Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek P3-TGAI D.I. Curug Kebo di Desa Cihara Jadi Sorotan Masyarakat.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:03 WIB

5042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, – 08 Juli 2026 Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) pada Daerah Irigasi (D.I.) Curug Kebo, Kampung Cipunaga, Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang dikelola Kelompok P3A Karya Naga dengan anggaran sebesar Rp195.000.000 Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan masyarakat.

Sorotan tersebut muncul setelah ditemukan dugaan bahwa galian pondasi bangunan tidak mencapai kedalaman sesuai ketentuan, yakni sekitar 20 sentimeter. Selain itu, material pasir yang digunakan diduga menggunakan pasir laut yang asal-usul dan legalitasnya dipertanyakan.

Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan tersebut juga diduga belum dikoordinasikan dengan Pemerintah Desa Cihara. Saat dilakukan konfirmasi ke Kantor Desa Cihara, Kepala Desa Rohim Supriyadi tidak berada di tempat. Tim kemudian menemui Sekretaris Desa Cihara, Akhmad Yani, di ruang kerjanya.

Dalam keterangannya, Sekretaris Desa menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak desa belum mengetahui secara pasti perkembangan pelaksanaan kegiatan tersebut karena belum menerima laporan dari kelompok pelaksana.

“Kalau perencanaan usulannya saya tahu, tetapi untuk pelaksanaannya saya belum tahu karena belum ada laporan yang masuk,” ujar Akhmad Yani.

Informasi yang dihimpun juga menyebutkan bahwa pihak Kecamatan Cihara mengaku belum mengetahui adanya pelaksanaan program P3-TGAI tersebut.

Sementara itu, Bendahara Kelompok P3A Karya Naga saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pondasi tidak digali hingga 20 sentimeter karena kondisi lokasi berupa batu cadas yang dinilai sudah cukup kokoh sebagai dasar bangunan.

“Betul, pondasi hanya menempel di batu cadas dan tidak digali karena sudah kokoh. Memang ketentuannya 20 sentimeter, tetapi kondisi lapangan seperti itu. Yang penting pekerjaan selesai. Saya di sini hanya pekerja,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam petunjuk pelaksanaan Program P3-TGAI.

Masyarakat berharap instansi teknis terkait segera melakukan pemeriksaan lapangan guna memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan spesifikasi teknis yang berlaku. Pemeriksaan juga diharapkan mencakup kualitas pekerjaan, kedalaman pondasi, dimensi bangunan, serta legalitas material yang digunakan agar penggunaan anggaran negara sebesar Rp195 juta benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait lainnya, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku instansi teknis yang membina Program P3-TGAI, belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Berawal dari Keprihatinan, Paguyuban Barkakot Resmi Terbentuk: Bersama Bangkitkan Ekonomi Tanpa Menyalahkan Siapa Pun
ADA APA DIBALIK PROYEK INI : Diduga Gerah Pemberitaan, Oknum Ketua P3A Karya Naga Kirim Ancaman kepada Wartawan
Disinyalir Penempatan ASN Guru Tak Sesuai SK Alasan Kondisi Kesehatan
Pastikan Pelayanan Optimal, Pangdam I/BB Kunjungi RS Putri Hijau
PEMBANGUNAN Gedung TPQ ANAK CINTA AL QUR’AN (ACA) Yayasan Kori media
Pendidikan Dinilai Jadi Fondasi Utama dan Investasi Jangka Panjang Pembangunan Manusia Papua
STOP BANCAAN DANA POKTAN: PERINGATAN KERAS UNTUK OKNUM DEWAN DI JAWA TIMUR!
Public Menanti Realisasi APEKSI, bukan hanya Sekadar Seremoni

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:03 WIB

Rapat Paripurna: Plt Bupati Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Umumkan Pergantian Pimpinan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

AMI Desak Usut Tuntas Dugaan Kamar Premium di Lapas Kelas IIB Blitar, Minta Ditjenpas Bertindak Tegas*

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:38 WIB

Gus Beqi: Warga Nahdliyin Inginkan Duet KH Asep Saifuddin Chalim Rais ’Aam dan KH Imjaz Ketua Umum Tanfidziyah Pimpin PBNU

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:36 WIB

PNIB : Marak Pelarangan Peribadatan dan Pendirian Rumah Ibadah, Indonesia Darurat Intoleransi Terorisme, Negara Wajib Tegas!

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:33 WIB

KH Zaim Lasem : Regenerasi PBNU di persimpangan zaman, Membaca jejak pengabdian Gus Gudfan sebagai penerus tradisi ulama

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:46 WIB

Ketua Umum SWI H.Iskandar S.Sos., Turut Hadir Dalam Acara Audensi dengan Dewan Pers

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:14 WIB

ASDP Layani 2,05 Juta Penumpang Selama Libur Sekolah, Merak – Bakauheni Masih Jadi Lintasan Terpadat

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:13 WIB

Babinsa Abdul Halim Dampingi Petani Desa Tetaan, Wujudkan Pertanian yang Mandiri dan Produktif

Berita Terbaru