman, membenci negara, menganggap demokrasi thaghut, lalu mengidolakan ISIS atau sistem khilafah, itu alarm serius. Jangan menunggu meledak dulu baru sadar,” ujarnya.

PNIB menilai keberhasilan Densus 88 menangkap jaringan terafiliasi ISIS di Sulawesi Tengah juga menjadi pengingat bahwa wilayah bekas basis kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) masih memiliki potensi penyebaran jaringan ideologi radikal jika pengawasan masyarakat melemah. Operasi pemberantasan terorisme di wilayah tersebut selama ini dilakukan melalui Operasi Madago Raya sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan nasional.

Lebih lanjut, Gus Wal meminta seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, keluarga, dan komunitas pemuda untuk aktif melakukan literasi digital serta penguatan wawasan kebangsaan. Menurutnya, perang melawan terorisme tidak cukup hanya dilakukan aparat keamanan, tetapi harus menjadi gerakan bersama menjaga Indonesia dari infiltrasi ideologi transnasional yang bertentangan dengan Pancasila dan semangat kebhinekaan.

“Indonesia jangan sampai menjadi ladang subur propaganda ISIS maupun kelompok radikal lainnya. Jangan mudah terpesona dengan narasi agama yang penuh kebencian dan merasa paling suci sendiri. Islam Nusantara mengajarkan kedamaian, bukan teror, bukan intimidasi, dan bukan khilafah terorisme ala kelompok transnasional,” Ujar Gus Wal.

Jaga Bangsa Bela Negara, Jaga Indonesia, Jaga Kampung Desa Dari Intoleransi, Khilafah Radikalisme Anarkisme Terorisme, Bentengi Indonesia dengan menerapkan Kampung/Desa Pancasila, Pungkas Gus Wal.

Penulis : Tim PNIB

Editor :  Admin

Berita Terkait

Danrem Untoro: Dedikasi untuk Bangsa dan Negara Harus Tetap Hidup
Fogging Massal di Makodim Trenggalek, Upaya Nyata Cegah Ancaman DBD
SKANDAL SUMAWE: Tanah Bengkok Dijarah, BPD Jadi ‘Macan Ompong’ di 15 Desa
PNIB : Tolak Kedatangan Rizieq Shihab di Pamekasan Jangan Berkedok Peduli Palestina Tapi Provokasi dan Rusak Persatuan Indonesia
Gempar! Sosok Kades Buncitan Ditemukan Tewas di Ruang Kerja, Polisi Lakukan Otopsi
Kadet KKRI Digembleng Materi Lapangan dan Bela Negara di Hari Kedua Persami
PNIB : Mei Momentum Implementasikan Kebangkitan Nasional, Gelorakan Persatuan Indonesia, Merefleksikan Semangat Reformasi
Modus Isi Ulang Gas Portable Pakai LPG Subsidi 3 Kg Terbongkar, Seorang Pemuda Diamankan Polres Tulungagung

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:07 WIB

BPK Periksa Proyek Dana Kelurahan Merangin, Ambil Sampel Beton di Pasar Atas.

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:08 WIB

Darurat Narkoba di Bungo, GPN Desak Kapolres Sikat Bandar yang Kebal Hukum!

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:27 WIB

Isu “Pengatur” Proyek APBD Merangin Viral di Medsos, Kadis PUPR & Diknas: Tidak Ada Intervensi

Rabu, 29 April 2026 - 13:02 WIB

SKANDAL BBM ILEGAL: Oknum TNI Korem 042/Gapu Diduga Menjadi “Tameng” Bisnis Gelap di Rupit & Pantai

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Sejak Pasca-Lebaran Cuma Masuk 1 Kali, PLT Kepsek SDN 54 Merangin Ditegur dan Akan Dicopot

Selasa, 28 April 2026 - 07:54 WIB

Polres Merangin dan Brimob Jambi Salurkan Bantuan dan Gelar Kerja Bakti Pascabanjir di Desa Pulau Bayur

Minggu, 26 April 2026 - 05:10 WIB

Teguh Ungkap Polemik Kerjasama Media Diskominfo Merangin: Syarat Rumit Jadi Penghalang

Rabu, 22 April 2026 - 06:04 WIB

Kejanggalan “Data”, Angka Kerjasama Media Diskominfo Merangin Beda Antara 2025 dan 2026, Ada Apa?

Berita Terbaru