Program Gizi Kena Banting: SPPG Jombang Diduga Caplok Bahu Sungai dan Buang Limbah Sembarangan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 14:00 WIB

50207 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 10 September 2026 Program pelayanan publik kembali menuai sorotan tajam. Tim Investigasi Nasionaldetik.com menemukan dugaan pelanggaran tata kelola lingkungan pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Kapten Tendean, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Fasilitas tersebut disinyalir memanfaatkan bahu/sempadan sungai untuk kegiatan operasional sekaligus menggelontorkan limbah cair dapurnya langsung ke badan sungai tanpa pengolahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan pelanggaran hukum lingkungan berupa alih fungsi bahu/sempadan sungai untuk operasional fasilitas serta pencemaran air akibat pembuangan limbah sisa kegiatan dapur SPPG langsung ke sungai.

Tim Investigasi Nasionaldetik.com dan Pemimpin Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi (Edi Uban), bersama Ratno, menuntut ketegasan Pemkab Jombang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta instansi teknis terkait.

SPPG Jalan Kapten Tendean, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Dugaan ini berlangsung selama operasional harian SPPG dan mengancam ekosistem sungai serta warga sekitar dalam jangka panjang jika terus dibiarkan tanpa evaluasi total.

Program pemenuhan gizi yang berorientasi pada kesehatan masyarakat dianggap ironis dan kontradiktif jika dalam praktiknya justru merusak kesehatan lingkungan serta melanggar konstitusi dan regulasi tata ruang/lingkungan.

Pemerintah daerah didesak segera turun ke lapangan secara transparan untuk menguji sampel air, mengecek status lahan sempadan, dan memeriksa sistem drainase. Bila terbukti melanggar, program di lokasi tersebut dituntut untuk ditutup dan dibubarkan.

1. Memberi Gizi, Meracuni Sungai
Pemred Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi (Edi Uban), menegaskan bahwa program pemenuhan gizi tidak bisa dijadikan tameng untuk mengabaikan hukum lingkungan.

“Programnya boleh baik, tetapi pelaksanaannya harus benar. Jangan sampai program pelayanan publik justru melahirkan persoalan lingkungan baru. Jangan benturkan hak masyarakat atas makanan bergizi dengan hak mereka atas lingkungan yang sehat,” ujar Edi.

2. Pengawasan Pemerintah Dinilai ‘Buta Warna’
Edi uban menyoroti tumpulnya fungsi pengawasan instansi teknis Pemkab Jombang yang terkesan hanya fokus pada output produksi tanpa memedulikan dampak buangannya.

“Pemerintah jangan hanya menghitung berapa ribu porsi makanan yang diproduksi, tetapi ‘buta’ terhadap ke mana tonase limbah dapurnya dibuang. Periksa status pemanfaatan lahan sempadan sungai, drainase, dan amati langsung saluran pembuangannya!” tegas Ratno.

3. Beban Ekologis dan Pelanggaran Hukum Atas Nama Sungai
Sungai memiliki fungsi ekologis dan sosial, bukan saluran pembuangan limbah gratisan. Pembuangan sisa lemak dan limbah rumah tangga dapur secara terus-menerus tanpa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai bukan hanya memicu bau busuk, tetapi juga merusak ekosistem air. Negara memiliki regulasi ketat mengenai sempadan dan pencemaran air yang berlaku tanpa pandang bulu.

4. Buka Hasil Pemeriksaan atau Bubarkan!

Pemerintah daerah dituntut melakukan sidak dan uji laboratorium secara terbuka di hadapan publik.

“Publik berhak tahu! Jika terbukti sesuai aturan, paparkan buktinya. Namun jika terbukti mencaplok bahu sungai dan membuang limbah sembarangan—yang artinya sudah mengangkangi UUD dan aturan lingkungan—pemerintah jangan ragu memberi sanksi tegas. Tutup dan bubarkan saja operasional SPPG yang melanggar aturan ini!” pungkas Edi Uban.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Semangat Pak Suroto di Usia Senja, Ikut Berjuang Mewujudkan Rumah Impian 
**Penuh Syukur dan Mandiri, Pak Suroto Manfaatkan Sisa Bongkaran 0209/Labuhanbatu Hadir Membawa Harapan** 
**TMMD KE-130 KODIM 0209/LABUHANBATU MULAI PEMBONGKARAN RUMAH EDI HARAHAP, HADIRKAN HARAPAN BARU BAGI KELUARGA** 
Rumah Bambu Ludes & Tabungan Rp2,5 Juta Ikut Hangus, Kisah Pilu Kakek 78 Tahun di Sumberjaya Bikin Haru
Ganti Nomor Ponsel karena Takut Dilacak APH,Warga Ngaku Jual Emas ke WN China TZ Alias A Hingga Seret Nama Oknum Kades Inggis Sanggau
*Polisi Peduli Pendidikan, Polda Metro Jaya Edukasi Siswa Cegah Perundungan*
*Minggu Kasih, Kapolsek Koja di Gereja Pantekosta : Ajak Warga Cegah Tawuran dan Jaga Keamanan Lingkungan*
ANGGARAN PERJALANAN DINAS DPRD LEBAK DISOROT: TEMUAN BPK BONGKAR POTENSI CELAH REGULASI DAN ABU-ABU ANGGARAN MILYARAN RUPIAH

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:42 WIB

**Penuh Syukur dan Mandiri, Pak Suroto Manfaatkan Sisa Bongkaran 0209/Labuhanbatu Hadir Membawa Harapan** 

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

**TMMD KE-130 KODIM 0209/LABUHANBATU MULAI PEMBONGKARAN RUMAH EDI HARAHAP, HADIRKAN HARAPAN BARU BAGI KELUARGA** 

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Rumah Bambu Ludes & Tabungan Rp2,5 Juta Ikut Hangus, Kisah Pilu Kakek 78 Tahun di Sumberjaya Bikin Haru

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Ganti Nomor Ponsel karena Takut Dilacak APH,Warga Ngaku Jual Emas ke WN China TZ Alias A Hingga Seret Nama Oknum Kades Inggis Sanggau

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:51 WIB

*Polisi Peduli Pendidikan, Polda Metro Jaya Edukasi Siswa Cegah Perundungan*

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:45 WIB

*Minggu Kasih, Kapolsek Koja di Gereja Pantekosta : Ajak Warga Cegah Tawuran dan Jaga Keamanan Lingkungan*

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:47 WIB

ANGGARAN PERJALANAN DINAS DPRD LEBAK DISOROT: TEMUAN BPK BONGKAR POTENSI CELAH REGULASI DAN ABU-ABU ANGGARAN MILYARAN RUPIAH

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Skandal Perjalanan Dinas fiktif DPRD Lebak Rp997 Juta: Siapa Bermain di Balik Anggaran Jumbo?

Berita Terbaru