Dairi, Nasionaldetik.com
– Suasana duka menyelimuti Desa Pandan, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Minggu (12/4/2026) sore. Isak tangis keluarga dan warga pecah saat jenazah almarhum Pratu Sarmudi Lumbangaol tiba di rumah duka sekitar pukul 17.30 WIB. Kehadiran Babinsa Koramil 04/Tigalingga, Serda Parlindungan Simamora, bersama warga turut memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan dalam momen penuh haru tersebut.
Almarhum Pratu Sarmudi Lumbangaol, prajurit Yonzipur 16/DA, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Banda Aceh–Medan, tepatnya di depan Komplek RRI, Desa Aneuk Gle, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Sebelumnya, almarhum diketahui keluar dari satuan pada pukul 19.30 WIB dengan tujuan menjahit pakaian dinas di wilayah Samahani.
Jenazah pertama kali ditemukan oleh Letda Inf Legi Wahyudi dalam kondisi tergeletak di jalan raya dan segera dievakuasi ke RSU Satelit. Namun, saat tiba di rumah sakit, almarhum dinyatakan telah meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Kesdam untuk proses formalin sebelum diberangkatkan ke kampung halaman pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.
Setibanya di rumah duka, jenazah diantar langsung oleh personel dari kesatuan almarhum, di antaranya Lettu Czi Eko Prasetyo, Sertu Munazar, Praka Yuda Pranata, Pratu Aria Dansah, dan Pratu Yusuf Kurniawan. Kedatangan rombongan disambut orang tua almarhum, Pormen Lumban Gaol dan Asniati br Boangmanalu, yang didampingi Babinsa serta warga setempat dalam suasana penuh kesedihan.
Danramil 04/Tigalingga Kapten Inf Binton Sinaga melalui Babinsa menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya. Rencananya, almarhum yang merupakan anak keempat dari empat bersaudara ini akan dimakamkan secara militer pada Selasa (14/4/2026) pukul 15.00 WIB di pemakaman keluarga di desa tersebut.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena







































