Kawasan SGC Amburadul, Nyali Plt. Bupati Bekasi Dipertanyakan : Menata Pusat Kota Saja Gagal, Apalagi Pelosok

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:28 WIB

5045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, – 6 Mei 2026  Kondisi pusat kota Cikarang, khususnya kawasan Sentra Grosir Cikarang (SGC) dan sekitarnya, kini masih amburadul. Hingga Mei 2026, kawasan yang seharusnya menjadi etalase martabat Kabupaten Bekasi justru berubah menjadi simbol kesemrawutan, kemacetan abadi, dan lemahnya penegakan aturan di bawah kepemimpinan Plt. Bupati dr. Asep Surya Atmaja.

​Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan banyak tumpukan sampah yang meluber ke aspal, puing-puing lapak pedagang yang tak beraturan, serta parkir liar yang memakan lebih dari separuh lajur utama jalan. Kondisi ini membuktikan bahwa Satpol PP dan Dinas Perhubungan seolah kehilangan taringnya menghadapi oknum-oknum yang menguasai fasilitas publik demi kepentingan pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kekecewaan mendalam disampaikan oleh Afif, salah satu pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, kegagalan menata SGC adalah cerminan dari kurangnya “nyali” kepemimpinan daerah.

​”SGC itu jantungnya Bekasi. Kalau jantungnya saja dibiarkan tersumbat sampah dan dikelola oknum, narasi pembangunan hingga pelosok desa yang selama ini didengungkan patut dipertanyakan. Ini bukan soal kurang wewenang, tapi soal keberanian menegakkan hukum,” tegas Afifudin.

​Masyarakat juga menyoroti kontradiksi antara besaran APBD Kabupaten Bekasi yang mencapai triliunan rupiah dengan ketidakmampuan penyediaan kantong parkir resmi. Pembiaran ini memicu dugaan kuat adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir yang justru mengalir ke kantong-kantong ilegal.

​Kegagalan di pusat kota ini menjadi preseden buruk bagi pembangunan di wilayah pelosok seperti Muaragembong, Bojongmangu, dan Cabangbungin. Jika di depan mata pimpinan daerah saja kesemrawutan dibiarkan, pengawasan proyek infrastruktur di pinggiran dikhawatirkan akan jauh lebih lemah dan asal-asalan.

​Demi mengembalikan kepercayaan publik, Pemerintah Kabupaten Bekasi didesak untuk segera melakukan langkah nyata yaitu ​Pengerahan Pos Pantau 24 Jam untuk menghentikan praktik penertiban “angin-anginan” dan menempatkan personel secara permanen di titik rawan.

​Plt Bupati harus memberikan Instruksi tegas kepada aparat untuk menyikat habis oknum ormas atau pihak tertentu yang membekingi parkir liar. Dan meng Evaluasi Pejabat jika perlu untuk mencopot pejabat di lingkungan Dinas Perhubungan dan Satpol PP yang terbukti gagal dan tidak kompeten dalam menjalankan instruksi penataan kota.

Jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan signifikan di kawasan SGC, kredibilitas pemerintah daerah di mata publik dipastikan akan merosot ke titik terendah.

Tim Redaksi Prima BHI

Berita Terkait

Reaksi Anti Transparansi: Kades Sindangjaya Kecamatan Cabangbungin Tantang UU Keterbukaan Informasi Publik
Insiden Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: Gerbong Wanita Ringsek Dihantam Lokomotif
Ironi di Balik Gerbang Pemda Bekasi: Mahasiswa Adu Jotos dengan Petugas, Plt Bupati Lagi Asyik Makan Siang Bersama di Dalam Ruangan
KPK Didesak Segera Tetapkan Status Tersangka Terhadap Kepala Dinas Terkait Skandal “Ijon Proyek” di Kabupaten Bekasi
Dua Pelaku Mutilasi Pria dalam Freezer Kios Ayam di Bekasi Ditangkap, Polisi Buru Potongan Tubuh Korban
Kasus Dugaan Pengeroyokan di Sukawangi Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi, Kuasa Hukum Desak Penangkapan Pelaku
Kata Bang Ata Lebaran Tahun Ini Ora Adil, Ia Soroti Ketimpangan Penegakan Hukum Kasus Korupsi Ijonan
IWO Indonesia Soroti Temuan LHP BPK 2024, Ada Selisih Puluhan Miliar di Perumda Tirta Bhagasasi dan Piutang Pajak Tak Berdokumen

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:07 WIB

BPK Periksa Proyek Dana Kelurahan Merangin, Ambil Sampel Beton di Pasar Atas.

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:08 WIB

Darurat Narkoba di Bungo, GPN Desak Kapolres Sikat Bandar yang Kebal Hukum!

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:27 WIB

Isu “Pengatur” Proyek APBD Merangin Viral di Medsos, Kadis PUPR & Diknas: Tidak Ada Intervensi

Rabu, 29 April 2026 - 13:02 WIB

SKANDAL BBM ILEGAL: Oknum TNI Korem 042/Gapu Diduga Menjadi “Tameng” Bisnis Gelap di Rupit & Pantai

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Sejak Pasca-Lebaran Cuma Masuk 1 Kali, PLT Kepsek SDN 54 Merangin Ditegur dan Akan Dicopot

Selasa, 28 April 2026 - 07:54 WIB

Polres Merangin dan Brimob Jambi Salurkan Bantuan dan Gelar Kerja Bakti Pascabanjir di Desa Pulau Bayur

Minggu, 26 April 2026 - 05:10 WIB

Teguh Ungkap Polemik Kerjasama Media Diskominfo Merangin: Syarat Rumit Jadi Penghalang

Rabu, 22 April 2026 - 06:04 WIB

Kejanggalan “Data”, Angka Kerjasama Media Diskominfo Merangin Beda Antara 2025 dan 2026, Ada Apa?

Berita Terbaru