Dari Ruang Kelas ke Dunia Usaha: Perjalanan Seorang Guru Honorer Menjadi Supplier SPPG
Di tengah dinamika kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, kisah tentang ketekunan dan kemampuan beradaptasi kerap lahir dari sosok-sosok yang bekerja dalam senyap. Salah satunya adalah Dimas Ard, seorang guru honorer di SDN Talok 02 yang juga menekuni dunia jurnalistik, dan kini mulai mengembangkan kiprahnya sebagai supplier SPPG.

Perjalanan tersebut tidak serta-merta lahir dari ruang kosong. Sebelum menekuni aktivitas sebagai supplier, Dimas Ard telah memiliki pengalaman dalam pendataan dan pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia dipercaya menjadi enumerator UMKM di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Pangkah, Slawi, dan Tarub.
Pengalaman sebagai enumerator memberikan perspektif yang lebih luas mengenai geliat ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM membuatnya memahami berbagai persoalan, potensi, sekaligus peluang yang berkembang di tengah masyarakat.

Di sisi lain, profesinya sebagai guru honorer menempatkannya dalam lingkungan pendidikan, sementara aktivitas jurnalistik membentuk kepekaannya terhadap berbagai fenomena sosial. Ketiga pengalaman tersebut—pendidikan, jurnalistik, dan pendataan UMKM—menjadi modal sosial yang memperkaya cara pandangnya dalam membaca peluang ekonomi.
Kini, langkah baru ditempuhnya dengan terjun sebagai supplier SPPG. Pilihan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperluas sumber penghasilan sekaligus membangun aktivitas usaha yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Perjalanan Dimas Ard menunjukkan bahwa profesi tidak selalu harus dipandang sebagai batasan. Seorang guru dapat memiliki ruang untuk mengembangkan kompetensi di bidang lain, selama tetap mampu menjaga profesionalitas dan integritas pada setiap peran yang dijalankan.

Dari ruang kelas, dunia jurnalistik, hingga aktivitas pemberdayaan UMKM dan usaha penyediaan kebutuhan SPPG, perjalanan tersebut merefleksikan satu hal: ketekunan dalam mengembangkan kapasitas diri dapat membuka jalan menuju peluang-peluang baru.
Bagi Dimas Ard, langkah menjadi supplier SPPG bukan sekadar upaya mencari tambahan penghasilan, melainkan sebuah fase baru dalam perjalanan profesionalnya—perjalanan seorang pendidik yang terus beradaptasi, membaca peluang, dan berusaha membangun kemandirian ekonomi melalui berbagai kompetensi yang dimilikinya.




























