nasionaldetik.com – Lampung Selatan – Pemerintah Desa (Pemdes) Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan bersama warga Dusun Pegantungan menggelar kegiatan gotong royong membersihkan kawasan petilasan makam keramat Syekh Habib Ali bin Alwi bin abdullrahman Al-idrus, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan yang selama ini telah menjadi budaya dan tradisi warga setempat.
Dalam kegiatan itu turut hadir Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bakauheni Alfanizar, aparatur desa, serta masyarakat Dusun Pegantungan yang secara bersama-sama membersihkan area petilasan wisata religi tersebut.
Menariknya, kegiatan gotong royong itu juga bertepatan dengan hari ulang tahun Kepala Desa Bakauheni Sukirno yang ke-56 tahun. Pada kesempatan tersebut dilakukan penanaman bibit durian yang merupakan hadiah dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, sebagai kado ulang tahun untuk Kepala Desa Sukirno.
Kepala Desa Bakauheni Sukirno mengatakan, kegiatan gotong royong merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menjaga budaya, kebersihan lingkungan, dan kelestarian alam.
“Gotong royong ini bagian dari upaya pemerintah desa menjaga budaya dan kelestarian alam agar tetap hijau dan bersih, khususnya di kawasan petilasan makam keramat Syekh Habib Ali bin Alwi bin abdullrahman Al-idrus sebagai wisata religi yang harus dijaga bersama supaya masyarakat maupun peziarah merasa nyaman dan aman,” ujar Sukirno.
Selain itu, Sukirno juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, atas perhatian dan hadiah bibit durian yang diberikan sebagai kado ulang tahunnya yang ke-56 tahun.
Menurutnya, keberadaan petilasan makam keramat Syekh Habib Ali bin Alwi bin abdullrahman Al-idrus tidak hanya menjadi tempat ziarah masyarakat, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu terus dirawat bersama.
Ia berharap budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan tetap terjaga di tengah masyarakat sebagai bentuk kebersamaan dalam menjaga aset wisata religi dan lingkungan desa. (Ism)







































