Pimpinan BAZNAS Tulungagung Periode 2026–2031 Resmi Dilantik,Plt Bupati Ahmad Baharudin Dorong BAZNAS Perkuat Sinergi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:47 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG ,Nasionadetik.com – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 resmi dilantik di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (20/8/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi BAZNAS Tulungagung untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengucapkan selamat kepada jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang baru dilantik. Ia berharap BAZNAS mampu membangun kerja sama dan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, saya mengucapkan selamat kepada para pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang baru saja dilantik,” ujarnya.

Menurut Ahmad Baharudin, pemerintah daerah dan BAZNAS memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mewujudkan Kabupaten Tulungagung yang semakin sejahtera, maju, dan berakhlak mulia.

Ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik, baik dari sisi sumber daya manusia, keuangan maupun program. Setiap program yang dijalankan juga harus disusun secara terencana dan memiliki sasaran yang jelas agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program-program yang dijalankan hendaknya disusun secara terencana dan memiliki sasaran yang jelas, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ahmad Baharudin juga berharap program BAZNAS dapat berjalan selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tulungagung, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang.

Selain itu, BAZNAS diminta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan digitalisasi. Pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat agar berlangsung lebih cepat, tepat, efektif, dan efisien.

Ia juga meminta komunikasi dan koordinasi antara BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dilakukan secara rutin.

“Pemerintah Kabupaten Tulungagung selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi. Dengan komunikasi yang baik, setiap program yang dilaksanakan dapat disinergikan sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa amanah yang diberikan merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa zakat tidak hanya memiliki dimensi spiritual sebagai ibadah, tetapi juga mempunyai peran penting dalam pemerataan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat dan penguatan solidaritas sosial.

Karena itu, pengelolaan dana umat ke depan tidak akan hanya diarahkan pada bantuan konsumtif. BAZNAS Tulungagung akan memperkuat program pemberdayaan agar para mustahik dapat meningkatkan kesejahteraan, mandiri, dan pada akhirnya mampu menjadi muzaki.

“Dana umat harus diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Harapannya, para mustahik tidak selamanya berada pada posisi sebagai penerima bantuan, tetapi dapat meningkat kesejahteraannya, menjadi mandiri, dan pada akhirnya mampu naik kelas menjadi muzaki,” jelas Abdul Wachid.

Ia mengatakan, BAZNAS Tulungagung juga akan memperkuat tata kelola yang amanah, profesional, transparan, akuntabel dan berbasis teknologi digital.

Menurutnya, BAZNAS merupakan mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan zakat. Karena itu, harmonisasi program BAZNAS dengan arah pembangunan daerah, termasuk RPJMD Kabupaten Tulungagung, menjadi bagian penting yang harus terus diperkuat.

“Keberhasilan pengelolaan zakat tidak dapat dilakukan oleh BAZNAS seorang diri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, MUI, lembaga amil zakat, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Bidik Zakat Profesi ASN

Usai acara, Abdul Wachid kepada awak media mengatakan salah satu fokus awal kepengurusan BAZNAS periode 2026–2031 adalah meningkatkan penghimpunan zakat, khususnya zakat profesi atau zakat mal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memenuhi nisab.

Pihaknya berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung agar ASN yang telah memenuhi ketentuan wajib zakat dapat menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

“Target pertama kami adalah pengumpulan. Kami meminta dukungan kepada Bupati agar para ASN yang sudah nisab untuk zakatnya membayarkan melalui BAZNAS. Karena zakat itu akan kembali lagi kepada masyarakat Tulungagung,” ujarnya.

Abdul Wachid menyebut potensi zakat profesi ASN di Kabupaten Tulungagung diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar per tahun. Namun, realisasi penghimpunan saat ini masih sekitar Rp5 miliar per tahun.

Ia menyebut tingkat kepatuhan ASN dalam menyalurkan zakat melalui BAZNAS masih sekitar 30 persen. Karena itu, peningkatan penghimpunan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang akan dikejar dalam kepengurusan baru.

“Kalau bisa sampai 100 persen, sudah luar biasa. Potensinya hampir Rp15 miliar, itu baru dari zakat profesi,” katanya.

Untuk tahun ini, BAZNAS Tulungagung mendapat target penghimpunan sekitar Rp8 miliar. Sementara realisasi yang terkumpul saat ini disebut masih sekitar Rp3 miliar, sehingga BAZNAS akan mengoptimalkan penghimpunan hingga akhir tahun.

