OPINI PUBLIK: Ketika Nalar Kritis Tersandera, Kehancuran Bangsa Menanti di Depan Mata

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:10 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– 22 Mei 2026 Sebuah refleksi visual yang sarat akan kritik sosial kini tengah menjadi sorotan publik. Mengangkat narasi tajam mengenai matinya fungsi kontrol sosial di tengah cengkeraman kekuasaan, sebuah pesan terbuka mengingatkan masyarakat akan bahaya laten dari hilangnya sikap kritis generasi muda.

Guna membedah esensi dari pesan mendalam tersebut, berikut adalah rilis analisis berbasis komponen

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebuah gerakan penyadaran moral dan kritik sosial yang disuarakan melalui medium seni visual (mural) dan bait puisi teatrikal. Pesan ini menyoroti fenomena “pembungkaman massal” dan hilangnya idealisme generasi penerus yang condong menggadaikan integritasnya demi tunduk pada penguasa. Akibatnya, fungsi pendengaran, penglihatan, dan pikiran masyarakat menjadi tumpul terhadap ketidakadilan.

Pesan kritis ini diinisiasi oleh Alfaiz, seorang tokoh/aktivis yang menyuarakan keresahannya, didukung secara visual oleh figur intelektual berbusana adat (batik dan blangkon). Figur ini merepresentasikan simbol identitas bangsa yang seharusnya menjaga muruah budaya dan akal sehat, bukan malah membiarkan kehancuran terjadi.

Kritik ini dilayangkan karena adanya kekhawatiran mendalam terhadap matinya fungsi kontrol sosial. Ketika generasi muda—yang seharusnya menjadi agen perubahan (agent of change)—memilih untuk diam, menyetor kepatuhan buta kepada penguasa, dan membiarkan nalar mereka tumpul, maka runtuhnya sebuah bangsa dan negara tinggal menunggu waktu.

Pernyataan dan refleksi ini mencuat di tengah momentum krusial, saat kebijakan-kebijakan publik dinilai sering kali mengabaikan hak-hak rakyat kecil, serta di tengah situasi nasional yang membutuhkan pengawasan ketat dari pers, aktivis, dan elemen masyarakat sipil.

Disuarakan langsung dari ruang publik (terlihat dari latar belakang mural di jalanan), menyimbolkan bahwa kritik ini lahir dari akar rumput dan ditujukan untuk menggedor kesadaran masyarakat luas di seluruh penjuru tanah air.

Satu-satunya cara untuk memutus rantai kehancuran ini adalah dengan menolak tunduk pada penindasan. Generasi hari ini harus mengasah kembali “telinga, mata, dan pikiran” mereka. Keberanian untuk bersuara, mengawasi jalannya roda pemerintahan, dan menjaga independensi adalah harga mati demi terwujudnya perubahan yang nyata.

Ketika leher generasi disetor ke penguasa. Telinga, mata dan pikiran tumpul. Jangan harap perubahan muncul. Yang ada kehancuran bangsa dan negara timbul.” Tegas Alfaiz

Penulis : Gus Blangkon / alfaiz

Tim Redaksi

Rilis ini merupakan seruan pengingat bagi seluruh elemen bangsa, terutama para jurnalis, aktivis, dan generasi muda, bahwa membiarkan ketidakadilan berjalan tanpa kritik adalah bentuk nyata dari pengkhianatan terhadap masa depan bangsa.

Berita Terkait

BEM PTNU : “Jangan Politisasi MBG di Lingkungan Kaum Akademisi”
PNIB : Tolak Impor Tabung CNG China, Berdayakan Produk Anak Bangsa, Kedaulatan Energi Harga Mati
ANCA AJUDAN BUPATI LEWATI BATAS WEWENANG TERIAK LANTANG DAN ANCAM WARTAWAN CITRA PEMERINTAHAN RUSAK PARAH
UPDATE SIDANG TIPIKOR: Tabir Perseteruan Keluarga dan Misteri Sita Jaminan Dana Hibah PP Al-Ibrohimi Mulai Terbongkar!
Pendampingan Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 03/Parongil Bantu Petani Rawat Jagung Pioner 32
Babinsa Koramil 04/Tigalingga Tegaskan Pentingnya Peran Warga dalam Kesuksesan Koperasi Desa
Kelangkaan Pupuk Subsidi Jadi Sorotan, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Turun Monitoring ke Kios Pupuk
Kelangkaan Pupuk Subsidi Jadi Sorotan, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Turun Monitoring ke Kios Pupuk

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:10 WIB

OPINI PUBLIK: Ketika Nalar Kritis Tersandera, Kehancuran Bangsa Menanti di Depan Mata

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:22 WIB

BEM PTNU : “Jangan Politisasi MBG di Lingkungan Kaum Akademisi”

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:06 WIB

PNIB : Tolak Impor Tabung CNG China, Berdayakan Produk Anak Bangsa, Kedaulatan Energi Harga Mati

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:58 WIB

ANCA AJUDAN BUPATI LEWATI BATAS WEWENANG TERIAK LANTANG DAN ANCAM WARTAWAN CITRA PEMERINTAHAN RUSAK PARAH

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:52 WIB

Pendampingan Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 03/Parongil Bantu Petani Rawat Jagung Pioner 32

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:11 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Tegaskan Pentingnya Peran Warga dalam Kesuksesan Koperasi Desa

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:00 WIB

Kelangkaan Pupuk Subsidi Jadi Sorotan, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Turun Monitoring ke Kios Pupuk

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:58 WIB

Kelangkaan Pupuk Subsidi Jadi Sorotan, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Turun Monitoring ke Kios Pupuk

Berita Terbaru