Nasionaldetik.com,— 03 September 2026 Sebanyak 556 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Sampel makanan dan muntahan korban kini diperiksa di laboratorium untuk memastikan penyebabnya.
“Ini bukan sekadar persoalan program makanan gratis. Ini menyangkut keselamatan anak-anak dan santri” ujar Gus Faiz Ketua PAC PERGUNU Tembelang.
Depan awak media, Gus Faiz mempertanyakan, di mana suara KH Miftakhul A ketika santri menjadi korban? Saya kira publik juga bertanya hal yang sama.
Jika sebelumnya telah dilakukan Bahtsul Masail terkait MBG, mengapa hasil atau rekomendasinya belum diketahui secara terbuka oleh publik?
Apa pertimbangannya? Siapa yang bertanggung jawab? Dan apakah hasil kajian tersebut akan dipublikasikan?
Jangan sampai persoalan yang menyangkut keselamatan santri justru tenggelam karena kepentingan politik, birokrasi, atau kekuasaan.
“Ulama harus hadir ketika umat menghadapi persoalan. Bahtsul Masail harus menjadi suara moral dan ilmiah, bukan sekadar forum yang hasilnya tersimpan di balik pintu”, imbuhnya
Publikasikan hasil Bahtsul Masail. Biarkan umat menilai.
Tim Redaksi






























