STOP BANCAAN DANA POKTAN: PERINGATAN KERAS UNTUK OKNUM DEWAN DI JAWA TIMUR!

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:53 WIB

5056 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Ir. Edi Supriadi / Edi Uban
(Pemimpin Redaksi Nasionaldetik.com)

Nasionaldetik.com,— 08 Juli 2026 Uang rakyat bukan modal untuk memperkaya diri. Peringatan keras ini kami layangkan kepada seluruh pejabat DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Jawa Timur. Jangan sesekali berani menyentuh, memotong, apalagi menjadikan dana proyek Kelompok Tani (Poktan) sebagai ajang bancaan (bagi-bagi keuntungan pribadi).

Petani kita sudah susah, jangan diperas lagi demi syahwat politik dan kemakmuran pribadi!
Gaji, fasilitas mewah, dan tunjangan yang Anda nikmati setiap bulan itu bersumber dari keringat rakyat, termasuk para petani yang membanting tulang di sawah.

Sungguh ironis dan biadab jika hak-hak mereka yang disalurkan melalui program stimulus pertanian justru dikorbankan dalam pusaran proyek fiktif atau fee titipan.

Oknum-oknum anggota dan pejabat DPRD Provinsi serta Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang diduga kerap “bermain” dan menunggangi dana aspirasi atau dana hibah untuk Kelompok Tani (Poktan).

Dugaan praktik korupsi, manipulasi, dan pemotongan anggaran proyek pengadaan sarana, prasarana, maupun modal bagi petani demi memperkaya diri sendiri atau kelompok.

Adanya mentalitas korup yang melihat dana hibah sektor pertanian sebagai ladang basah untuk meraup keuntungan pribadi (kickback) secara instan menjelang agenda-agenda politik, tanpa memedulikan nasib ketahanan pangan.

Praktik kotor ini disinyalir terjadi secara sistematis setiap kali siklus pencairan dana hibah daerah dan realisasi proyek penunjukan langsung (PL) bergulir di dinas terkait.

Di berbagai titik kabupaten dan kota di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur, di mana sektor pertanian menjadi tumpuan hidup masyarakat luas.

Modus dilakukan dengan cara mengintervensi penentuan Poktan penerima, mengarahkan vendor/kontraktor tertentu, melakukan mark-up anggaran, hingga memotong langsung dana bantuan sebelum sampai ke tangan petani yang berhak.

INGAT! Kami di Nasionaldetik.com bersama jejaring aktivis tidak akan tinggal diam. Setiap pergerakan anggaran Poktan yang mencurigakan akan kami investigasi sampai ke akar-akarnya.

Jika kami menemukan bukti otentik adanya oknum dewan yang nekat melakukan kongkalikong dan memakan uang petani, kami pastikan kasus tersebut akan kami

SIKAT dan LAPORKAN LANGSUNG KE PUSAT (KPK, Kejaksaan Agung, dan Mabes Polri).

Ini bukan gertakan sambal. Ini adalah komitmen pers sebagai pilar keempat demokrasi untuk menjaga hak-hak rakyat. Bersihkan mental Anda, atau bersiaplah menghadapi jeruji besi!

Tim Redaksi

Berita Terkait

Berawal dari Keprihatinan, Paguyuban Barkakot Resmi Terbentuk: Bersama Bangkitkan Ekonomi Tanpa Menyalahkan Siapa Pun
ADA APA DIBALIK PROYEK INI : Diduga Gerah Pemberitaan, Oknum Ketua P3A Karya Naga Kirim Ancaman kepada Wartawan
Disinyalir Penempatan ASN Guru Tak Sesuai SK Alasan Kondisi Kesehatan
Pastikan Pelayanan Optimal, Pangdam I/BB Kunjungi RS Putri Hijau
PEMBANGUNAN Gedung TPQ ANAK CINTA AL QUR’AN (ACA) Yayasan Kori media
Pendidikan Dinilai Jadi Fondasi Utama dan Investasi Jangka Panjang Pembangunan Manusia Papua
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek P3-TGAI D.I. Curug Kebo di Desa Cihara Jadi Sorotan Masyarakat.
Public Menanti Realisasi APEKSI, bukan hanya Sekadar Seremoni

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:03 WIB

Rapat Paripurna: Plt Bupati Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Umumkan Pergantian Pimpinan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

AMI Desak Usut Tuntas Dugaan Kamar Premium di Lapas Kelas IIB Blitar, Minta Ditjenpas Bertindak Tegas*

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:38 WIB

Gus Beqi: Warga Nahdliyin Inginkan Duet KH Asep Saifuddin Chalim Rais ’Aam dan KH Imjaz Ketua Umum Tanfidziyah Pimpin PBNU

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:36 WIB

PNIB : Marak Pelarangan Peribadatan dan Pendirian Rumah Ibadah, Indonesia Darurat Intoleransi Terorisme, Negara Wajib Tegas!

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:33 WIB

KH Zaim Lasem : Regenerasi PBNU di persimpangan zaman, Membaca jejak pengabdian Gus Gudfan sebagai penerus tradisi ulama

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:46 WIB

Ketua Umum SWI H.Iskandar S.Sos., Turut Hadir Dalam Acara Audensi dengan Dewan Pers

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:14 WIB

ASDP Layani 2,05 Juta Penumpang Selama Libur Sekolah, Merak – Bakauheni Masih Jadi Lintasan Terpadat

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:13 WIB

Babinsa Abdul Halim Dampingi Petani Desa Tetaan, Wujudkan Pertanian yang Mandiri dan Produktif

Berita Terbaru