Tanggapi Kekerasan Seksual di Pesantren Pati, PNIB : Pentingnya Deteksi Dini Potensi Ajaran Sesat Sebelum Kejadian

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:08 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com, —- Kasus pelecehan seksual terjadi lagi di lingkungan Pesantren. Kali ini di kota Pati Jawa Tengah.(bukan) Kiai Ashari, tersangka kasus dugaan kekerasan seksual santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo yang belum ditahan menuai banyak tanggapan dari Masyarakat.

Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Kebhinekaan Lintas Agama Suku, Budaya dan Tradisi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menyampaikan tanggapannya terkait kasus yang viral di media.

“Kelakuan oknum (bukan) Kyai amoral telah mencoreng dunia Pondok Pesantren. Kita jangan terjebak sigma negative salah satu pesantren hingga di Pati yang kemudian menilai Pesantren berpotensi pada kasus yang sama. Ini yang harus diluruskan” ungkap Gus Wal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh Gus Wal menyoroti konsistensi aparat penegak hukum dalam menangani kasus yang sangat tragis bagi orang tua dan korban dugaan pelecehan seksual.

“Kita menduga ada upaya menutupi kasus ini yang melibatkan orang terpandang sebagai pelaku sekaligus pemilik Pesantren. Doktrin (bukan) Kyai yang cenderung sesat tidak serta merta mewakili semua Pondok Pesantren. Itu hanya nafsu bejat (bukan) Kyai yang dibungkus Agama. Sudah murni kiriminalitas yang tidak perlu dicari dalilnya” tambahnya.

Lambannya penahanan tersangka AS yang kemudian diinformasikan pelaku tidak diketahui keberadaannya menimbulkan banyak kontroversi. PNIB menghimbau apparat penegak hukum bersama masyarakat bisa bekerja sama menangkap pelaku.

“Pelaku diketahui kabur melarikan diri sudah menjadi indikasi perbuatan melawan hukum. Hanya masalah waktu saja, APH bisa berkolaborasi dengan masyarakat untuk segera menangkapnya. Tidak ada tempat bersembunyi bagi predator seksual yang merusak masa depan santri” imbuh Gus Wal.

Di akhir pernyataan, Gus Wal menghimbau kepada semua pihak untuk mewaspadai sedini mungkin potensi penyimpangan yang terjadi di lingkungan Pondok Pesantren sedini mungkin.

“Bagi orang tua yang anaknya di Pondok Pesantren kami berharap lebih intensif berkomunikasi tentang apa saja yang mereka dapatkan di Pesantren. Apabila ada ajaran yang berpotensi menyimpang segeralah untuk menyampaikan kepada pihak yang berwenang. Kejadian di Pesantren Pati yang sudah bertahun-tahun namun baru terungkap menjadi bukti lemahnya deteksi dini kita, jangan pernah titipkan anak anak kita ke Pondok Pesantren yang berhaluan menyimpang sarabpatinggenah yang mengajarkan Intoleransi, Khilafah, Radikalisme Anarkisme Terorisme” pungkas Gus Wal.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Mafia BBM Solar Masih Beraktifitas di lingkar Pati , Oknum TNI Bermain
Lautan Manusia Antusias Ikuti Tasyakuran Tertangkapnya Bupati Sudewo
Tragedi di Depan PN Pati, Mobil Tahanan Kejari Diduga Tabrak Lari dan Langgar Rambu Lalu Lintas
“Rekonsiliasi Kasus ‘Botok’ Terancam Gagal Intervensi, DPRD Pati ‘Limpahkan Bola’ ke GAP Demi Jaga Jarak dengan Kepolisian”
Dari Sengketa ke Perlawanan Rakyat: Mengurai Konflik Hukum dan Politik Pasca-Keputusan yang Mengkhianati Publik
Gabungan Aktivis Pati Mulai Bergerak, Bupati Sudewo Sepakat Rekonsiliasi
Lapas Kelas 11B Pati Mendapatkan Program 10.000 Bibit Lele
SKANDAL INFRASTRUKTUR PATI: JEMBATAN HAMPIR RP 2 MILIAR JEBOL SEBELUM DIRESMIKAN, KUALITAS KONSTRUKSI DAN MISTERI ANGGARAN DIPERTANYAKAN

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:56 WIB

Panglima Kodam I/BB menghadiri Upacara Pembukaan Bakti TNI AD Untuk Rakyat Tahun 2026.

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:46 WIB

Sidang Prapid Polrestabes Medan Hadirkan Saksi Ahli Dinilai Tak Masuk Akal, Dugaan Pengkondisian terhadap Wartawan Mulai Terbuka!

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:36 WIB

APPI Sumut Apresiasi Langkah Tegas Polda Sumut Berhentikan Tidak Dengan Hormat Kompol DK

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:56 WIB

Direktur Polri Watch Bantah Berita Kapolrestabes Medan Gagal Awasi kinerja Personel 

Senin, 4 Mei 2026 - 18:40 WIB

UKW PWI Sumut Digelar 2–3 Juni 2026, Gandeng Kejatisu Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Hukum

Senin, 4 Mei 2026 - 18:29 WIB

Gillian Victoria Chandra Raih Mahkota Puteri Anak Sumatera Utara 2026 dengan Deretan Prestasi Gemilang

Senin, 4 Mei 2026 - 18:10 WIB

Ingin Pendidikan Agama dan Umum Seimbang? Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Buka Pendaftaran 2026/2027

Senin, 4 Mei 2026 - 12:58 WIB

Direktur Polri Watch Bantah Berita Kapolrestabes Medan Gagal Awasi Kinerja Personel 

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Kekompakan TNI dan Masyarakat Percepat Rehab RTLH di Desa Gunung Cut

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:03 WIB