Sentil Julukan ‘Agus Beres’, Baret Mega Preteli Bobroknya Koordinasi Birokrasi Jombang

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 18:03 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasiondetik.com — 07 September 2026 Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi mendapat sorotan dan kritik tajam. Tokoh masyarakat Jombang, Baret Mega, menilai jalannya roda pemerintahan saat ini perlu dievaluasi secara serius karena dinilai minim terobosan dan hanya berjalan secara normatif.

Baret Mega menegaskan bahwa visi dan misi yang dijanjikan sejak awal sebagai arah perubahan tidak boleh berhenti sekadar menjadi slogan politik. Menurutnya, publik hingga kini belum merasakan daya dobrak maupun lompatan kebijakan yang sebanding dengan ekspektasi besar masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya melihat pemerintah saat ini lebih banyak menjalankan rutinitas daripada menghadirkan lompatan. Sektor pertanian dan peternakan belum menunjukkan terobosan yang kuat, sektor sosial justru menimbulkan persoalan dalam penerapan data desil, dan pelayanan kesehatan berjalan seperti biasa,” ujar Baret Mega kepada redaksi, Senin (7/9/2026).

Ia juga menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor ketenagakerjaan yang dinilai membutuhkan keberanian nyata dari Pemkab Jombang untuk mengambil tindakan konkret.

“Ini bukan persoalan kecil, ini menyangkut kehidupan dasar masyarakat Jombang,” tegasnya.

Pertanyakan Kinerja BUMD dan Peran Sekda

Tak berhenti di situ, pengelolaan pajak daerah serta peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga tak luput dari sasarannya. Baret Mega menilai BUMD di Jombang belum optimal dalam menyumbang pendapatan daerah maupun menjadi penggerak ekonomi, melainkan hanya berdiri secara kelembagaan tanpa target kontribusi yang jelas.

Dalam konteks tersebut, ia secara khusus mempertanyakan peran Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, Agus Purnomo, sebagai Panglima ASN di lingkungan Pemkab Jombang.

“Di sinilah saya mempertanyakan peran Sekda Agus Purnomo. Sekda bukan hanya pejabat yang memastikan administrasi selesai, tetapi harus menjadi motor koordinasi dan akselerasi birokrasi. Kalau semua sektor hanya berjalan normatif, lalu di mana terobosan dan formulasi kebijakan yang benar-benar berdampak?” cetusnya.

Ia bahkan menyinggung julukan “Agus Beres” yang melekat pada sosok Sekda agar dibuktikan melalui capaian kerja yang terukur, bukan sekadar opini.

“Julukan itu bukan ukuran kinerja. Ukuran kinerja adalah berapa banyak persoalan masyarakat yang bisa diselesaikan. Kalau sektor vital masih menghadapi banyak pertanyaan, publik berhak menguji apakah benar ‘Agus Beres’, atau jangan-jangan sekarang lebih tepat disebut ‘Agus Insyaallah’,” sentilnya pedas.

Soroti Maraknya Baliho Bupati

Selain masalah birokrasi dan ekonomi, Baret Mega mengkritisi maraknya reklame dan baliho bergambar Bupati Warsubi yang bertebaran di berbagai sudut wilayah Jombang. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terjebak pada pencitraan visual semata.

“Jangan sampai yang paling cepat terlihat oleh masyarakat justru foto Bupati di reklame, sementara hasil pembangunan belum terasa kuat. Pemerintah seharusnya memperbanyak hasil kerja, bukan memperbanyak wajah di ruang publik,” sindirnya.

Menutup pernyataannya, Baret Mega mendesak Pemkab Jombang untuk segera melakukan koreksi total dan membuktikan janji perubahan dengan aksi nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

“Jombang tidak membutuhkan pemerintahan yang sekadar berjalan, melainkan pemerintahan yang bergerak, berani melakukan koreksi, dan hasilnya bisa diukur. Masyarakat tidak makan slogan, tidak hidup dari julukan, dan tidak sejahtera hanya karena melihat baliho. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata,” pungkasnya.

Tim Redaksi

Berita Terkait

IWO Indonesia DPW DKI Jakarta Beri Dukung Penuh Konser Malam Puncak HUT ke-81 RI di Harapan Mulya Kemayoran
Babinsa Plupuh Cek Stok Pupuk, Pastikan Kebutuhan Petani Terpenuhi
Kemarau Berkepanjangan, Babinsa Wonosegoro Serap Keluhan Warga
Kemarau Berkepanjangan, Babinsa Wonosegoro Serap Keluhan Warga
Senyum Prajurit di Pintu Gereja, Wujud Nyata TNI Merawat Kedamaian
Pendekatan Humble Ala Babinsa Koramil 07/Salak: Sentil Pemuda Soal Judol Lewat Obrolan Warung Kopi
Sapaan Hangat di Pintu Gereja HKBP Tigalingga: Ketika Babinsa Monitoring Kegiatan
Kehadiran Babinsa di Tengah Jemaat, Wujud Kepedulian TNI di Parongil

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:19 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, ASDP Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal

Minggu, 6 September 2026 - 20:42 WIB

Laskar Lampung dan Karang Taruna Bagikan 5.000 Masker, Antisipasi Dampak Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 14:43 WIB

MTQ XXXII Tulungagung Dibuka, Plt Bupati Ahmad Baharudin Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berkarakter

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Pemilihan BPD Desa Sanggrahan Digelar, H. Iswanto Ajak Warga Gunakan Hak Pilih Secara Bertanggung Jawab

Minggu, 6 September 2026 - 00:24 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Karnaval Sambironyong Jadi Panggung Kreativitas Budaya

Sabtu, 5 September 2026 - 23:47 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Karnaval Desa Sobontoro Meriah, Kreativitas Warga Dapat Apresiasi

Sabtu, 5 September 2026 - 21:51 WIB

Kolom Abu GAK Capai 14,6 Km, BPBD Lamsel Perkuat Kesiapsiagaan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:37 WIB

Muara Bahari CUP 2026 Resmi Dibuka, 16 TIM Siap Berkompetisi

Berita Terbaru