PNIB Desak Pemerintah Mempertimbangkan Lagi Keanggotaan Indonesia dalam BoP, Kembali Menjadi Non Blok

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:29 WIB

5045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang, Nasionaldetik.com – 06 Maret 2026 – Desakan agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) menguat menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026.

Amerika Serikat sebagai pemrakarsa organisasi perdamaian pada kenyataannya justru sedang menciptakan perang yang jauh dari kata perdamaian. Menciptakan kubu dukung mendukung dalam rangka menggalang kekuatan dengan meminjam kata perdamaian.

“Bagaimana mungkin akal sehat kita bisa menerima Indonesia masuk dalam keanggotaan BoP bersanding dengan negara yang sedang mengobarkan perang. Organisasi unfaedah itu tidak lebih dari penggalangan kekuatan blok barat melawan blok timur. Amanat pendiri bangsa kita sebagai negara non blok telah dikhianati” ungkap AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) dalam kapasitas sebagai ketua ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) yang gencar mengecam agresi militer di Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prinsip politik luar negeri Indonesia sesuai konstitusi adalah bebas aktif. Menurut Gus Wal, partisipasi Indonesia di BoP telah gugur dengan sendirinya karena masuk dalam organisasi yang membiarkan agresi militer terhadap bangsa lain.

“PNIB mendesak pemerintah untuk keluar dari keanggotaan BoP sebagai tanggung jawab pada perdamaian dunia. Masuk BoP akal-akalan Amerika tidak akan menyelesaikan perang. Meskipun kita tidak ikut berperang, namun duduk bersanding dengan negara pencetus perang adalah sikap tidak tegas pada situasi yang berkecamuk. Tidak ada ruginya keluar dari BoP justru dana partisipasi sebesar 17 Triliun lebih bermanfaat disumbangkan untuk kepentingan dalam negeri, seperti pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan” lanjut Gus Wal.

Gus Wal bersama PNIB selanjutnya berharap pemerintah mengkaji ulang hubungan politik dan perdagangan dengan Amerika yang dinilai tidak berimbang.

“Amerika sebagai negara biangnya kapitalis sudah waktunya kita tinggalkan. Kedaulatan dan kemandirian bangsa adalah harga mati yang harus dipertahankan. Penjajahan ekonomi Amerika kepada kita jika terus berlanjut sama halnya ikut membiayai kepentingan Amerika. Kita punya kekayaan SDA yang sudah waktunya diambil dari “penggadaian” Amerika. Kita anti penjajahan dalam bentuk apapun termasuk penjajahan ideologi asing yang membuat bangsa ini tergerus kepercayaan dirinya sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Merdeka namun tidak berdaulat adalah penjajahan paling halus yang diciptakan negara kolonialis. Dan kita harus menyadari itu sebagai sesuatu yang menghambat kemajuan bangsa” pungkas Gus Wal.

Penulis : Tim PNIB

Berita Terkait

Kadet KKRI Digembleng Materi Lapangan dan Bela Negara di Hari Kedua Persami
PNIB : Mei Momentum Implementasikan Kebangkitan Nasional, Gelorakan Persatuan Indonesia, Merefleksikan Semangat Reformasi
Modus Isi Ulang Gas Portable Pakai LPG Subsidi 3 Kg Terbongkar, Seorang Pemuda Diamankan Polres Tulungagung
Pemkab Kediri Intensifkan Sosialisasi Perda KTR, Wujudkan Lingkungan Sehat dan Nyaman Bebas Asap Rokok
Isi Kekosongan Struktur Organisasi, M. Fatkhul Arafat Resmi Dilantik sebagai Kaur Perencanaan Desa Kepuh  
Kasus Korupsi Rp1,53 Miliar, Kuasa Hukum Kades Tanggung Bongkar Kejanggalan Audit Inspektorat.
Divif 2 Kostrad Mengadakan Acara Syukuran HUT Ke-65
JALAN RAKYAT DIHANCURKAN DEMI CUAN TAMBANG, PEMKAB MALANG TUTUP MATA?

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:27 WIB

Isu “Pengatur” Proyek APBD Merangin Viral di Medsos, Kadis PUPR & Diknas: Tidak Ada Intervensi

Rabu, 29 April 2026 - 13:02 WIB

SKANDAL BBM ILEGAL: Oknum TNI Korem 042/Gapu Diduga Menjadi “Tameng” Bisnis Gelap di Rupit & Pantai

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Sejak Pasca-Lebaran Cuma Masuk 1 Kali, PLT Kepsek SDN 54 Merangin Ditegur dan Akan Dicopot

Selasa, 28 April 2026 - 07:54 WIB

Polres Merangin dan Brimob Jambi Salurkan Bantuan dan Gelar Kerja Bakti Pascabanjir di Desa Pulau Bayur

Minggu, 26 April 2026 - 05:10 WIB

Teguh Ungkap Polemik Kerjasama Media Diskominfo Merangin: Syarat Rumit Jadi Penghalang

Rabu, 22 April 2026 - 06:04 WIB

Kejanggalan “Data”, Angka Kerjasama Media Diskominfo Merangin Beda Antara 2025 dan 2026, Ada Apa?

Sabtu, 18 April 2026 - 23:29 WIB

Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:13 WIB

Bandara Muara Bungo Dikepung PETI: Pemerintah dan APH Dituding “Buta dan Tuli” di Balik Bencana Merkuri

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Progres TMMD Gunung Cut Jadi Sorotan, Dansatgas Minta Hasil Maksimal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

ACEH BARAT DAYA

Pastikan Layak Huni, Dansatgas TMMD Abdya Pantau Rehab Rumah Warga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB