Jakarta – Prof. Dr. Ana Sopanah, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., resmi terpilih sebagai President ICMA Indonesia periode 2026–2029 dalam Annual General Meeting (AGM) ICMA Australia & New Zealand Representative Office Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Ciputra, Jakarta.
AGM tersebut menjadi agenda penting organisasi untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2023–2026 sekaligus memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2029. ICMA (Institute of Certified Management Accountants) merupakan asosiasi profesi internasional di bidang akuntansi manajemen yang berpusat di Australia dan menaungi para value creators yang berkarier di perusahaan, lembaga pemerintah, institusi pendidikan, serta berbagai organisasi lainnya.

Para anggota ICMA berkiprah di berbagai bidang strategis, antara lain financial planning and analysis (FP&A), finance business partnering, accounting, treasury, governance, risk management, compliance, auditing, strategy, investment, pricing, marketing, data analytics, information management, logistics, human resources, dan berbagai fungsi manajerial lainnya.
Saat ini, jaringan ICMA telah memiliki 13.551 anggota yang tersebar di lebih dari 114 negara, dengan 20 kantor cabang atau perwakilan internasional, termasuk Indonesia.

Sebagai organisasi profesi global, ICMA Australia melakukan reorganisasi kepengurusan di setiap negara setiap tiga tahun sekali. Hingga saat ini, ICMA Indonesia memiliki 2.433 anggota, menjadikannya salah satu chapter yang terus berkembang di kawasan Asia Pasifik.
Dalam AGM tersebut, kepengurusan periode 2023–2026 di bawah kepemimpinan Nursaksi Niko Rosandy sebagai President ICMA Indonesia menyampaikan laporan pertanggungjawaban organisasi.

Selama periode kepemimpinannya, ICMA Indonesia berhasil menyelenggarakan 219 seri seminar dan webinar yang diikuti oleh lebih dari 24.166 peserta dari berbagai kalangan profesional, akademisi, maupun praktisi.
Setelah laporan pertanggungjawaban diterima oleh peserta AGM yang terdiri atas 30 peserta hadir langsung dan 70 peserta melalui mekanisme proxy, agenda dilanjutkan dengan pemilihan President dan Vice President ICMA Indonesia periode 2026–2029.
Selain terpilih sebagai President ICMA Indonesia, Prof. Ana Sopanah juga merupakan Guru Besar Akuntansi Sektor Publik sekaligus Wakil Rektor III Universitas Widya Gama Malang.

Dalam kepemimpinan barunya, Prof. Ana berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai asosiasi profesi, sehingga ICMA Indonesia mampu memberikan kontribusi yang semakin luas bagi peningkatan kompetensi profesional dan pembangunan bangsa.
Pada AGM tersebut juga terpilih jajaran pengurus inti lainnya, yaitu Vice President, Secretary General, dan Treasurer.
Dalam sambutan perdananya sebagai President ICMA Indonesia, Prof. Ana menyampaikan visi besar bagi masa depan organisasi.
“Saya percaya bahwa CMA Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi organisasi profesi akuntansi manajemen terbesar, paling berpengaruh, dan paling dihormati di Indonesia. Potensi itu sudah ada. Yang kita perlukan sekarang adalah keberanian untuk bermimpi lebih besar dan bekerja lebih keras.”

Ia menegaskan bahwa CMA Indonesia harus melampaui perannya sebagai penyelenggara pelatihan dan sertifikasi.
“Kita harus menjadi rumah bagi para profesional akuntansi manajemen, pusat pengembangan kompetensi, pusat jejaring profesional, pusat inovasi, serta mitra strategis bagi dunia usaha, pemerintahan, dan perguruan tinggi.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Ana memperkenalkan lima agenda strategis CMA Indonesia periode 2026–2029, yaitu:
1. Memperluas keanggotaan secara nasional melalui penguatan chapter daerah dan kemitraan strategis.
2. Meningkatkan kualitas dan kompetensi anggota melalui program Continuous Professional Development (CPD), seminar internasional, workshop, dan sertifikasi lanjutan.
3. Memperkuat kolaborasi internasional sebagai bagian dari jaringan global ICMA.
4. Meningkatkan pengakuan profesi Certified Management Accountant (CMA) di Indonesia.
5. Membangun organisasi yang modern, profesional, transparan, adaptif, dan berdampak bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan kepemimpinan baru ini, ICMA Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai organisasi profesi akuntansi manajemen yang unggul, memperluas kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia, serta menjadi salah satu chapter ICMA yang paling aktif dan berpengaruh di tingkat global.



























