TULUNGAGUNG ,Nasiinaldetik.com – Upaya membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Penguatan pembinaan tilawatil Qur’an menjadi salah satu langkah yang terus didorong, tidak hanya melalui ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tetapi juga lewat pembinaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Tulungagung periode 2026-2031 sekaligus Pengukuhan Dewan Hakim MTQ XXXII Tingkat Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.
Kegiatan digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (3/9/2026). Sejumlah tokoh penting hadir, mulai dari ulama, kiai dan tokoh agama, jajaran kepala OPD, pengurus LPTQ, Dewan Hakim MTQ, pimpinan ormas Islam hingga perwakilan MUI, Baznas, IPHI dan FKUB Kabupaten Tulungagung.
Pelantikan ini menjadi awal dari amanah baru bagi jajaran pengurus LPTQ untuk periode lima tahun mendatang. Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan agenda rutin, tetapi mampu menghadirkan inovasi dalam pembinaan Al-Qur’an.
Plt. Bupati Tulungagung dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus LPTQ yang telah dilantik.
Ia berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, LPTQ memiliki tugas yang lebih luas dibanding sekadar menyelenggarakan MTQ. Lembaga ini juga diharapkan menjadi motor pengembangan kemampuan masyarakat dalam membaca, memahami hingga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
«“LPTQ tidak hanya bertugas menyelenggarakan MTQ, tetapi juga mendorong peningkatan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujarnya.»
Dewan Hakim Diminta Tidak Boleh Terpengaruh
Momentum tersebut juga menjadi perhatian bagi para Dewan Hakim MTQ XXXII yang resmi dikukuhkan.
Mereka mendapat amanah untuk memastikan seluruh proses penilaian berlangsung secara profesional, objektif dan berkeadilan.
Plt. Bupati menekankan agar para Dewan Hakim menjaga integritas dan independensi selama menjalankan tugas. Penilaian harus murni berdasarkan kemampuan serta kualitas peserta.
Kedekatan personal, asal daerah maupun kepentingan tertentu tidak boleh memengaruhi keputusan.
Pesan tersebut menjadi penting karena MTQ bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Di balik kompetisi tersebut terdapat misi yang lebih besar, yakni menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
MTQ Bukan Sekadar Mencari Juara
Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi membawa tantangan tersendiri dalam membentuk karakter generasi muda.
Kecerdasan intelektual saja dinilai belum cukup. Generasi masa depan juga membutuhkan karakter kuat, akhlak mulia dan landasan spiritual.
Karena itu, pembinaan generasi Qur’ani harus dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan. Keluarga, sekolah, pondok pesantren, masjid dan lingkungan masyarakat memiliki peran yang sama penting.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendorong agar LPTQ dapat membangun sinergi dengan para ulama, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan dan berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pembinaan Al-Qur’an tidak berhenti pada momentum MTQ saja.
“Dengan sinergi yang kuat, kita berharap MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan, tetapi menjadi bagian dari gerakan membangun masyarakat Tulungagung yang religius, berkarakter, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an,” kata Plt. Bupati.
Dengan dilantiknya pengurus LPTQ periode 2026-2031 dan dikukuhkannya Dewan Hakim MTQ XXXII, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap pembinaan tilawatil Qur’an semakin terarah.
Lebih dari sekadar mencetak juara MTQ, langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Tulungagung yang menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan MTQ XXXII Tingkat Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 pun mendapat dukungan penuh pemerintah daerah. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, amanah baru LPTQ bukan hanya tentang menjalankan program organisasi. Ada harapan yang lebih besar di dalamnya: menjadikan Al-Qur’an semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Tulungagung dan menyiapkan generasi Qur’ani untuk masa depan.
Reporter : Robi
Editor : Admin





























