MWC NU Tembelang Gelar Sarasehan, Teguhkan Integritas Guru NU dalam Bingkai Kitab Klasik

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 07:08 WIB

50134 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com,— Tembelang, 30 Oktober 2025 Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tembelang sukses menyelenggarakan Sarasehan bertema “Integritas Guru Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Perspektif Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim. Acara ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat jati diri Guru NU melalui kolaborasi aktif antara akademisi dan pesantren.

Kegiatan yang bertempat di Aula Yayasan Pendidikan Al-Ihsan Kalijaring ini merupakan hasil sinergi berbagai lembaga di bawah naungan NU, termasuk LP Ma’arif, PERGUNU, KKMI, dan KKRA (IGRA) Kecamatan Tembelang. Sarasehan ini diikuti oleh seluruh Guru NU dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Kelompok Bermain hingga MA/SMK se-Kecamatan Tembelang.

Menghadirkan Perspektif Kitab Hadratussyaikh
Sarasehan ini menghadirkan narasumber utama Dr. KH. Achmad Roziqi. Lc. M.H.I, Mudir Ma’had Aly Pondok Tebuireng, yang dikenal mendalam dalam kajian kitab-kitab klasik. Acara dipandu oleh Faizuddin FM, S.Pd, Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelang, selaku moderator.
Dr. KH. Achmad Roziqi menyampaikan pentingnya menginternalisasi adab guru (‘Alim) sebagaimana dirumuskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beliau menjelaskan bahwa adab guru dibagi menjadi tiga:

* Adab terhadap dirinya sendiri, yang dirincikan menjadi 12 adab, mencakup aspek spiritual dan personal seperti menjaga ketenangan, wibawa, kebersihan diri, tawadhu’, khusyuk, serta persiapan mengajar yang matang.

* Adab ketika di dalam majelis ilmu (saat mengajar).

* Adab terhadap murid-muridnya.
“Adab-adab ini bertujuan menjadikan seorang guru sebagai teladan (uswah hasanah) dan menjaga kewibawaannya di hadapan murid. Kepatuhan pada adab adalah fondasi integritas seorang pendidik,” ujar KH. Achmad Roziqi.

Relevansi untuk Pendidikan Modern
Beliau juga menyoroti kisah keteladanan Imam Atha’, pakar fiqih dan hadits, yang selalu menyimak hadits dengan penuh kerendahan hati dan kesungguhan, seolah-olah baru pertama kali mendengar, meskipun beliau telah hafal di luar kepala. Kisah ini menjadi penekanan bahwa tawadhu’ adalah kunci keberkahan ilmu, yang sangat relevan untuk guru di era digital ini.
Ketua MWC NU Tembelang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi pijakan kuat bagi para guru dalam menjalankan tugas mulia mereka.

“Sarasehan ini menegaskan komitmen kita untuk menjaga dan memperkuat integritas profesional dan spiritual Guru NU. Dengan mengamalkan adab dari KH. Hasyim Asy’ari, kita berupaya mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga luhur dalam akhlak,” tutup beliau.

Kegiatan Sarasehan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh Guru NU se-Kecamatan Tembelang untuk terus menguatkan etika dan integritas diri sebagai pendidik.

Tim Redaksi Edi uban

Berita Terkait

Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi
Bandara Muara Bungo Dikepung PETI: Pemerintah dan APH Dituding “Buta dan Tuli” di Balik Bencana Merkuri
MERASA KEBAL HUKUM: Mafia Tambang Emas Ilegal di Gerbang Bandara Bungo Kebal Hukum, Kapolres Baru Ditantang Nyali!
“Sabu Bungo: “Tante” Terjaring, Mengapa Sang “Bandar Besar” Masih Melenggang Bebas?
Skandal “Kencing” BBM PT Elnusa Petrofin: Mafia Pal 5 Tembesi Kebal Hukum, Negara Dirugikan Miliran Rupiah
LBHAM : Menunda Gaji Guru Berbulan-bulan Adalah Bentuk Eksploitasi dan Ketidakadilan Serta Pelanggaran HAM.
LBHAM Mengapresiasi Nalar Kritis Komisi C DPRD Jombang Dalam RDP, Tapi Tidak Mempunyai Keberanian
Inspektorat Jombang Diduga “Pasang Badan”, Upaya Mengaburkan Fakta Ambruknya Pasar Ploso Mengarah ke Obstruction of Justice?

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 19:09 WIB

Rabusin Soroti Penegakan Hukum di Pengadilan Negeri Blangkejeren, Tegaskan Fakta Hukum dan Kepastian Hak

Jumat, 10 April 2026 - 00:35 WIB

Rabusin Tegaskan Pentingnya Peran DPR, Komisi Yudisial, dan Kejaksaan Agung dalam Mengawal Keadilan di Daerah

Kamis, 9 April 2026 - 22:33 WIB

Dakwaan Dipertanyakan, Rabusin Tegaskan Unsur Pidana Tak Terpenuhi dalam Kasus Dugaan Pencurian Kayu

Senin, 6 April 2026 - 00:42 WIB

Kasus Rabusin Ariga Lingga Dinilai Penuh Kejanggalan, Komisi III DPR RI Diharapkan Pastikan Proses Hukum Berjalan Adil

Minggu, 5 April 2026 - 23:55 WIB

Tanah Pusaka Disoal, Bukti Dipalsukan? Rabusin Soroti Ketidaksesuaian Surat Keterangan Kepala Desa Uring

Minggu, 5 April 2026 - 23:19 WIB

Surat Bukti Baru Terbit Setelah Laporan, Rabusin Nilai Ada Permainan Hukum

Sabtu, 4 April 2026 - 21:32 WIB

Janggal, Sidang Pembuktian Rabusin Ariga Lingga Hadirkan Surat Bukti yang Tidak Sesuai Kronologi

Sabtu, 4 April 2026 - 01:52 WIB

Janji Pemulihan Pascabanjir di Gayo Lues: Alat Berat Dikerahkan, Tagihan Dibiarkan Mengendap

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Pencitraan?

Senin, 20 Apr 2026 - 10:09 WIB