Nasionaldetik.com – Lampung Selatan – Pemerintah Kecamatan Bakauheni menggelar lomba tingkat dusun sekaligus penilaian kategori juara dalam rangka menuju Desa HELAU di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (20/8/2026).
HELAU merupakan singkatan dari Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul. Program ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan dusun yang bersih, sehat, indah, aman, sekaligus memiliki potensi pariwisata dan kegiatan ekonomi produktif.
Camat Bakauheni, Sidik, S.H., M.M., mengatakan lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi pemicu semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.
“Di mana diketahui Kecamatan Bakauheni sangat populer dengan pariwisatanya,” kata Sidik.
Menurutnya, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi semangat tersendiri bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan.
“Kemerdekaan sejati itu adalah berbuat untuk bangsa dan negara, semangat membangun tingkat desa maupun kabupaten,” ujarnya.
Ia berharap semangat HELAU dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni dusun. Dengan lingkungan dusun yang tertata dan masyarakat yang kompak, kemajuan desa diharapkan dapat semakin terlihat.
“HELAU ini kita jadikan semangat bersama. Dari tingkat dusun dulu, kalau dusunnya bagus, desanya ikut maju. Saya minta masyarakat terus jaga kebersihan, tingkatkan kegiatan kebersamaan, dan kembangkan pariwisata di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Sidik menambahkan, pengembangan potensi wisata di setiap lingkungan diharapkan mampu menarik wisatawan dari luar Lampung untuk berkunjung ke Lampung Selatan, khususnya Desa Bakauheni.
Adapun indikator penilaian dalam lomba Desa HELAU meliputi kekompakan, kebersamaan, serta kebersihan masing-masing dusun. Penilaian tersebut juga sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang saat ini menggelar Lomba Desa HELAU tingkat kabupaten.
“Lomba ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh 18 dusun se-Kecamatan Bakauheni. Tim penilai terdiri dari unsur Kecamatan Bakauheni yang menilai setiap dusun berdasarkan indikator ABRI, yakni Asri, Bersih, Rapi, dan Indah,” ungkap Sidik.
Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai kegiatan yang ditampilkan. Tahun ini, kegiatan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Berbagai kegiatan dilakukan warga, mulai dari kerja bakti massal, lomba kebersihan rumah, hingga pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di sejumlah dusun.
“Juara itu bonus. Yang penting setelah lomba, semangat HELAU-nya jangan berhenti,” tegasnya.
Sementara itu, Tokoh Punyimbang Adat Bakauheni, Bung Saftoni, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai lomba tingkat dusun dapat membantu pemerintah sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kalau bisa diadakan kembali, agar bisa membangun rasa kebersamaan sesama masyarakat, baik dari anak muda hingga orang tua,” ujarnya.
Di akhir rangkaian kegiatan, Camat Bakauheni berharap semangat HELAU tidak berhenti setelah perlombaan selesai, tetapi dapat terus diterapkan dan menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat di setiap dusun. (Mail)




























