KEDIRI,Nasionaldetik.com – Hari kelima Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 2 Kota Kediri diisi dengan kegiatan Sangratada Pramuka yang mengusung semangat pembentukan karakter dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan ini diawali dengan apel pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bekal bagi peserta didik baru dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Selain mendapatkan materi teori, para siswa juga mengikuti kegiatan jelajah alam dan praktik membangun tenda. Berbagai aktivitas tersebut bertujuan melatih kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, serta menumbuhkan semangat pantang menyerah sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Kepala SMA Negeri 2 Kota Kediri, Drs. Lukijan, mengatakan bahwa kegiatan Sangratada Pramuka menjadi bagian penting dalam MPLS karena tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan.
“Melalui kegiatan Sangratada Pramuka dan materi SPAB ini, kami ingin membekali siswa baru dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, kepedulian, gotong royong, dan tanggung jawab sebagai bekal mereka selama menempuh pendidikan di sekolah ini,” ujar Drs. Lukijan.
Ia menambahkan, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi akademik. Oleh karena itu, kegiatan kepramukaan dipilih sebagai media pembelajaran yang efektif untuk membangun mental, kepemimpinan, dan jiwa sosial peserta didik.
Melalui pelaksanaan Sangratada Pramuka yang dipadukan dengan edukasi SPAB, SMA Negeri 2 Kota Kediri berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, peduli terhadap lingkungan, serta siap menghadapi berbagai potensi bencana dan tantangan di masa depan. ( * )

