Fokus Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan

Selain meningkatkan penghimpunan, BAZNAS Tulungagung juga akan memprioritaskan program pemberdayaan masyarakat, terutama dalam rangka pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Abdul Wachid mengatakan bantuan yang diberikan akan disertai pendampingan dan evaluasi untuk memastikan adanya perubahan dan peningkatan kesejahteraan penerima manfaat.

“BAZNAS dari pusat sampai kabupaten lebih banyak pada pemberdayagunaan. Artinya bantuan itu harus bermanfaat, harus berdampak dan akan kita ukur. Dari bantuan kita apakah sudah ada peningkatan atau tidak. Maka akan kita lakukan pendampingan,” jelasnya.

Pendampingan tersebut dapat berupa bantuan modal, pelatihan, hingga bantuan peralatan usaha. Model pemberdayaan seperti bantuan lapak dan modal usaha akan kembali dikembangkan di berbagai wilayah Tulungagung.

“Mulai dari bantuan bermodal, kemudian pelatihan, bantuan peralatan. Ini yang akan kita kembangkan lagi,” imbuhnya.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat penerima manfaat agar tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Rangkaian pelantikan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, kemudian dilanjutkan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan kepada jajaran pimpinan BAZNAS yang baru dilantik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Ketua DPRD Tulungagung, Kapolres Tulungagung, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Al Fikri Mullah, S.Ag., M.M., para asisten dan staf ahli serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Ketua MUI Kabupaten Tulungagung, pimpinan organisasi kemasyarakatan, para rektor perguruan tinggi se-Kabupaten Tulungagung, pimpinan BAZNAS kabupaten/kota sekitar, seluruh Ketua Lembaga Amil Zakat se-Kabupaten Tulungagung serta tamu undangan lainnya.

Dengan kepengurusan baru tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung diharapkan semakin kuat dalam menghimpun dan mengelola dana umat sekaligus menghadirkan program pemberdayaan yang terukur, tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Repirter : Ev

Editor : Admin

Berita Terkait

PUPR Tulungagung Intensifkan Pemeliharaan Jalan Campurdarat–Pakisrejo, Tingkatkan Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BEM PTNU DIY Dorong Kepedulian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat di Gunungkidul
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, ASDP Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal
Laskar Lampung dan Karang Taruna Bagikan 5.000 Masker, Antisipasi Dampak Erupsi Anak Krakatau
MTQ XXXII Tulungagung Dibuka, Plt Bupati Ahmad Baharudin Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berkarakter
Pemilihan BPD Desa Sanggrahan Digelar, H. Iswanto Ajak Warga Gunakan Hak Pilih Secara Bertanggung Jawab
Semarak HUT RI ke-81, Karnaval Sambironyong Jadi Panggung Kreativitas Budaya
Semarak HUT RI ke-81, Karnaval Desa Sobontoro Meriah, Kreativitas Warga Dapat Apresiasi

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 00:18 WIB

Betonisasi RW 17 Kuta Bumi Disorot, Ketebalan Diduga Kurang dari 20 Sentimeter

Selasa, 8 September 2026 - 22:40 WIB

Pengeroyokan Jurnalis di PT SSM Lambat Ditangani: Kinerja Polres Aceh Singkil Disorot Tajam, Divisi Propam Mabes Polri Didesak Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 21:14 WIB

Rekam Jejak Kasat Reskrim Polres Muratara

Selasa, 8 September 2026 - 20:46 WIB

*Tankos dan Solid Sawit, Alternatif Solusi Jangka Panjang Karhutla*

Selasa, 8 September 2026 - 20:30 WIB

Babinsa Koramil 07/Salak Ajak Linmas dan Perangkat Desa Perkuat Deteksi Dini, Keamanan Desa Jadi Perhatian Bersama

Selasa, 8 September 2026 - 20:23 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Pantau Penyaluran BLT-DD Tahap III di Desa Palding

Selasa, 8 September 2026 - 20:17 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Parongil Sisir Ladang dan Ingatkan Petani Tak Bakar Lahan

Selasa, 8 September 2026 - 10:48 WIB

Sinergi Lintas Institusi Percepat Penanganan Karhutla di Desa Penusupan, Pangkah

Berita Terbaru

NASIONAL

Rekam Jejak Kasat Reskrim Polres Muratara

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:14 WIB