Nasionaldetik.com, — 11 September 2026 Carut-marut pendataan tingkat kesejahteraan (desil) warga di Kabupaten Jombang kian parah dan memicu gelombang protes. Kebijakan verifikasi dan validasi data sosial di wilayah ini dinilai makin melenceng jauh dari akal sehat.
Menanggapi carut-marut tersebut, Pimpinan Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi (Edi Uban), menyampaikan kritik keras atas fenomena lompatan data desil yang dinilai tidak masuk akal dan sarat ketidakadilan.
Data Terbalik: Miskin Makin Terpinggirkan
Berdasarkan penelusuran dan maraknya aduan masyarakat yang masuk ke meja redaksi, ditemukan kejanggalan ekstrem dalam pengkategorian desil warga:
Warga miskin yang sebelumnya berada di Desil 4 (kategori rentan miskin/berhak menerima bantuan) secara mendadak meloncat ke Desil 6 (kategori mampu), sehingga hak bantuan sosial mereka mendadak dicabut.
Sebaliknya, warga dengan kondisi ekonomi berkecukupan di Desil 8 justru merosot masuk ke Desil 4, sehingga secara legal terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.
“Ini sungguh tidak masuk akal sehat! Pertanyaan sederhananya, apakah otak tata kelola pemerintahan di Jombang ini sudah tidak waras? Bagaimana mungkin warga miskin dipaksa masuk kategori mampu, sementara yang kaya malah dimasukkan ke kategori miskin?” tegas Ir. Edi Supriadi.
Terjadi kecurangan dan kecerobohan sistemik dalam pemutakhiran data desil (kesejahteraan sosial) warga yang berujung pada penyaluran bantuan sosial salah sasaran.
Pemimpin Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi, menyoroti serta menuding dugaan permainan oknum tingkat desa hingga oknum pejabat Pemkab Jombang.
Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Terjadi pada proses penyesuaian dan penyaluran bantuan sosial periode berjalan.
Diduga kuat akibat adanya praktik manipulasi data, nepotisme oknum tingkat desa/kelurahan, serta lemahnya pengawasan dan verifikasi faktual dari Dinas Sosial/Pemkab Jombang.
Redaksi Nasionaldetik.com menurunkan tim investigasi khusus untuk mengawal kasus ini, memverifikasi aduan warga, serta membongkar oknum yang bermain di balik pengondisian data tersebut.
Redaksi Buka Posko Pengaduan & Kawal Jalur Hukum
Ir. Edi Supriadi menegaskan bahwa redaksi tidak akan tinggal diam melihat hak-hak masyarakat kecil dirampas oleh permainan administratif yang ugal-ugalan.
“Tim investigasi redaksi Nasionaldetik.com turun langsung mengawal masyarakat Jombang. Kami pastikan permainan oknum desa maupun oknum Pemkab Jombang ini dibongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan jadikan data kemiskinan sebagai ajang bancakan dan permaianan politik lokal,” pungkasnya.
Tim Redaksi


























