Alih-alih Klarifikasi, Istri Camat Renah Pembarap Justru Sindir “Dosa Masa Lalu”: “Siap Buka Data”

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:22 WIB

50111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com – 27 Agustus
2026. Istri Camat Renah Pembarap,
Miswatul Hasanah, memilih menyindir “dosa masa lalu” dan menyatakan “siap buka data” tahun sebelumnya. Pernyataan itu baru disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 08.10 WIB kepada wartawan nasionaldetik.com, setelah sebelumnya tidak menjawab konfirmasi media pada Senin, 24 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut muncul di tengah tuntutan publik 12 desa di Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, agar segera mengklarifikasi pengelolaan dana kegiatan 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih memberikan klarifikasi atas persoalan saat ini, beliau justru menyinggung besarnya dana pada tahun-tahun sebelumnya. Pesan tersebut dikirim sehari setelah pemberitaan berjudul “Ibu Camat Renah Pembarap Bantah Tudingan Penyelewengan Dana, Balik Ungkap Dugaan Pengurus Lama”.

Padahal pada Senin, 24 Agustus 2026, nasionaldetik.com sudah mengonfirmasi langsung kepada Miswatul Hasanah selaku Istri Camat. Namun konfirmasi tersebut tidak dijawab hingga berita pertama diturunkan.

Dalam chat balasannya, Istri Camat menulis:
“Knpa dk dgas Dikit bg. Dana tahun sebelum nya lebih besar. Dana kantor mencapai 50,, blom lagi iuran dri pihak terkait,, Tetapi tidak ada kegiatan semeriah 2026,”
Dilanjutkan: “KLO butuh data tahun sebelum kmi siap”

Pernyataan “siap buka data tahun sebelum” dinilai publik sebagai upaya pengalihan isu. Pasalnya, sejumlah pertanyaan krusial terkait dana kegiatan 2026 hingga kini belum dijawab oleh pihak Istri Camat.

Tiga poin utama yang menjadi sorotan masyarakat 12 desa di Renah Pembarap adalah:

1. Honor dan Uang Saku Kafilah MTQ Kota Jambi

Kafilah MTQ asal Kota Jambi disebut belum menerima honor dan uang saku sesuai komitmen panitia. Publik mempertanyakan kejelasan serta kapan pembayaran tersebut akan dilakukan.

2. Polemik Piala/Tropi dan Sertifikat Jambore PKK

Hingga kini piala/tropi dan sertifikat Jambore PKK belum dibagikan. Alasan yang beredar menyebut tukang pembuat sertifikat sedang sakit. Namun alasan tersebut dibantah oleh salah satu sumber internal yang mengetahui prosesnya.

3. Laporan Pertanggungjawaban Dana

Publik menuntut transparansi. Total dana yang dikumpulkan disebut lebih dari Rp55,5 juta, dengan rincian Rp48 juta dari 12 desa, ditambah Rp7,5 juta dana kecamatan, serta dana dari proposal. Hingga kini bentuk dan kejelasan Laporan Pertanggungjawaban atau LPJ-nya belum disampaikan.

Publik menilai, pernyataan membandingkan dengan “dana tahun sebelumnya” merupakan bentuk penghindaran tanggung jawab.

“Seharusnya pihak kecamatan menjelaskan dulu persoalan sekarang. Honor belum dibayar, piala belum ada, LPJ belum jelas. Jangan malah buka aib masa lalu. Itu kesannya mau menutupi,” ujar salah satu warga Kabupaten Merangin yang membaca pemberitaan ini dan enggan disebutkan namanya.

Publik menilai transparansi adalah kunci agar tidak muncul prasangka di tengah masyarakat. Membongkar data tahun lalu, kata mereka, tidak akan menyelesaikan persoalan dana tahun 2026.

Reporter: Gondo Irawan

Berita Terkait

DANDIM 0210/TU LETKOL ARM KIKY HARDIAN, S.Sos.: PERTAHANKAN KOORDINASI DAN KOMUNIKASI YANG SUDAH BAIK SELAMA INI DAN TINGKATKAN UNTUK MASA MENDATANG
CEGAH KEBAKARAN PARA BABINSA DI JAJARAN KODIM 0210/TU MONITOR WILAYAH DAN MENGHIMBAU WARGA AGAR JANGAN MEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN SEMBARANGAN.
PNIB : Dirgahayu 22Th Densus 88, Dedikasi Tanpa Henti Jaga Rakyat dan Bangsa Indonesia Aman Damai dari Ancaman Terorisme
*Bukan Sekadar Sabuk! Kenaikan Tingkat PSM Korem 083/Bdj Jadi Awal Tanggung Jawab Prajurit*
Pangdam I/BB Kunker ke Kodim 0206/Dairi, Prajurit Diminta Dukung Program Pemerintah
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gerakkan Jajaran, Perkuat Penyuluhan Pencegahan Karhutla kepada Masyarakat Riau
Kodam XIX Tuanku Tambusai Kawal Pemadaman Karhutla di Gemalasari, Pendinginan Berlanjut
*Dari Timbunan Sampah Jadi Bahan Bakar, TNI AD Siap Turun Tangan*

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Partai Politik Bukan Jalan yang Kotor Oleh: Wawan Setiadi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

ASDP Klarifikasi Penataan Pedagang di Pelabuhan Merak: Tidak Semua Pembayaran Masuk ke ASDP

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:50 WIB

PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih Bagi Warga Bojonegoro Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kemerdekaan RI dan Muktamar NU Ke-35, Kedamaian dan Persatuan Diatas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:49 WIB

AGP 2026 Jadi Wadah Guru Tulungagung Pamerkan Inovasi dan Praktik Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Polda Lampung Perkuat Sinergi Mitigasi Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Jejak Enumerator UMKM: Dimas Ard, Guru Honorer yang Kini Menapaki Dunia Supplier SPPG

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Pemkab Tulungagung Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, 7 Inovasi DPMPTSP Resmi Diluncurkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Gunung Anak Krakatau Level III, Asap Kelabu-Hitam Membubung hingga 400 Meter

Berita Terbaru