TULUNGAGUNG, Nasionaldetik.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 resmi dilantik di Lotus Garden, Kabupaten Tulungagung, Kamis (20/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi organisasi wartawan online tersebut untuk memperkuat profesionalisme jurnalistik sekaligus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, aparat penegak hukum, dan berbagai elemen masyarakat.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum DPP IWO Indonesia, Dr. Nisan Radian, S.H., S.Akun., M.H., M.Pd. Pengurus DPD IWO Indonesia Kabupaten Tulungagung dikukuhkan setelah mengucapkan sumpah dan ikrar untuk menjalankan tugas organisasi serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Tulungagung, Rahardian Andri, S.A., Ak., bersama jajaran pengurus periode 2026–2031 juga menerima Pataka IWO Indonesia sebagai simbol amanah dan tanggung jawab organisasi di daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, perwakilan kepala OPD, jajaran DPP dan DPW IWO Indonesia, sejumlah DPD IWO Indonesia kabupaten/kota di Jawa Timur, insan pers, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD IWO Indonesia Kabupaten Tulungagung yang baru dilantik.
Ia berharap keberadaan IWO Indonesia dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tulungagung tentu siap bekerja sama dengan IWO Indonesia Kabupaten Tulungagung. Mari kita terus membangun komunikasi dan sinergi,” ujarnya.
Menurut Ahmad Baharudin, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat dapat memperoleh informasi dengan sangat cepat. Kondisi tersebut membuat media memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang beredar benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran berita bohong atau hoaks, informasi tidak berimbang, hingga konten yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Karena itu, ia meminta insan pers, khususnya IWO Indonesia, turut menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan pemberitaan yang edukatif, akurat, dan bertanggung jawab.
“Kalau saya sebagai pemerintah dalam melaksanakan pembangunan terdapat hal yang kurang tepat, mohon diingatkan. Jangan menunggu sampai terjadi kesalahan. Sebelum sesuatu menjadi masalah, mari kita saling mengingatkan dan memberikan masukan,” katanya.
Ahmad Baharudin juga mengajak insan pers untuk menunjukkan kecintaan terhadap Kabupaten Tulungagung melalui karya jurnalistik yang konstruktif.
Ia menegaskan, kritik terhadap pemerintah tetap penting sepanjang disampaikan secara objektif dan bertujuan memberikan perbaikan.
“Kalau kita benar-benar mencintai Tulungagung, mari kita berikan yang terbaik. Mari kita berikan informasi yang benar dan sesuai dengan kenyataan,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung, lanjutnya, juga membuka ruang kerja sama dengan IWO Indonesia, termasuk dalam pembinaan dan peningkatan kapasitas para jurnalis.
Sementara itu, Ketua Umum DPP IWO Indonesia Dr. Nisan Radian menekankan tiga tanggung jawab utama pengurus organisasi, yakni mendidik, membina, dan membela anggota.
Menurutnya, pengurus harus mampu memberikan edukasi kepada anggota mengenai tugas jurnalistik, aturan, dan kode etik. Selain itu, organisasi harus membina anggota agar semakin profesional dan solid.
“Yang ketiga adalah membela. Pengurus harus hadir ketika anggota menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas jurnalistik, tentunya dengan tetap berpedoman pada aturan, kode etik jurnalistik, serta mekanisme hukum yang berlaku,” jelasnya.
Nisan juga mengingatkan bahwa kecepatan media online dalam menyampaikan informasi harus diimbangi dengan pemahaman terhadap kode etik jurnalistik.
Ia berharap IWO Indonesia dapat terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum sehingga tercipta iklim jurnalistik yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.
Ia bahkan mendorong Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk melibatkan IWO Indonesia dalam berbagai sektor pembangunan, seperti UMKM, pariwisata, infrastruktur, maupun program pembangunan lainnya.
“Kami berharap IWO Indonesia tidak hanya hadir sebagai organisasi wartawan, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Tulungagung Rahardian Andri menegaskan komitmennya menjadikan organisasi sebagai wadah peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah wajah jurnalistik. Kecepatan informasi menjadi kebutuhan, namun tidak boleh mengorbankan akurasi, keberimbangan, verifikasi, etika, dan tanggung jawab jurnalistik.
“Kami ingin membangun organisasi yang tidak hanya menjadi wadah untuk berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, bertukar pengetahuan, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan profesionalisme wartawan,” katanya.
Rahardian juga menegaskan bahwa hubungan antara pers, pemerintah, dan masyarakat harus dibangun secara sehat.
“Kritis tidak berarti memusuhi. Bermitra tidak berarti kehilangan independensi. Dan menyampaikan kritik bukan berarti tidak mendukung pembangunan,” tegasnya.
Ia menyampaikan, IWO Indonesia Kabupaten Tulungagung memiliki visi menjadi bagian dari kekuatan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi keluarga besar organisasi.
Sementara misinya antara lain memperkuat tata kelola organisasi, membangun profesionalisme dan akuntabilitas, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, mendorong pertumbuhan sektor mikro dan UMKM, serta berperan aktif menjaga kondusivitas dan stabilitas daerah.
Seluruh program tersebut akan dijalankan dengan mengusung moto “Berkarya, Berproses, Berprogres, dan Berdampak.”
Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2031, DPD IWO Indonesia Kabupaten Tulungagung diharapkan mampu memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Organisasi tersebut juga diharapkan mampu melahirkan insan pers yang profesional, independen, berintegritas, serta konsisten menyajikan informasi yang mencerdaskan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung.
Reporter : Evan
Editor : Admin




























