OPINI: Suara dari Gunung Tumpak, Antara Perlindungan dan Pembungkaman

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:05 WIB

50231 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 13 Januari 2026 Terjadi fenomena kontradiktif di tengah masyarakat, di mana tindakan yang diklaim sebagai upaya “mengayomi” dan “melindungi” justru dirasakan sebagai upaya pembungkaman terhadap aspirasi warga. Hal ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut hak masyarakat luas untuk bersuara.

Tokoh utamanya adalah Edi Uban dan Sunarto, dua sosok yang secara konsisten mengamati dan mengupas permasalahan sosial di akar rumput. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat luas yang menjadi subjek sekaligus objek dari kebijakan-kebijakan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi dan penggalian fakta ini dilakukan di Warung Kopi Gunung Tumpak. Sebuah lokasi yang menawarkan kontras luar biasa: keindahan alam yang masih asri dibandingkan dengan peliknya persoalan sosial yang sedang dibahas.

Keresahan ini terus bergulir dan memuncak saat momen-momen santai “ngopi dan merokok” bersama warga. Di sela-sela canda gurau itulah, fakta-fakta lapangan mengenai kondisi masyarakat terungkap secara alami.

Karena ada jurang pemisah antara narasi formal (perlindungan) dengan realitas di lapangan (pembungkaman). Semangat Edi Uban dan Sunarto muncul karena kepedulian mereka agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam kebijakan yang menyangkut nasib mereka sendiri.

Melalui pendekatan yang humanis. Masalah dikupas bukan di ruang rapat formal yang kaku, melainkan melalui obrolan santai di warung kopi. Dengan cara “turun ke bawah” dan mendengarkan keluh kesah masyarakat secara langsung, kebenaran yang tertutup bisa tersingkap sembari menikmati ketenangan alam.

Kesimpulan Opini
Keasrian alam Gunung Tumpak seharusnya menjadi cerminan bagi kehidupan sosial yang damai tanpa adanya rasa takut untuk bersuara. Apa yang dilakukan Edi Uban dan Sunarto adalah pengingat bahwa pengabdian yang tulus bukan tentang membungkam, melainkan mendengarkan.

Penulis Edi uban

Berita Terkait

Pangdivif 2 Kostrad Buka Kejuaraan Renang 2026
SKANDAL SUMAWE: Tanah Bengkok Dijarah, BPD Jadi ‘Macan Ompong’ di 15 Desa
Divif 2 Kostrad Mengadakan Acara Syukuran HUT Ke-65
JALAN RAKYAT DIHANCURKAN DEMI CUAN TAMBANG, PEMKAB MALANG TUTUP MATA?
Malang “Kota Pelajar” atau “Kota Terbiar”? Tim Investigasi GPN Kecam Buruknya Tata Ruang dan Pembiaran Fasilitas Publik
Taruna Akmil & Prajurit Divisi 2 Lari Pagi Gembira
Respon Cepat Laporan Masyarakat, Polsek Kedungkandang Bubarkan Aksi Balap Liar di Kawasan Buring
Saksi Kasus Bendungan Lahor “Serang Balik” Penyidik: Sebut Laporan Mengada-ada dan Tuntut Jembatan Gratis

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:00 WIB

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur BEM FH UIR Muhammad Haikal, Ormawa dan UKM FH UIR Deklarasikan Komitmen Kampus Bersih Narkoba

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:10 WIB

OPINI PUBLIK: Ketika Nalar Kritis Tersandera, Kehancuran Bangsa Menanti di Depan Mata

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:06 WIB

PNIB : Tolak Impor Tabung CNG China, Berdayakan Produk Anak Bangsa, Kedaulatan Energi Harga Mati

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:58 WIB

ANCA AJUDAN BUPATI LEWATI BATAS WEWENANG TERIAK LANTANG DAN ANCAM WARTAWAN CITRA PEMERINTAHAN RUSAK PARAH

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:51 WIB

UPDATE SIDANG TIPIKOR: Tabir Perseteruan Keluarga dan Misteri Sita Jaminan Dana Hibah PP Al-Ibrohimi Mulai Terbongkar!

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:52 WIB

Pendampingan Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 03/Parongil Bantu Petani Rawat Jagung Pioner 32

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:11 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Tegaskan Pentingnya Peran Warga dalam Kesuksesan Koperasi Desa

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:00 WIB

Kelangkaan Pupuk Subsidi Jadi Sorotan, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Turun Monitoring ke Kios Pupuk

Berita Terbaru