Bersih Desa Pojok Hidupkan Tradisi, Wayang Kulit Jadi Cermin Kehidupan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 10:54 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, Nasionaldetik.com – Di tengah derasnya arus hiburan digital yang perlahan menggeser kesenian tradisional, Pemerintah Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, memilih jalan berbeda. Tradisi tidak dibiarkan menjadi sekadar cerita masa lalu, tetapi terus dihidupkan di tengah masyarakat.

Semangat tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Bersih Desa Pojok dengan menggelar Gelar Budaya Pagelaran Wayang Kulit pada Rabu malam, 2 September 2026.

Pagelaran yang berlangsung di Balai Desa Pojok itu menghadirkan dalang Ki Minto Darsono, seniman asal Kabupaten Tulungagung, dengan lakon “Wahyu Mahkuto Romo”. Pertunjukan dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai dan mendapat perhatian masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Pemerintah Desa Pojok di bawah kepemimpinan Ismiati, pagelaran wayang kulit bukan sekadar hiburan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan warisan budaya sekaligus menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kesenian tradisional Jawa.

Wayang Menjadi Cermin Kehidupan

Wayang kulit sejak dahulu tidak hanya menghadirkan tokoh-tokoh pewayangan di atas kelir. Di balik cerita, konflik, serta dialog para tokohnya, tersimpan berbagai pesan tentang kepemimpinan, tanggung jawab, kesetiaan, keberanian hingga pilihan antara kebenaran dan kepentingan.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Di tengah kehidupan yang semakin lekat dengan telepon pintar dan hiburan digital, keberadaan panggung wayang di tengah desa menjadi tantangan sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya.

Sebab, budaya yang tidak lagi diperkenalkan kepada generasi penerus lambat laun berpotensi hanya menjadi cerita dari masa lalu.

Karena itu, Bersih Desa Pojok tidak berhenti sebagai sebuah seremoni tahunan. Di balik rangkaian kegiatan tersebut terdapat pesan bahwa pembangunan desa bukan semata-mata berbicara tentang jalan, fasilitas umum, maupun infrastruktur.

Pembangunan juga menyangkut bagaimana sebuah desa mampu menjaga identitas, nilai-nilai budaya, serta kebersamaan masyarakatnya.

Merawat Tradisi, Merawat Kebersamaan

Bagi masyarakat desa, tradisi Bersih Desa memiliki makna yang jauh lebih dalam. Selain menjadi momentum untuk bersyukur, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga.

Di tengah kesibukan dan rutinitas masing-masing, panggung wayang menjadi titik temu. Warga berkumpul, duduk bersama, bercengkerama, sekaligus menikmati pertunjukan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya “Jo Klithik Jo Kluthuk” sebagai bintang tamu yang turut menghibur masyarakat.

Pemdes Pojok berharap kegiatan Gelar Budaya tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kesenian tradisional, khususnya di kalangan generasi muda.

Kepala Desa Pojok, Ismiati, bersama jajaran pemerintah desa mengajak seluruh masyarakat untuk terus hadir dan mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Sebab, melestarikan budaya bukan hanya tugas para seniman. Budaya akan tetap hidup ketika masyarakat mau mengenal, menyaksikan, mencintai, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Pada akhirnya, desa yang maju bukan hanya desa yang mampu membangun secara fisik, tetapi juga desa yang mampu menjaga ingatan, tradisi, dan kebersamaan warganya.

Dari Pojok, budaya Jawa kembali dipentaskan. Bukan sekadar untuk dikenang, tetapi untuk terus diwariskan.

Reporter: Ev

Editor: Admin

Berita Terkait

Pemkot Lubuklinggau Bantu Petani 25.000 Bibit Karet
Babinsa Turun Tangan, 15.000 Liter Air Bersih Digelontorkan untuk Warga Poleng yang Dilanda Kekeringan
Tingkatkan Kondusivitas Daerah, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Ajak Warga Jaga Ketentraman Lewat Sinergi Jogo Tulungagung
LPAKN RI PROJAMIN Tanggamus Desak PPK ,BMBK PUPR Lampung ,Ukur Ulang Ketebalan Aspal Ruas Kuripan – Simpang Kota Agung
Plt Bupati Tulungagung Dorong LPTQ Perkuat Pembinaan Al-Qur’an di Tengah Masyarakat
Apel 3 Pilar Plt. Bupati Ahmad Baharudin Ajak Seluruh Unsur Bersinergi Jaga Keamanan & Persatuan Tulungagung
Antisipasi Karhutla, Koramil 421-03/Pnh Bersama Satpol PP dan Warga Intensifkan Patroli
16 Tim Voli Berebut Piala Bupati Cup Wilayah I 2026 di Gedung Harta

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:55 WIB

Pererat Sinergitas dan Silaturahmi, Danrem 031/WB Bersama Staf Gelar Fun Tenis dengan Jajaran PTPN IV Pekanbaru

Jumat, 4 September 2026 - 13:16 WIB

Babinsa Koramil 09/Giritontro Bersama Bhabinkamtibmas dan Linmas Gelar Patroli Malam

Jumat, 4 September 2026 - 13:10 WIB

Empat Hari “Berpuasa” Air, Warga Bogor Bojong Akhirnya Bernapas Lega Berkat Bantuan Kodim Boyolali

Jumat, 4 September 2026 - 13:05 WIB

Tiga Pilar Kelurahan Joyotakan Kunjungi Griyah Canting Solo Dukung Pelestarian Budaya dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

Jumat, 4 September 2026 - 10:09 WIB

Sekolah Dibongkar Demi KopDes, Anak TK di Sidoarjo Terpaksa Belajar di Balai Desa

Jumat, 4 September 2026 - 09:44 WIB

Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba, Tukang Bangunan Kuras Harta Majikan

Jumat, 4 September 2026 - 00:27 WIB

Yok Tanam Jagung Untuk Perkuat Ketahanan Pangan, Personel Kodim 0210/TU Tetap Semangat

Kamis, 3 September 2026 - 19:31 WIB

Brigjen TNI Mukhamad Albar Lepas 368 Bintara Muda, Pesan Tegas Mengawal Kehormatan Prajurit

Berita Terbaru

DAERAH

Pemkot Lubuklinggau Bantu Petani 25.000 Bibit Karet

Jumat, 4 Sep 2026 - 12:42 WIB