PAKPAK BHARAT, Nasionaldetik.com
– Upaya mendukung swasembada pangan tidak selalu dilakukan di tengah sawah atau saat musim tanam. Di Dusun III Maneas, Desa Ulu Merah, Kecamatan STTU Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, Sertu S. Boangmanalu, turun langsung membantu warga menjemur jagung hasil panen, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan ketahanan pangan sekaligus komunikasi sosial (Komsos) dengan petani di wilayah binaannya. Meski masa panen telah selesai, Sertu S. Boangmanalu tetap hadir membantu warga dalam proses pengeringan jagung agar hasil pertanian tersebut dapat dipersiapkan dengan baik sebelum dipasarkan kepada pengepul.
Sertu S. Boangmanalu mengatakan, penjemuran merupakan tahapan penting dalam penanganan jagung setelah dipanen. Jagung yang masih memiliki kadar air tinggi perlu dikeringkan dengan memanfaatkan panas sinar matahari. Menurutnya, penjemuran sebaiknya menggunakan alas untuk mencegah jagung bercampur dengan kotoran, mengurangi risiko kehilangan butiran, memudahkan pengumpulan, serta membantu penyebaran panas secara merata.
“Kami selaku Babinsa harus berperan aktif membantu warga. Seperti hari ini, kami melaksanakan Komsos sekaligus membantu petani warga binaan menjemur jagung walaupun panen sudah selesai. Hadir dan membantu warga binaan sudah menjadi bagian dari tugas Babinsa sebagai wujud kepedulian sekaligus media pembinaan teritorial di wilayah,” ujar Sertu S. Boangmanalu.
Sementara itu, pemilik jagung, Yadi Manik, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Babinsa yang ikut membantu proses penjemuran. Ia mengatakan jagung kering miliknya saat ini dijual kepada pengepul dengan harga sekitar Rp5.600 per kilogram. Dari lahan seluas kurang lebih 1 hektare, hasil panen diperkirakan mencapai 4 hingga 5 ton. Terpisah, Danramil 07/Salak, Kapten Inf A. F. Sagala, mengatakan pendampingan Babinsa kepada petani merupakan bagian dari upaya TNI AD membantu masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan di wilayah.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena




























