MUNTE, Karo Nasional detik.com
– Kemeriahan dan nilai budaya yang kental mewarnai jalannya perayaan Kerja Tahun Guro-Guro Aron (GGA) yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, mulai Selasa hingga Rabu, 7–8 Juli 2026. Acara adat tahunan yang dinanti-nantikan oleh masyarakat ini berjalan dengan penuh sukacita dan kebersamaan.
Perayaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa, Romanus Milala, bersama jajaran panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara. Formasi inti kepanitiaan tahun ini digawangi oleh Mismon Tarigan (Panitia), Krespon Tarigan (Ketua), Endang Simanjorang (Sekretaris), dan Aprillaperbina (Bendahara).
Acara adat ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kecamatan Munte, tokoh agama, serta perwakilan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang diwakili oleh Derwira Tarigan dan Basukur Tarigan. Kehadiran para tokoh ini menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah, lembaga desa, dan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya Karo.
Camat Munte, Nelly br Karo-Karo, yang turut hadir dalam perayaan tersebut memberikan apresiasi yang tinggi. Beliau menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya pesta budaya ini.
“Selamat dan sukses atas pelaksanaan Kerja Tahun Guro-Guro Aron ini. Semoga momentum ini semakin mempererat tali silaturahmi dan membawa berkah bagi kita semua,” ujar Ibu Camat Nelly br Karo-Karo
Suasana malam kegembiraan Guro-Guro Aron semakin semarak berkat penampilan memukau dari Perkolong-kolong ternama, Rimta br Ginting dan Ariel Kaban. Dengan cengkok khas dan candaan yang menghibur, keduanya sukses mengajak warga dan muda-mudi (Aron) menari landek bersama.
Kemeriahan musik di panggung utama didukung penuh oleh dentuman sound system dan aransemen ciamik dari Mares 7 Entertainment, yang membuat suasana malam kerja tahun semakin hidup hingga akhir acara.
Sesuai dengan esensi Kerja Tahun sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan doa untuk musim tanam berikutnya, perayaan kali ini mengusung slogan mendalam:
“Meriah manuk i asuh, Mbuah Jong isuan, sehat-sehat ras mejuah-juah kita kerina.” (Artinya: Ternak yang dipelihara berkembang biak dengan baik, jagung yang ditanam berbuah lebat, kita semua diberikan kesehatan dan kesejahteraan).
Acara berlangsung tertib, aman, dan penuh rasa kekeluargaan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat Kecamatan Munte yang hadir.
(Nur Kennan Tarigan)

























