BEM PTNU : “Jangan Politisasi MBG di Lingkungan Kaum Akademisi”

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:22 WIB

5042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh : M Nadhim Ardiansyah Dir Pertanian dan Energi BEM PTNU Se Nusantara

Nasionaldetik.com,— 22Mei 2026 Presiden Prabowo Subianto pernah menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditujukan untuk anak-anak yang kesulitan makan dan membutuhkan asupan gizi demi pertumbuhan. “Jangan dipolitisasi,” begitu kira-kira pesan yang ingin ditegaskan pemerintah. Dalam konteks sekolah dasar hingga menengah, argumentasi itu masih dapat dipahami. Negara hadir untuk memastikan generasi muda tidak tumbuh dalam keadaan lapar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun persoalan mulai bergeser ketika wacana MBG masuk ke lingkungan universitas. Beberapa kampus negeri maupun swasta mulai ramai memperdebatkannya. Ada yang menerima dengan tangan terbuka, ada pula yang terang-terangan menolak. Perdebatan itu lalu menjelma menjadi kegaduhan baru di ruang akademik.

Saya tidak ingin terjebak dalam kubu pro atau kontra. Sebab inti persoalannya bukan sekadar soal sepiring makanan, melainkan bagaimana negara memahami hakikat universitas itu sendiri.

Universitas bukan ruang belas kasihan. Ia adalah dapur peradaban. Tempat lahirnya ilmuwan, ekonom, ahli pertanian, sosiolog, teknokrat, hingga calon pemimpin bangsa. Kampus dibangun bukan hanya untuk memastikan mahasiswa kenyang, melainkan agar pikiran mereka tumbuh liar, kritis, dan merdeka.

Di titik itu, intelektualitas tidak bisa dipersempit hanya dengan program makan gratis.

Yang lebih mendesak justru menghadirkan laboratorium yang layak, perpustakaan yang hidup, akses riset yang terbuka, beasiswa yang memadai, hingga fasilitas akademik yang mampu mencetak ahli sains, ahli sosial, ahli politik, dan berbagai disiplin lain yang benar-benar dibutuhkan bangsa. Sebab problem terbesar pendidikan tinggi hari ini bukan semata mahasiswa tidak makan, tetapi banyak kampus yang bahkan tidak mampu menyediakan ruang berpikir yang sehat.

Ironinya, di tengah biaya kuliah yang terus naik, uang praktikum yang mencekik, dan fasilitas kampus yang masih tertatih, negara justru terlihat lebih bersemangat membangun skema MBG di universitas. Pertanyaannya sederhana: apakah kampus sedang dipandang sebagai pusat pengembangan ilmu, atau sekadar objek program populis?

Mahasiswa membutuhkan ekosistem intelektual, bukan sekadar distribusi konsumsi.

Negara seharusnya memahami bahwa investasi terbesar universitas bukan pada dapur umum, melainkan pada kualitas manusianya. Sebab bangsa ini tidak akan maju hanya karena mahasiswa makan gratis. Bangsa ini maju ketika kampus mampu melahirkan penemu, pemikir, dan pemimpin yang berani menggugat masa depan.

Karena itu, wajar jika publik mulai bertanya: di tengah carut-marut pendidikan tinggi, mengapa orientasi kebijakan justru bergerak pada hal-hal yang bersifat simbolik?

Dan ketika pertanyaan itu muncul, publik tentu berhak curiga bahwa sebagian pengambil kebijakan tampaknya lebih sibuk memastikan mahasiswa makan, daripada memastikan mahasiswa berpikir.

Tim Redaksi

Berita Terkait

OPINI PUBLIK: Ketika Nalar Kritis Tersandera, Kehancuran Bangsa Menanti di Depan Mata
PNIB : Tolak Impor Tabung CNG China, Berdayakan Produk Anak Bangsa, Kedaulatan Energi Harga Mati
ANCA AJUDAN BUPATI LEWATI BATAS WEWENANG TERIAK LANTANG DAN ANCAM WARTAWAN CITRA PEMERINTAHAN RUSAK PARAH
UPDATE SIDANG TIPIKOR: Tabir Perseteruan Keluarga dan Misteri Sita Jaminan Dana Hibah PP Al-Ibrohimi Mulai Terbongkar!
Pendampingan Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 03/Parongil Bantu Petani Rawat Jagung Pioner 32
Babinsa Koramil 04/Tigalingga Tegaskan Pentingnya Peran Warga dalam Kesuksesan Koperasi Desa
Kelangkaan Pupuk Subsidi Jadi Sorotan, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Turun Monitoring ke Kios Pupuk
Kelangkaan Pupuk Subsidi Jadi Sorotan, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Turun Monitoring ke Kios Pupuk

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:10 WIB

OPINI PUBLIK: Ketika Nalar Kritis Tersandera, Kehancuran Bangsa Menanti di Depan Mata

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:22 WIB

BEM PTNU : “Jangan Politisasi MBG di Lingkungan Kaum Akademisi”

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:06 WIB

PNIB : Tolak Impor Tabung CNG China, Berdayakan Produk Anak Bangsa, Kedaulatan Energi Harga Mati

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:58 WIB

ANCA AJUDAN BUPATI LEWATI BATAS WEWENANG TERIAK LANTANG DAN ANCAM WARTAWAN CITRA PEMERINTAHAN RUSAK PARAH

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:52 WIB

Pendampingan Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 03/Parongil Bantu Petani Rawat Jagung Pioner 32

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:11 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Tegaskan Pentingnya Peran Warga dalam Kesuksesan Koperasi Desa

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:00 WIB

Kelangkaan Pupuk Subsidi Jadi Sorotan, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Turun Monitoring ke Kios Pupuk

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:58 WIB

Kelangkaan Pupuk Subsidi Jadi Sorotan, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Turun Monitoring ke Kios Pupuk

Berita Terbaru