Rehabilitasi MTsN 1 Subulussalam Disorot, Pekerja Tanpa APD hingga Atap Yang lama Di Cat Ulang Dipertanyakan

KABIRO SUBULUSSALAM

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:54 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM, DetikNasional.com – Proyek Rehabilitasi dan Renovasi MTsN 1 Subulussalam mulai menjadi perhatian publik. Di lapangan, ditemukan sejumlah pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sementara pelaksanaan rehabilitasi atap memunculkan perbedaan keterangan antara pihak lapangan dengan pegawai sekolah. Di sisi lain, pekerja juga mengeluhkan keterlambatan pasokan material yang dinilai dapat memengaruhi progres pekerjaan.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari paket Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Aceh 1 dengan nilai kontrak Rp28.460.000.000 yang mencakup 11 lokasi madrasah di Provinsi Aceh. Namun, papan proyek tidak menjelaskan besaran anggaran yang dialokasikan khusus untuk MTsN 1 Subulussalam maupun rincian volume pekerjaan di lokasi tersebut.

Hasil pantauan DetikNasional.com di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja melakukan aktivitas di area konstruksi tanpa mengenakan APD standar, seperti helm proyek dan perlengkapan keselamatan lainnya. Padahal, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan kewajiban dalam setiap pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi.

Selain itu, sebagian besar konstruksi atap, termasuk rangka kuda-kuda, masih tampak menggunakan material lama. Atap sejumlah bangunan terlihat telah dicat sehingga masyarakat sulit membedakan bagian yang benar-benar direhabilitasi dengan bagian yang hanya mendapat pekerjaan pengecatan.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Fahrul yang mengaku sebagai orang lapangan proyek awalnya menyebut penggantian atap hanya dilakukan pada ruang kepala sekolah.

«”Hanya ruang kepala sekolah itu yang diganti atapnya, selainnya cukup dicat,” ujarnya.»

Namun, saat dimintai penjelasan lebih lanjut, Fahrul memberikan klarifikasi bahwa memang tidak semua bangunan masuk dalam pekerjaan penggantian atap.

«”Ya bg, cuman ada beberapa lokal aja yang diganti baru, yang memang memungkinkan lagi untuk diganti,” tulisnya.»

Ia juga mengatakan pekerjaan penggantian seng di ruang kepala sekolah belum dimulai karena material belum tersedia.

«”Rumah kepala sekolah diganti seng. Belum kita buka karena seng belum datang,” jelasnya.»

Sementara itu, seorang pegawai MTsN 1 Subulussalam yang ditemui DetikNasional.com menyampaikan keterangan berbeda. Menurutnya, hingga kini belum ada penggantian seng yang terlihat di lingkungan sekolah.

«”Yang kami tahu, atap sembilan ruangan sudah dicat, termasuk kantor kepala sekolah, kantor guru, dan ruang perpustakaan. Belum ada atap seng yang diganti,” katanya.»

Perbedaan keterangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pekerjaan rehabilitasi atap telah dilaksanakan dan bagian mana saja yang memang masuk dalam ruang lingkup kontrak.

Ketika dimintai penjelasan mengenai besaran anggaran yang dialokasikan khusus untuk MTsN 1 Subulussalam beserta rincian volume pekerjaan, Fahrul tidak memberikan jawaban.

Di sisi lain, seorang pekerja yang mengaku berasal dari Perbaungan, Sumatera Utara, mengeluhkan lambatnya pasokan material.

«”Kami sebagai pekerja merasa rugi kalau bahan-bahan tidak masuk. Sementara anggota kami tetap harus kami bayar setiap hari,” keluhnya.»

Keluhan tersebut mengindikasikan adanya kendala dalam penyediaan material yang berpotensi memengaruhi target penyelesaian pekerjaan apabila tidak segera diatasi.

Melihat sejumlah temuan tersebut, berbagai pihak berharap Aparat Penegak Hukum (APH), aparat pengawas internal pemerintah, konsultan pengawas, serta instansi teknis terkait melakukan pengawasan sejak dini. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume pekerjaan, standar keselamatan kerja, serta penggunaan anggaran negara secara akuntabel.

Berita Terkait

Jejak Penjualan Lahan Transmigrasi Kian Terkuak dalam kesaksian tergugat di Sidang PN Singkil
Jejak Jual-Beli Lahan Transmigrasi Kian Terkuak di kesaksian tergugat Sidang PN Singkil
Saksi Tergugat Akui Mirja Kusuma dan Warga Transmigrasi Pembuka Lahan, Fakta Persidangan di PN Singkil Kian
SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku
Mantan Kades Anwar Resmi Serahkan Mobil BUMDes Pasir Belo, Titip Pesan untuk Kemajuan Desa
Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:44 WIB

Seru dan Hangat Nobar Perempat Final Piala Dunia 2026 di Wilayah Kodim 0210/TU, Argentina Taklukan Swiss

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:00 WIB

Babinsa Koramil 03/Parongil Dampingi Petani Rawat Jagung, Bukti Pendampingan Tak Hanya Sekadar Imbauan

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:02 WIB

Mantan Ketua PC PPM Kota Pekanbaru Soroti Pelaksanaan Musda VIII PPM Riau, Minta Evaluasi dan Rekonsiliasi Organisasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:06 WIB

Dinilai Tidak Transparan, Proyek Publikasi DPRD Indramayu Senilai Ratusan Juta Diduga Bermasalah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:48 WIB

Diduga Tempat Prostitusi di Kelurahan Kertosari Jadi Sorotan, Publik Minta APH dan Satpol PP Segera Bertindak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:44 WIB

SEMA PTKIN Se-Indonesia: Independensi Penegakan Hukum Menjadi Kunci Sukses Pemberantasan Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:11 WIB

INDIKASI PERSEKONGKOLAN ANTARA APH DAN PENADAH: Penangkapan Dua Warga Dipertanyakan, Pemimpin Redaksi Nasionaldetik.com Soroti Netralitas Kepolisian!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:37 WIB

TANGKAP…!!! Terkait Kejanggalan Pengelolaan Barang Bukti dalam Kasus Yogi dan Memo

Berita Terbaru