Nasionaldetik.com,—21 Agustus 2026
Abdur Rozaq Koordinator Sindikat Intelijen Nahdlatul Ulama’ (SIN) menyampaikan pandangannya mengenai sosok KH Hasib Wahab Chasbullah yang dinilainya sebagai figur kyai sepuh yang mampu menjadi peneduh sekaligus pemersatu di tengah dinamika Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut Abdur Rozaq, KH Hasib Wahab Chasbullah merupakan putra dari KH Wahab Chasbullah, salah satu muassis sekaligus motor penggerak berdirinya Nahdlatul Ulama. Karena itu, menurutnya, KH Hasib tidak sekadar mewarisi genetika dari KH Wahab Chasbullah, tetapi juga mewarisi gagasan, semangat perjuangan, serta ideologis perjuangan yang telah ditanamkan oleh sang ayah.
“KH Hasib Wahab Chasbullah bukan sekadar mewarisi genetika Mbah KH Wahab Chasbullah, tetapi juga mewarisi ideologis perjuangannya. Beliau tumbuh dan berkhidmat di NU dengan meneruskan semangat perjuangan para pendahulunya,” ujar Abdur Rozaq.
SIN menilai perjalanan pengabdian KH Hasib Wahab di NU telah berlangsung melalui berbagai jenjang kepengurusan. Pengabdian tersebut, menurutnya, tidak hanya diwujudkan dalam struktur organisasi, tetapi juga melalui kiprah nyata untuk warga Nahdliyin dan dunia pesantren.
SIN menyebut kontribusi KH Hasib Wahab terhadap pondok pesantren tidak terbatas pada Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang memiliki hubungan sejarah kuat dengan keluarga KH Wahab Chasbullah. Menurut Gus Alwi, kiprah KH Hasib juga memberikan perhatian terhadap perkembangan pondok pesantren di berbagai daerah dan lintas generasi.
“Pengabdian beliau kepada NU, warga Nahdliyin, dan kontribusinya kepada pondok pesantren di Indonesia terbukti nyata. Beliau tidak hanya memajukan Bahrul Ulum, tetapi juga memiliki perhatian terhadap pesantren-pesantren di berbagai daerah dan lintas zaman,” kata Abdur Rozaq.
Selain kiprah organisasi dan pesantren, Abdur Rozaq melihat karakter KH Hasib Wahab dalam membangun silaturahmi sebagai salah satu kekuatan penting. Kebiasaannya menjalin hubungan dengan berbagai kalangan, gemar berziarah, serta rajin menghadiri haul para ulama dinilai mencerminkan tradisi dan kepribadian Nahdlatul Ulama yang menjunjung tinggi sanad, silaturahmi, dan penghormatan terhadap para ulama pendahulu.
Bagi SIN, karakter tersebut menjadikan KH Hasib Wahab sebagai sosok yang dapat menjadi peneduh di tengah perbedaan sekaligus perekat bagi berbagai elemen Nahdliyin.
“Beliau ahli silaturahmi, gemar berziarah dan rajin menghadiri haul para ulama. Bagi saya, itu adalah cerminan kepribadian Nahdlatul Ulama. Sosok seperti inilah yang dibutuhkan untuk menjaga persatuan, meneduhkan suasana dan merawat tradisi NU,” tegas Abdur Rozaq.
Atas rekam jejak pengabdian, keteladanan, serta kemampuannya merawat silaturahmi dan persatuan, Gus Alwi menilai KH Hasib Wahab Chasbullah layak dipertimbangkan sebagai Rais Aam PBNU. Ia berharap kepemimpinan NU ke depan tetap menghadirkan sosok ulama sepuh yang mampu menjadi rujukan moral, peneduh bagi warga Nahdliyin, sekaligus pemersatu berbagai elemen di tubuh Nahdlatul Ulama.
Tim Redaksi






























