Perjalanan Gugatan Mas Botok dari Pantura ke Ibu Kota Oleh Pepih Nugraha

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:22 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, nasionaldetik.com

​Di balik hiruk-pikuk jalur Pantura Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terselip sebuah kisah tentang keteguhan warga biasa yang memilih jalan berliku sebagai penyambung lidah kaum akar rumput.

Supriyono, atau yang lebih akrab disapa Mas Botok, mendadak menjadi perbincangan hangat di ruang publik nasional setelah memimpin gelombang massa mendatangi jantung kekuasaan di ibu kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sebagai Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), langkah Mas Botok jauh dari kesan birokratis maupun elite politik. Kesehariannya diwarnai oleh interaksi langsung dengan denyut kehidupan masyarakat bawah, yang kemudian membentuk karakternya menjadi sosok vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah daerah.

Ketika nurani kolektif warga merasa terabaikan oleh kebijakan publik, Botok tidak memilih diam; ia berdiri di garis depan mengorganisasi perlawanan damai.

​Puncak dari eskalasi gerakan yang dipimpinnya terjadi ketika ia membawa massa AMPB melintasi ratusan kilometer menuju Kompleks Parlemen di Senayan, Jakarta.

Di hadapan Gedung DPR RI, derap langkah kaki para pengunjuk rasa menyuarakan agenda nasional yang tajam: mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi para pelaku korupsi.

Bagi Botok, isu-isu tersebut bukan sekadar wacana di menara gading, melainkan cerminan keadilan substansial yang dirindukan rakyat kecil.

​Namun, jalan seorang aktivis kerap diuji dengan turbulensi birokrasi dan hukum. Nama Mas Botok kembali mencuri perhatian ketika rekening bank miliknya —yang memuat dana pribadi sekaligus himpunan donasi untuk keperluan aksi massa— tiba-tiba mengalami pemblokiran oleh pihak perbankan atas permintaan aparat penegak hukum.

Polemik keuangan ini sempat memantik tanda tanya luas dari publik ihwal transparansi dan pembatasan ruang gerak aktivisme sosial.

​Lintasan hidup Supriyono alias Mas Botok merekam potret nyata dinamika demokrasi di tingkat lokal hingga nasional.

Dari sebuah kabupaten di pesisir utara Jawa, ia membuktikan bahwa kegelisahan warga biasa, apabila disuarakan dengan konsistensi, mampu menembus pagar-pagar gedung parlemen dan menggema di ruang publik.

Hidup Pati! Hidup Mas Botok!!

***

 

Berita Terkait

Babinsa dan Polisi Turun Langsung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Sono
Ironis! Peliput Berita Ditahan, Pengedar Tramadol di Teluknaga Diduga Tak Tersentuh
Kapolres Kendal Pimpin Apel di MAN Kendal, Peringatkan Pelajar Jauhi Aksi “Kreak” dan Senjata Tajam
GERAKAN LANGIT BIRU DEMOKRAT BLORA, DORONG KEPEKAAN LINGKUNGAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL
Tegas! Mas Botok Minta Pimpinan DPR Mundur Jika RUU Perampasan Aset Molor
Mifta Reza Ketua DPC Partai Gerindra Kendal beri tanggapan Klaim Budi Ary
*Tudingan Galian C Dibantah! Pemilik Lahan, Jikotamo–Sambiki, Ini untuk Kepentingan Umum*
Ulama dari Kalimantan Mampir ke Posko Ramah Muktamirin

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:22 WIB

Perjalanan Gugatan Mas Botok dari Pantura ke Ibu Kota Oleh Pepih Nugraha

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Babinsa dan Polisi Turun Langsung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Sono

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Ironis! Peliput Berita Ditahan, Pengedar Tramadol di Teluknaga Diduga Tak Tersentuh

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:22 WIB

GERAKAN LANGIT BIRU DEMOKRAT BLORA, DORONG KEPEKAAN LINGKUNGAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:11 WIB

Tegas! Mas Botok Minta Pimpinan DPR Mundur Jika RUU Perampasan Aset Molor

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:06 WIB

Mifta Reza Ketua DPC Partai Gerindra Kendal beri tanggapan Klaim Budi Ary

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:03 WIB

*Tudingan Galian C Dibantah! Pemilik Lahan, Jikotamo–Sambiki, Ini untuk Kepentingan Umum*

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Ulama dari Kalimantan Mampir ke Posko Ramah Muktamirin

Berita Terbaru