Bersih Desa Pojok Hidupkan Tradisi, Wayang Kulit Jadi Cermin Kehidupan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 10:54 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, Nasionaldetik.com – Di tengah derasnya arus hiburan digital yang perlahan menggeser kesenian tradisional, Pemerintah Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, memilih jalan berbeda. Tradisi tidak dibiarkan menjadi sekadar cerita masa lalu, tetapi terus dihidupkan di tengah masyarakat.

Semangat tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Bersih Desa Pojok dengan menggelar Gelar Budaya Pagelaran Wayang Kulit pada Rabu malam, 2 September 2026.

Pagelaran yang berlangsung di Balai Desa Pojok itu menghadirkan dalang Ki Minto Darsono, seniman asal Kabupaten Tulungagung, dengan lakon “Wahyu Mahkuto Romo”. Pertunjukan dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai dan mendapat perhatian masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Pemerintah Desa Pojok di bawah kepemimpinan Ismiati, pagelaran wayang kulit bukan sekadar hiburan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan warisan budaya sekaligus menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kesenian tradisional Jawa.

Wayang Menjadi Cermin Kehidupan

Wayang kulit sejak dahulu tidak hanya menghadirkan tokoh-tokoh pewayangan di atas kelir. Di balik cerita, konflik, serta dialog para tokohnya, tersimpan berbagai pesan tentang kepemimpinan, tanggung jawab, kesetiaan, keberanian hingga pilihan antara kebenaran dan kepentingan.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Di tengah kehidupan yang semakin lekat dengan telepon pintar dan hiburan digital, keberadaan panggung wayang di tengah desa menjadi tantangan sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya.

Sebab, budaya yang tidak lagi diperkenalkan kepada generasi penerus lambat laun berpotensi hanya menjadi cerita dari masa lalu.

Karena itu, Bersih Desa Pojok tidak berhenti sebagai sebuah seremoni tahunan. Di balik rangkaian kegiatan tersebut terdapat pesan bahwa pembangunan desa bukan semata-mata berbicara tentang jalan, fasilitas umum, maupun infrastruktur.

Pembangunan juga menyangkut bagaimana sebuah desa mampu menjaga identitas, nilai-nilai budaya, serta kebersamaan masyarakatnya.

Merawat Tradisi, Merawat Kebersamaan

Bagi masyarakat desa, tradisi Bersih Desa memiliki makna yang jauh lebih dalam. Selain menjadi momentum untuk bersyukur, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga.

Di tengah kesibukan dan rutinitas masing-masing, panggung wayang menjadi titik temu. Warga berkumpul, duduk bersama, bercengkerama, sekaligus menikmati pertunjukan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya “Jo Klithik Jo Kluthuk” sebagai bintang tamu yang turut menghibur masyarakat.

Pemdes Pojok berharap kegiatan Gelar Budaya tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kesenian tradisional, khususnya di kalangan generasi muda.

Kepala Desa Pojok, Ismiati, bersama jajaran pemerintah desa mengajak seluruh masyarakat untuk terus hadir dan mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Sebab, melestarikan budaya bukan hanya tugas para seniman. Budaya akan tetap hidup ketika masyarakat mau mengenal, menyaksikan, mencintai, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Pada akhirnya, desa yang maju bukan hanya desa yang mampu membangun secara fisik, tetapi juga desa yang mampu menjaga ingatan, tradisi, dan kebersamaan warganya.

Dari Pojok, budaya Jawa kembali dipentaskan. Bukan sekadar untuk dikenang, tetapi untuk terus diwariskan.

Reporter: Ev

Editor: Admin

Berita Terkait

Polres Tulungagung Bongkar Sejumlah Kasus Curanmor, Dari Pelaku ODGJ hingga Korban Berani Lawan Pencuri
KMP Batumandi Terbakar di Perairan Merak, ASDP Pastikan Seluruh Penumpang Dievakuasi
Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu 135,47 Gram di Tempuling, Dua Pria Diamankan
Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Inhil Gelar Donor Darah untuk Bantu Masyarakat
Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa, Kecamatan Sumbergempol Gelar Sosialisasi Pengelolaan Media Sosial dan Publikasi Digital
Beri Jamdan ke Prajurit, Dandim Majalengka Minta Babinsa Bina Calon Prajurit TNI AD Tanpa Pungli
Fidiel Castro Minta Dugaan Keterlibatan K3S, MKKS, dan Disdikbud Diusut Transparan
PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BEM PTNU : BBM Langka, MBG Membengkak : Ke Mana Arah Prioritas Anggaran Negara?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku KARHUTLA, Negara Harus Hadir dan Bertindak!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Apresiasi dan Dukung Ketegasan Menteri Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional : Bentuk Keseriusan Dalam Wujudkan Imipas Prima

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Tingkatkan Keamanan Siber Daerah, Pemkab Karo Terima STR TTIS Resmi dari BSSN RI

Kamis, 17 September 2026 - 21:44 WIB

Doa Bersama dan Santunan, Polsek Kemayoran Hadir Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

Kamis, 17 September 2026 - 17:22 WIB

Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pangdam VI/Mulawarman Tangani Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 08:16 WIB

Kapolsek Kemayoran Perluas Sinergi Pendidikan, Program Bapak Asuh Polri Menyasar SMK Taman Siswa 1

Berita Terbaru