Nasionaldetik.com,— 12 September 2026 Pimpinan Redaksi, Ir. Edi Supriadi, mengutuk keras insiden kericuhan yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Malang saat menerima aspirasi warga terkait pembukaan akses Bendungan Lahor 24 jam. Tindakan dan dinamika yang berujung pada kekerasan ini dinilai sebagai bentuk arogansi lembaga perwakilan rakyat yang sangat memalu publik di seluruh Indonesia.
Edi Supriadi menegaskan bahwa wakil rakyat seharusnya menjadi pengayom dan penengah aspirasi masyarakat, bukan justru membiarkan forum penyampaian pendapat berakhir menjadi bentrokan fisik.
“Arogansi dan ketidakmampuan mengelola komunikasi publik dalam ruang aspirasi ini adalah preseden buruk. Kejadian ini sangat memalu wajah demokrasi kita,” tegas Ir. Edi Supriadi.
Beliau mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Malang serta pimpinan partai politik terkait untuk mengambil tindakan tegas hingga pemberhentian terhadap oknum yang terbukti memicu bentrokan, guna menjaga marwah lembaga legislatif.
Kericuhan saat penyampaian aspirasi warga terkait permintaan pembukaan akses Bendungan Lahor 24 jam karna tak dihiraukan , yang mengakibatkan seorang anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, mengaku menjadi korban dan harus dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen suatu alasan tidak masuk akal sehat .
Warga Kecamatan Sumberpucung yang dipimpin oleh Hadi Wiyono (Pak Dur), anggota DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok, serta disorot langsung oleh Pemred Ir. Edi Supriadi.
Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.Kantor DPRD Kabupaten Malang.
Warga mendatangi gedung dewan untuk menyerahkan surat sekaligus meminta audiensi resmi mengenai pembukaan akses 24 jam Bendungan Lahor, namun pertemuan tersebut berujung ricuh.
Penyampaian surat dan pemintaan audiensi mengalami eskalasi konflik di lokasi hingga berujung pada tindakan dugaan penganiayaan dan perawatan medis anggota dewan.
Tim Redaksi





























